Extra Ecclesiam nulla salus (EENS)Sekte Vatikan IIBukti dari Kitab Suci untuk KatolisismePadre PioBeritaLangkah-Langkah untuk BerkonversiKemurtadan Besar & Gereja PalsuIsu RohaniKitab Suci & Santo-santa
Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh DihadiriMartin Luther & ProtestantismeBunda Maria & Kitab SuciPenampakan FatimaRosario SuciDoa-Doa KatolikRitus Imamat BaruSakramen Pembaptisan

Kutipan Hari Ini

Gereja Katolik mengusir semua orang yang tidak setuju dengannya tentang pasal doktrin yang mana pun


27/08/2023

Spiritualitas

St. Alfonsus: “Semua orang yang terkutuk telah binasa karena mereka lalai untuk berdoa; seandainya saja mereka telah berdoa, mereka tidak akan menjadi binasa; dan semua santo-santa telah menjadi orang kudus dengan berdoa; seandainya saja mereka lalai untuk berdoa, mereka tidak akan telah menjadi santo-santa. St. Yohanes Krisostomus berkata: kita harus hidup dalam keyakinan bahwa kelalaian untuk berdoa dan kehilangan rahmat Allah, adalah hal yang satu dan sama.”

Doktrin

Paus Leo XIII: “Karena Gereja berkeyakinan kuat akan prinsip-prinsip tersebut, dan karena ia penuh perhatian terhadap tanggung jawabnya, tiada suatu hal pun yang pernah menjadi tekad Gereja yang terbesar, tiada suatu hal pun yang pernah dikejarnya dengan usaha yang sedemikian besarnya selain menjaga keutuhan iman dengan cara yang tersempurna. Itulah sebabnya, semua orang yang tidak setuju dengan Gereja tentang pasal doktrin yang mana pun telah dipandang oleh Gereja sebagai para pemberontak terbuka dan Gereja pun mengusir mereka jauh-jauh dari dirinya.” (Satis Cognitum #9, 29 Juni 1896)

Gereja Katolik mengutuk sistem pendidikan orang muda yang tidak memedulikan Allah


23/08/2023

Spiritualitas

2 Tawarikh 12:5 - “Nabi Semaya datang kepada Rehabeam dan pemimpin-pemimpin Yehuda yang berkumpul di Yerusalem berhubung dengan ancaman Sisak, dan berkata kepada mereka: ‘Beginilah firman TUHAN: Kamu telah meninggalkan Aku, oleh sebab itu Akupun meninggalkan kamu juga dalam kuasa Sisak.’”

Doktrin

Paus Leo XIII (1886): “Namun Kami tidak dapat tinggal diam mengenai hal yang bukannya tidak diketahui seorang pun, yaitu betapa masa-masa ini di mana-mana berlawanan dengan praktik kebajikan, betapa banyak siasat yang digunakan untuk bertarung melawan Gereja dan betapa di tengah-tengah bahaya ini, harus ditakuti bahwa iman yang terkikis pun menjadi lemah di tempat ia sebelumnya telah berakar dengan kuat. Cukup untuk diberitahukan bahwa mata air yang mematikan dari kejahatan-kejahatan yang begitu banyaknya itu adalah asas-asas rasionalisme dan materialisme yang secara bebas disebarkan ke mana-mana. – Umpan pembejatan yang tak terhitung jumlahnya juga menyertainya: kecenderungan kuasa publik yang begitu seringnya memusuhi Gereja, seandainya pun tidak sampai dilakukan secara terbuka; kebersikerasan yang lancang dari serikat-serikat rahasia; sistem pendidikan orang muda yang tidak memedulikan Allah sama sekali, yang diterapkan di mana-mana.” (Quod multum #3)

Iblis punya para bidah yang menghamba kepadanya, yang disesatkannya dari iman Katolik


21/08/2023

Spiritualitas

St. Basilius (abad ke-4) : “ … hidup kita telah difitnah; dan iman kita akan Allah telah difitnah; sebab saya menyadari bahwa para pemfitnah menimbulkan luka kepada tiga pribadi sekaligus: ia melukai orang yang difitnahnya, mereka yang ada bersamanya sewaktu ia melakukan percakapan, dan dirinya sendiri.” (Surat 204)

Doktrin

Paus St. Leo Agung, Khotbah 16, abad ke-5: “Namun sama sekali tiada keraguan, saudara-saudara yang amat terkasih, bahwa semua perbuatan kesalehan yang semakin membuat diri kita berkenan kepada Allah ini membuat musuh kita, yang begitu terampilnya dalam membahayakan diri kita, terangsang oleh sengat-sengat kebencian, sehingga dengan kedok pengakuan nama Kristen yang palsu, ia dapat membejatkan mereka yang tidak dibiarkannya menyerang dengan penganiayaan-penganiayaan terbuka dan bersimbah darah, dan demi menempuh karya ini, ia memiliki para bidah yang menghamba kepadanya, yang telah disesatkannya dari iman Katolik serta tunduk kepadanya, dan terdesak oleh berbagai macam kesalahan sehingga melayani pada kubunya.”

