| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
Romo Martin Von Cochem (1900): “[Orang-Orang Terkutuk pada Hari Penghakiman] – Sebab semua umat manusia yang berjuta-juta jumlahnya ini akan menuangkan dukacita dan kegelisahan mereka yang amat besar di dalam ratapan-ratapan yang menyedihkan. Saat mereka menantikan kedatangan sang Hakim tertinggi, mereka berdiri bersama, terpisah dari orang-orang bajik, penuh dengan kebingungan terhadap kehinaan diri mereka sendiri, dan terutama atas keberdosaan diri mereka sendiri, yang sekarang terlihat jelas oleh semua orang.” (Keempat Hal Terakhir, hal. 55)
Paus Pelagius II (585): “Bagaimanapun, jika seorang pun mengusulkan atau percaya akan atau dengan gegabah mengajarkan hal yang bertentangan terhadap iman ini, hendaknya ia mengetahui bahwa ia dikutuk dan juga dianatemakan seturut opini dari para Bapa yang sama.” (Quod ad dilectionem, Denz. 246)
Romo Martin Von Cochem (1900): “Telah menjadi suatu hal yang jelas bahwa orang-orang yang terkutuk akan kelak dicampakkan, tubuh dan jiwa mereka, ke dalam perapian Neraka yang besar dan mengerikan, ke dalam danau api raksasa, di mana mereka akan dikelilingi oleh lidah-lidah api. Akan ada api di bawah diri mereka, api di atas diri mereka, api di sekeliling mereka. Setiap napas akan menjadi napas yang membakar dari sebuah perapian. Lidah-lidah api Neraka ini akan memasuki segenap anggota tubuh mereka, sehingga tidak akan ada suatu anggota tubuh pun, yang di dalam ataupun di luar, yang tidak diresapi api.” (Keempat Hal Terakhir, hal. 120)
“Aku Tuhan, Akulah yang awal dan yang akhir.” (Yesaya 41:4)
St. Yohanes Krisostomus (sekitar tahun 380): “Doa adalah sumber, akar, dan ibunda dari hal-hal yang baik yang tidak terhitung jumlahnya. Kuasa doa memadamkan kekuatan api, mengekang singa-singa yang mengamuk, menghentikan peperangan dan pertikaian, bertahan melawan badai, meloloskan [seseorang] dari iblis, membuka pintu Surga, memutuskan ikatan maut, menyembuhkan penyakit, mencegah luka-luka, dan menguatkan kota-kota yang runtuh.” (Hom. 15)
St. Agustinus: “Dosa adalah segala sesuatu yang diucapkan, dikatakan atau dikehendaki, yang berlawanan dengan hukum Allah.”
St. Gregorius dari Nazianzus: “Banyak jalan yang menyimpang dari jalan yang lurus dan yang telah ditetapkan, semuanya itu menuntun ke dalam jurang kehancuran.”
Konsili Efesus, 431 M: “Tidak seorang pun yang berani melawan Penciptanya sendiri telah lolos dari pembalasan ilahi, tetapi segera, sejauh mata manusia dapat melihat, ia telah dihukum secara sebagian, sebab hukuman yang lebih penuh yang dijatuhkan atas dirinya dipersiapkan untuk waktu Penghakiman.”
Paus St. Leo Agung: “Kehendak untuk mencelakai kita memang senantiasa giat adanya dalam diri sang penggoda, tetapi ia akan terlucuti dari senjatanya dan tidak akan berdaya, jika ia tidak menemukan tempat yang menguntungkan dalam diri kita di mana ia dapat menyerang kita.” (Khotbah 78)
St. Alfonsus (sekitar 1760): “Terlebih lagi, pertimbangkanlah pertimbangkanlah cinta kasih istimewa Allah kepada anda, yang diperlihatkan-Nya dengan memperkenankan anda lahir di negeri Kristiani, dan di pangkuan Gereja sejati. Betapa banyaknya orang yang terlahir dari antara orang pagan, dari antara orang Yahudi, dari antara orang-orang Mahometan serta para bidah, dan mereka semua binasa!”
^