Extra Ecclesiam nulla salus (EENS)Sekte Vatikan IIBukti dari Kitab Suci untuk KatolisismePadre PioBeritaLangkah-Langkah untuk BerkonversiKemurtadan Besar & Gereja PalsuIsu RohaniKitab Suci & Santo-santa
Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh DihadiriMartin Luther & ProtestantismeBunda Maria & Kitab SuciPenampakan FatimaRosario SuciDoa-Doa KatolikRitus Imamat BaruSakramen Pembaptisan

Kutipan Hari Ini

Sewaktu kita mendengar suara Allah memanggil kita untuk menjadi bajik, kita tidak boleh menunda


06/03/2023

Spiritualitas

Sewaktu kita mendengar suara Allah memanggil kita untuk menjadi bajik, kita tidak boleh menunda. Iblis, ujar St. Basilius (sekitar tahun 363), tidak menganjurkan kita supaya berpaling sama sekali dari Allah, namun agar kita menunda pertobatan kita untuk masa yang akan datang. Ia mencuri waktu kita di masa kini, dan memberi kita harapan akan masa depan. Namun sewaktu tiba saatnya, ia juga mencurinya dengan cara yang sama; dan dengan demikian, dengan memberikan kita kenikmatan di masa kini, ia merampok segenap hidup kita dari diri kita sendiri.” (Komentar Haydock untuk Alkitab Douay-Rheims, hal. 1264)

Doktrin

Paus Leo XII (1825): “ … sang mempelai sendiri, Yesus Kristus berkata: Barang siapa tidak mendengarkan Gereja, hendaknya ia kalian anggap layaknya seorang pagan dan seorang pemungut cukai.” (Charitate Christi #14)

St. Ignatius dari Antiokhia: Belajarlah untuk menjalani kehidupan Kristiani


Spiritualitas

St. Efrem (350): “Kita tahu berdasarkan Injil bahwa ada berbagai macam tempat penyiksaan. Sebab sudah diwahyukan kepada kita bahwa ada kegelapan di luar sana (Matius 8:12), dan dengan demikian ada pula kegelapan yang ada di dalam (Markus 5). Api Gehenna adalah suatu tempat yang lain, tempat ratapan dan kertak gigi (Matius 25:30). Di tempat lain, dikisahkan tentang belatung yang tidak pernah mati (Markus 9:43). Kita membaca di tempat lain tentang lautan api (Wahyu 19:20), dan kembali lagi tentang tartarus, lautan api yang tidak pernah padam (Markus 9:42, 44) … Kedalaman bumi dikisahkan di tempat lain. Neraka tempat para pendosa disiksa, serta kedalaman Neraka, suatu tempat yang lebih mengerikan. Jiwa-jiwa malang yang terkutuk ditebarkan di seantero tempat-tempat penghukuman ini, masing-masing seturut sifat dosanya.”

Doktrin

St. Ignatius dari Antiokhia (sekitar tahun 105): “Maka dari itu marilah kita menjadi murid Kristus dan marilah kita belajar menjalani kehidupan Kristiani. Sebab barang siapa terpanggil dengan nama yang lain selain nama ini bukanlah milik Kristus … Sungguh durjana untuk berbicara tentang Kristus dan mempraktikkan agama Yahudi.” (Surat kepada Jemaat di Magnesia)

Sewaktu Bangsa Rusia pada Abad Pertengahan meninggalkan paganisme mereka dan memeluk Kristus


02/03/2023

Spiritualitas

St. Fransiskus Xaverius, Maret, 1549: “Anda terkadang akan bertemu orang-orang … yang meragukan kuasa dan kemujaraban sakramen-sakramen yang kudus, dan terutama sehubungan Kehadiran Tubuh Kristus dalam Ekaristi. Pandangan ini berasal dari … pergaulan mereka yang terus-menerus bersama kaum pagan, Mahometan [Muslim], dan bidah, atau dari teladan buruk yang diberikan kepada mereka oleh beberapa orang Kristen … dan bahkan oleh beberapa dari antara ordo imamat kita sendiri … [sebab] mereka membayangkan bahwa kita sia-sia mengajarkan bahwa Yesus Kristus hadir dalam kurban suci Misa, sebab seandainya Ia ada di sana, Ia takkan membiarkan tangan yang sebegitu najisnya menjamah diri-Nya tanpa dihukum.”