Bagaimana roh jahat menyerang, mematahkan semangat, dan menakut-nakuti St. Antonius dari Padang Pasir


20/08/2023

Spiritualitas

“’Maka setelah melakukan banyak upaya’ untuk menyerang, mematahkan semangat dan menakut-nakuti St. Antonius dari Padang Pasir, ‘mereka [roh-roh jahat] menggertakkan gigi mereka terhadap dia … Dan Tuhan dalam perkara ini pun tidak lupa akan pergulatan Antonius, namun datang membelanya. Sebab ketika menengadah, Antonius melihat ada seperti atap yang terbuka dan secercah sinar turun kepadanya. Dan roh-roh jahat itu pun tiba-tiba menghilang, dan nyeri badannya pun hilang pada waktu itu juga, dan bangunan itu kembali kukuh.’” (St. Antony of the Desert [St. Antonius dari Padang Pasir], hal. 14.)

Doktrin

St. Atanasius, abad ke-4: “Pertama-tama percayalah bahwa Allah itu esa, Ialah yang menciptakan segala sesuatu dan yang memadukan segala sesuatu bersama-sama, dan menjadikan segala sesuatu ada dari yang tidak ada” (Tentang Penjelmaan, 3, 1)

“Suara yang lebih berbeda dari segala suara lainnya”


19/08/2023

Spiritualitas

Penglihatan St. Ansgarius (abad ke-9): “Lalu ketika saya telah dibawa oleh orang-orang yang saya sebutkan, ke dalam kehadiran cahaya yang tiada habisnya ini, tempat kemegahan Allah yang Mahakuasa diwahyukan kepada saya tanpa perlu dijelaskan seorang pun, dan ketika mereka dan diri saya telah mempersembahkan penyembahan kami bersama-sama, sebuah suara yang teramat merdu, suara yang lebih berbeda dari segala suara lainnya, dan yang bagi saya tampak mengisi seluruh dunia, mendatangi diri saya dari kemegahan ilahi yang sama itu ....” (Riwayat Hidup Ansgarius, hal. 10)

Doktrin

Ayub 11:7-10 – “ ... Allah ... Tingginya seperti langit --apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati --apa yang dapat kauketahui? Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera.”

Tidak ada titik temu antara para bidah dan para bapa yang kudus


17/08/2023

Spiritualitas

Paus St. Martinus I, Sinode Lateran, 640: “ … Iblis, yang telah selalu bergegas melakukan karya-karyanya melalui ‘para putra ketidaktaatan.’”

Doktrin

Paus St. Martinus I, Sinode Lateran, 649: “ … tidak ada titik temu antara para bidah dan para bapa yang kudus, namun ‘sejauh Timur dari Barat’, demikian pula jauhnya para bidah yang fasik itu dalam perkataan dan pikiran, dari orang-orang yang berbicara tentang Allah.”

St. Petrus Claver berkata demikian kepada para konvert di Amerika Selatan


16/08/2023

Spiritualitas

Sebagai orang muda yang di kemudian hari menjadi rasul Brazil, Padre Jose de Anchieta [abad ke-16] gembira dan disukai orang. “Namun Jose sering kali bersedih hati dan melankolis. Dalam suasana hatinya yang gelisah, ia mencari kesunyian untuk berdoa dan bermeditasi: jiwanya merindukan sesuatu yang lebih dari kesalehan, pengetahuan dan rasa sayang yang biasa-biasa saja. Ketika dikuasai oleh semangat itu, ia akan meninggalkan studinya yang berat dan berjalan di sepanjang tepian Sungai Mondego. Dalam kecantikan sungai itu, ia menemukan pelepasan yang membuatnya sanggup merenungkan tragedi kelemahan manusia. Setelah melakukan salah satu perjalanannya dalam pencarian untuk memuaskan rasa lapar itu, Jose memasuki Katedral Coimbra. Ketika ia berlutut dalam keheningan yang mendalam dan berbayang-bayang di hadapan gambar Perawan Suci, ia seketika menemukan damai dan sukacita yang didamba-dambakannya. Kerinduan samar yang sebelumnya mengganggu dirinya dan kadang kala menguasainya sekarang berubah menjadi keinginan untuk membaktikan hidupnya demi melayani Allah ....” (Helen G. Dominian, Apostle of Brazil [Rasul Negeri Brazil], hal. 6)

