Extra Ecclesiam nulla salus (EENS)Sekte Vatikan IIBukti dari Kitab Suci untuk KatolisismePadre PioBeritaLangkah-Langkah untuk BerkonversiKemurtadan Besar & Gereja PalsuIsu RohaniKitab Suci & Santo-santa
Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh DihadiriMartin Luther & ProtestantismeBunda Maria & Kitab SuciPenampakan FatimaRosario SuciDoa-Doa KatolikRitus Imamat BaruSakramen Pembaptisan

Kutipan Hari Ini

Semua Murid Kristus yang Sejati Percaya akan dogma Maria Dikandung Tanpa Noda Asal


22/03/2022

Spiritualitas

“Lalu Nadab dan Abiu, para putra Harun mengambil pedupaan mereka, menyalakan api di dalamnya, dan mempersembahkan api yang asing di hadapan Allah: yang tidak diperintahkan kepada mereka. Dan api pun keluar dari Tuhan, menghancurkan mereka, dan mereka mati di hadapan Tuhan.” (Imamat 10:1-2)

Doktrin

Paus Pius XI, Mortalium Animos (# 9), 6 Jan. 1928: “Itulah mengapa semua murid Kristus yang sejati percaya, contohnya, akan misteri Allah Tritunggal yang agung dengan iman yang sama akan dogma Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa Asal, dengan iman yang sama akan Penjelmaan Tuhan kita serta akan Magisterium yang infalibel dari Paus Roma ….”

Keangkuhan adalah awal dari segala dosa


01/03/2022

Spiritualitas

St. Bernardus (sekitar 1140): “Jauhilah keangkuhan, Saudara-Saudaraku … Keangkuhan adalah awal dari segala dosa (Sirakh X. 15); keangkuhanlah yang sedemikian cepatnya menjerumuskan bahkan Lucifer sendiri ke dalam kegelapan yang abadi, walaupun ia dahulu telah bersinar dengan lebih cemerlang daripada semua bintang! Keangkuhanlah yang mengubah, bukan semata-mata seorang malaikat, melainkan yang pertama dari segala malaikat, menjadi seorang iblis. Dan dengan segera, oleh karena kebencian yang penuh dengki, ia [Iblis] menimbulkan dalam diri manusia pelanggaran yang telah dibayangkannya di dalam hatinya sendiri, dengan menyesatkan manusia bahwa dengan mencicip pohon yang terlarang ia akan menjadi seperti Allah, tahu akan yang baik dan yang jahat (Kejadian iii. 5.).”

Doktrin

Paus St. Damasus I, Konsili Roma, 382, Kanon 6: “Kami menganatemakan orang-orang yang berkata bahwa terdapat dua Putra, yang satu abadi, dan yang lain setelah pengambilan daging dari sang Perawan.”

Orang-orang sodomit menghancurkan jiwa di dalam raga


Spiritualitas

St. Aloysius Gonzaga (sekitar tahun 1585): “Kurangnya perhatian yang layak dalam doa mental adalah alasan beberapa orang memiliki semangat yang begitu redup dalam pelayanan terhadap Allah dan memberikan ruang yang begitu leluasa terhadap hasrat diri mereka.”

Doktrin

St. Yohanes Krisostomus (sekitar tahun 380): “Seorang pembunuh hanya memisahkan jiwa dari raga, sedangkan orang-orang sodomit menghancurkan jiwa di dalam raga.”

Apakah Alkitab selalu memiliki bab dan ayat?


17/01/2022

Spiritualitas

St. Fransiskus Xaverius, Januari 1549: “Sewaktu saya berada di Malaka, saya menetapkan kebiasaan agar pada permulaan malam hari, jiwa-jiwa di dalam Api Penyucian, dan jiwa-jiwa dari orang yang masih hidup yang berada di dalam keadaan dosa duniawi, harus dibawa dalam doa-doa umat yang saleh di semua jalanan. Praktik ini bukan hanya mengobarkan semangat orang yang bajik, tetapi juga menakutkan orang yang fasik. Kota ini menunjuk seorang pria untuk mencapai tujuan itu … dengan sebuah lentera di tangan yang satu dan sebuah lonceng di tangan yang lain, dan ia berseru dari waktu ke waktu dengan suara yang lantang … ‘Doakanlah jiwa-jiwa dari para umat beriman Kristiani yang sedang menderita di dalam Api Penyucian’; dan lalu, ‘Berdoalah pula untuk mereka yang terbaring di bawah beban dosa berat dan tidak berupaya untuk membebaskan diri darinya.’”

Doktrin

“Pembagian [Alkitab] menjadi bab-bab yang kita kenal dengan begitu baik di dalam Kitab Suci modern adalah rekaan dari Kardinal Hugo, seorang Dominikan, pada tahun 1248, atau lebih mungkin  dari Stephen Langton, Uskup Agung Canterbury, wafat 1227.” (Where We Got the Bible, Our Debt to the Catholic Church, [Dari Mana Kita Mendapatkan Kitab Suci, Utang Kita terhadap Gereja Katolik] hal. 58)

Apa itu kanonisasi santo-santa?