Doktrin

“Pada abad kesembilan, kesepuluh dan kesebelaslah berlangsung salah satu transformasi yang teragung dalam sejarah dunia barat: bangsa Denmark, Swedia, Norwegia, Polandia, Moravia, Bohemia, Hongaria, Serbia, Bulgaria dan Rusia melepaskan paganisme dari diri mereka bersama dengan takhayul dan kekejamannya yang mengerikan, dan menundukkan leher mereka di bawah kuk yang dipasang Kristus.” (Laux, Church History [Sejarah Gereja], hal. 275)

Apa yang dikagumi manusia merupakan kekejian di hadapan Allah


Spiritualitas

“Lalu Yesus berkata kepada mereka: ‘Kalian adalah orang-orang yang membenarkan diri di hadapan manusia, tetapi Allah mengetahui hatimu sekalian. Sebab apa yang dikagumi manusia, merupakan kekejian di hadapan Allah.’” (Lukas 16:15)

Doktrin

Paus Leo XIII (+1888): “ … sewaktu suatu hukum yang ditetapkan berlawanan dengan akal, atau dengan hukum abadi, atau dengan ketetapan tertentu milik Allah, adalah suatu perbuatan yang benar untuk tidak taat, yakni, tidak taat kepada manusia, demi menaati Allah.” (Libertas #13)

Orang-orang Kristen yang sejati tidak toleran terhadap semua agama yang lain


19/12/2022

Spiritualitas

St. Ignatius dari Antiokhia (107), saat bersiap untuk kemartirannya: “Dengan penuh sukacita, saya menantikan binatang-binatang buas yang terkurung, yang siap menerkam saya; saya akan membujuk mereka supaya memangsa diri saya, agar mereka tidak ragu untuk merenggut diri saya, seperti yang kadang kala terjadi … Saya ini gandumnya Allah, dan saya diremukkan oleh binatang-binatang buas supaya saya dapat ditemukan sebagai roti Kristus yang murni.”

Doktrin

“Orang-orang Kristen dahulu menjadi sasaran kebencian dan penghinaan [oleh rakyat Kekaisaran Romawi]. Karena mereka tidak toleran terhadap semua agama yang lain, karena mereka sama sekali menyangkal keberadaan ilah-ilah pagan atau memandang ilah-ilah pagan sebagai roh-roh jahat, yang ibadatnya merupakan penghujatan serta pengkhianatan terbesar terhadap Allah yang sejati – mereka disebut sebagai orang fanatik yang picik ….” (Romo Laux, Church History [Sejarah Gereja], hal. 44)

Tempat ratapan dan kertak gigi yang bahkan membuat Setan sendiri bergidik ngeri


28/08/2022

Spiritualitas

St. Efrem (sekitar tahun 392): “Sayang sekali! Tempat macam apakah … itu di mana ada ratapan dan kertak gigi, yang bahkan membuat Setan sendiri bergidik ngeri? Tempat macam apakah itu, di mana belatungnya yang tidak tidur tidak akan pernah mati? … Maka mereka yang sudah berada di tengah-tengah siksaannya akan menjerit untuk memohon belas kasih, dan tidak akan ada orang yang menjadi perantara bagi mereka kepada Tuhan, dan tidak akan ada orang yang mendengar mereka. Maka mereka akan menyadari bahwa hal-hal yang terjadi kepada diri mereka di dalam kehidupan ini layaknya bukan apa-apa; dan hal-hal yang terasa manis di dunia ini, jauh lebih pahit adanya daripada empedu dan absintus.”

Doktrin

Paus Pius X, Notre charge apostolique (#36), tentang gerakan “Sillon”, 25 Agu. 1910: “ … tiada peradaban yang sejati tanpa peradaban bermoral, dan tiada peradaban bermoral yang sejati tanpa agama yang sejati; ini adalah kenyataan yang terbukti, ini adalah suatu kenyataan sejarah.”