Doktrin

Ketika mengonversikan para budak pagan di Amerika Selatan, St. Petrus Claver (1580-1654) mengajarkan mereka bahwa mereka harus meminta “ampun atas dosa-dosa kehidupan mereka yang dahulu pagan, terutama atas penyembahan berhala, hawa nafsu dan kemabukan.” (Romo Angel Valtierra, Peter Claver – Saint of the Slaves [Petrus Claver – Santo bagi Para Budak], 1960, hal. 127)

Negara harus membela Gereja Katolik terhadap para bidah


15/08/2023

Spiritualitas

Sirakh 29:22 – “Sudah banyak yang tewas karena mata pedang, tetapi belum sebanyak yang gugur karena lidah mereka sendiri.”

Doktrin

Paus St. Leo Agung: “Belalah Gereja dalam damai yang tak tergoyahkan terhadap para bidah, supaya kekaisaran anda juga boleh dibela oleh tangan kanan Kristus.” (Surat 44, 13 Okt. 449, kepada Kaisar Teodosius II)

Marilah kita belajar menjalani kehidupan Kristiani, menjadi murid Kristus


02/07/2023

Spiritualitas

Sewaktu kita mendengar suara Allah memanggil kita untuk menjadi bajik, kita tidak boleh menunda. Iblis, ujar St. Basilius (sekitar tahun 363), tidak menganjurkan kita supaya berpaling sama sekali dari Allah, namun agar kita menunda pertobatan kita untuk masa yang akan datang. Ia mencuri waktu kita di masa kini, dan memberi kita harapan akan masa depan. Namun sewaktu tiba saatnya, ia juga mencurinya dengan cara yang sama; dan dengan demikian, dengan memberikan kita kenikmatan di masa kini, ia merampok segenap hidup kita dari diri kita sendiri.” (Komentar Haydock untuk Alkitab Douay-Rheims, hal. 1264)

Doktrin

St. Ignatius dari Antiokhia (sekitar tahun 105): “Maka dari itu marilah kita menjadi murid Kristus dan marilah kita belajar menjalani kehidupan Kristiani. Sebab barang siapa terpanggil dengan nama yang lain selain nama ini bukanlah milik Kristus … Sungguh durjana untuk berbicara tentang Kristus dan mempraktikkan agama Yahudi.” (Surat kepada Jemaat di Magnesia)

Orang terkutuk menjerit dengan sia-sia di tengah siksaan untuk memohon belas kasih


01/07/2023

Spiritualitas

St. Efrem (sekitar tahun 392): “Sayang sekali! Tempat macam apakah … itu di mana ada ratapan dan kertak gigi, yang bahkan membuat Setan sendiri bergidik ngeri? Tempat macam apakah itu, di mana belatungnya yang tidak tidur tidak akan pernah mati? … Maka mereka yang sudah berada di tengah-tengah siksaannya akan menjerit untuk memohon belas kasih, dan tidak akan ada orang yang menjadi perantara bagi mereka kepada Tuhan, dan tidak akan ada orang yang mendengar mereka. Maka mereka akan menyadari bahwa hal-hal yang terjadi kepada diri mereka di dalam kehidupan ini layaknya bukan apa-apa; dan hal-hal yang terasa manis di dunia ini, jauh lebih pahit adanya daripada empedu dan absintus.”

Doktrin

Paus Leo XIII, Humanum Genus (#22-24), 20 April 1884: “Di samping itu, Negara harus tidak bertuhan. Bahwasanya dari antara berbagai macam rupa-rupa agama, sama sekali tidak ada alasan untuk mengutamakan yang satu daripada yang lain: semua agama harus ditempatkan pada kedudukan yang setara. Namun, kenyataan bahwa doktrin-doktrin ini dianut oleh kaum Freemason, bahwa demikianlah gagasan panutan yang mereka maksudkan untuk membentuk masyarakat, sudah hampir terlampau jelas untuk perlu dibuktikan ... Sungguh benar bahwa dogma-dogma utama mereka jelas sama sekali berlawanan dengan akal yang mereka miliki, sehingga tiada sesuatu pun yang lebih bejat yang dapat dibayangkan.”

^

>