Banyak orang terkutuk ke dalam Neraka karena tidak mengetahui misteri-misteri iman yang diperlukan untuk keselamatan


08/08/2022

Spiritualitas

St. Patrick: (sekitar tahun 470) tentang perjalanan-perjalanan misionarisnya: “Saya pergi ke tempat di mana anda berada dan ke segala tempat demi diri anda sembari menghadapi banyak mara bahaya, bahkan ke distrik-distrik yang terjauh, di luar mana tidak seorang pun hidup dan di mana tidak seorang pun pernah datang sebelumnya untuk membaptis, untuk menahbiskan imam, atau untuk menguatkan orang-orang.”

Doktrin

Paus Pius X (1905): “Dan dengan demikian, Pendahulu Kami, Benediktus XIV, memiliki alasan yang benar untuk berkata: ‘Kami menyatakan bahwa sejumlah besar orang yang terkutuk ke dalam hukuman yang abadi menderita malapetaka yang kekal itu akibat ketidaktahuan akan misteri-misteri iman yang harus diketahui dan dipercayai untuk menjadi terhitung dari antara orang-orang pilihan.’” (Acerbo Nimis #2)

Ingatlah segala sesuatu yang telah diperintahkan oleh Allah


04/08/2022

Spiritualitas

St. Benediktus (sekitar tahun 520): “Maka, jenjang pertama dari kerendahan hati, adalah bahwa manusia senantiasa memiliki rasa takut akan Allah di hadapan matanya, dengan menghindari segala kelupaan dan bahwa ia selalu ingat akan segala sesuatu yang telah diperintahkan oleh Allah, bahwa ia senantiasa merenungkan di dalam benaknya bagaimana orang-orang yang membenci Allah akan terbakar di dalam Neraka akibat dosa-dosa mereka, dan bahwa kehidupan kekal disiapkan bagi mereka yang takut akan Allah.”

Doktrin

Paus Pius IX, Vatikan I, 1870: “ ... tidak seorang pun dapat ‘bersetuju kepada pengkhotbahan Injil,’ sebagaimana yang harus dilakukannya untuk memperoleh keselamatan, ‘tanpa terang dan ilham dari Roh Kudus, yang memberikan kepada semua orang rasa yang manis untuk bersetuju kepada dan percaya akan kebenaran.’”

Suatu Devosi yang Amat Berkenan kepada Sang Perawan yang Terberkati


02/08/2022

Spiritualitas

St. Alfonsus de Liguori (sekitar tahun 1760): “Doakanlah pula setiap harinya tiga ‘Bapa Kami’ dan tiga ‘Salam Maria’ untuk menghormati Allah Tritunggal Mahakudus atas rahmat-rahmat yang dikaruniakan atas Maria. Sang Perawan yang Terberkati pernah menyingkapkan bahwa devosi ini amat berkenan kepadanya.”

Doktrin

Yudas 1:3 “Saudara-saudaraku yang amat terkasih ... aku merasakan keperluan untuk menulis kepada kalian, untuk memohon kepada kalian agar berjuang setulus hati demi iman yang pernah disampaikan kepada para kudus.”

St. Polikarpus berkata demikian kepada orang yang akan segera memartirkannya


28/07/2022

Spiritualitas

Kepada orang yang akan segera memartirkannya, St. Polikarpus (69-155 M) berkata: “Engkau mengancam dengan api yang membakar untuk sesaat dan akan segera padam, sebab engkau sama sekali tidak tahu akan penghakiman yang akan datang, dan api dari hukuman abadi yang telah disiapkan untuk orang-orang fasik. Tetapi mengapakah engkau menunda? Lakukanlah apa yang kauinginkan.” (Eusebius dari Kaisarea, Sejarah Gereja, Buku 4, Bab. 15)

Doktrin

St. Robertus Bellarminus, De Romano Pontifice, Buku 2, Bab 30: “Melchior Cano … mengajarkan bahwa para bidah bukanlah bagian maupun anggota dari Gereja, dan … ia berkata bahwa tidaklah dapat dibayangkan bahwa seseorang yang bukan seorang anggota maupun bagian adalah kepala dan Paus ….”

^

>