14/01/2022

Spiritualitas

Tidak semua orang yang berkata kepada-Ku, Tuhan, Tuhan, akan masuk ke dalam kerajaan Surga, tetapi ia yang melakukan kehendak Bapa-Ku, ialah yang akan masuk ke dalam kerajaan Surga. Banyak orang akan berkata kepada-Ku pada hari itu: Tuhan, Tuhan, bukankah kami telah bernubuat di dalam nama-Mu, dan mengusir roh-roh jahat di dalam nama-Mu, dan membuat banyak mukjizat di dalam nama-Mu? Dan Aku lalu akan menyatakan kepada mereka, Aku tidak pernah mengenali kalian: enyahlah daripada-Ku, kalian yang melakukan kejahatan.” (Matius 7:21-23)

Doktrin

Suatu kanonisasi seorang santo/santa adalah “suatu deklarasi resmi secara publik tentang kebajikan yang kebajikan yang heroik dari seseorang dan penyertaan namanya di dalam kanon (gulungan atau daftar) orang kudus … Penghakiman Gereja ini bersifat infalibel dan tidak dapat diubah.” (A Catholic Dictionary [Kamus Katolik])

“Aku memperingatkan kalian terlebih dahulu terhadap binatang-binatang buas berwujud manusia”


04/01/2022

Spiritualitas

St. Ignatius dari Antiokhia (110): “Aku memperingatkan kalian terlebih dahulu terhadap binatang-binatang buas berwujud manusia. Janganlah kalian memberi salam kepada mereka, tetapi jika memungkinkan, janganlah kalian mereka bertemu dengan mereka, tetapi doakan saja diri mereka, agar moga-moga mereka dapat bertobat ….” (Surat kepada Jemaat di Smirna)

Doktrin

St. Thomas Aquinas (1274 M): “Maka, segala sesuatu yang dapat dibuat, atau dipikirkan, atau dilakukan oleh ciptaan, sebagaimana pula segala sesuatu yang dapat dilakukan oleh-Nya, semuanya itu diketahui oleh Allah ….” (Summa Theologiae, Bagian 1, Pertanyaan 14, Artikel 9)

Alkitab diperbanyak dan dilestarikan oleh para biarawan dan imam Katolik


02/01/2022

Spiritualitas

St. Fransiskus Xaverius (1549): “Saya telah bertekad bulat … untuk pergi menghadap Raja Jepang sendiri … dan menyampaikan kepadanya pesan yang saya miliki untuknya dari Kaisar Tertinggi dari segala bangsa, Tuhan kita Yesus Kristus. Saya diberi tahu bahwa Sri Raja senantiasa disertai oleh serombongan cendekiawan, yang penuh kepercayaan akan kecerdasan, kependidikan, dan kefasihan diri mereka sendiri. Saya tidak begitu takut menghadapi segala perlawanan yang didasari atas keterpelajaran mereka itu, karena saya mengandalkan Allah; sebab apa gunanya keterpelajaran itu bagi orang-orang yang tidak mengenal Yesus Kristus?”

Doktrin

“Alkitab diperbanyak dan dilestarikan oleh para biarawan dan imam. Semua orang sekarang harus mengakui kenyataan bahwa di dalam biara-biaralah banyak salinan dari Kitab Suci dibuat.” (Where We Got the Bible, Our Debt to the Catholic Church [Dari Mana Kita Mendapatkan Kitab Suci: Utang Budi Kita kepada Gereja Katolik], hal. 73)

Teladan yang terbaik untuk anak-anak adalah kehidupan orang tua mereka


31/12/2021

Spiritualitas

Paus Leo XIII: “Teladan yang terbaik dan paling efektif untuk anak-anak adalah kehidupan orang tua mereka. Orang tua harus menyadari bahwa mereka dapat menyediakan pendidikan bagi anak-anak mereka secara baik dan benar hanya dengan mengerahkan kewaspadaan yang besar … mereka harus menghindari [sekolahan] … di mana kesalahan-kesalahan sehubungan dengan agama secara sengaja diselang-selingi dengan ajaran, atau di mana kefasikan berkuasa ….” (Caritatis #5, 19 Maret 1984)

Doktrin

Yudas 1:7 – “ … sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.”

St. Fransiskus Xaverius: “Sewaktu semuanya sudah dibaptis saya memerintahkan agar bait-bait dari ilah-ilah sesat mereka dimusnahkan”


30/12/2021

Spiritualitas

St. Isaac Jogues: “Memang, akibat pengaruh kebencian yang membara dari para barbar itu, saya menderita kedinginan yang luar biasa, serta akibat kebencian dari antara yang paling hina dari mereka, dari perangai para wanita yang mudah menjadi murka … Kelaparan besar juga, harus saya hadapi. Karena hampir semua daging rusa mereka, dan pada waktu berburu mereka hampir tidak makan makanan lain, telah dipersembahkan kepada iblis, berhari-hari saya tidak makan … Saya amat menderita akibat kedinginan, di tengah-tengah salju, tanpa pakaian apa pun selain sebuah jubah yang pendek dan amat tipis … Walaupun mereka memiliki banyak kulit rusa, banyak dari kulit rusa tersebut tidak mereka gunakan, mereka tidak ingin memberikan saya satu kulit pun. Kadang kala, pada suatu malam yang amat getir, karena saya menggigil kedinginan, saya mengambil secara diam-diam salah satu dari kulit tersebut; segera setelah mereka memergoki saya, mereka bangkit berdiri dan merampasnya dari saya. Hal itu menunjukkan betapa besarnya kebencian mereka kepada saya … Kulit saya terbelah akibat kedinginan, di sekujur tubuh saya, dan menyebabkan rasa sakit yang amat besar.” (Saint Among Savages [Santo di antara Orang Barbar], hal. 267-268)

Doktrin

St. Fransiskus Xaverius (1545): “Sewaktu semuanya sudah dibaptis saya memerintahkan agar bait-bait dari ilah-ilah sesat mereka dimusnahkan dan semua berhalanya dihancurkan berkeping-keping. Saya tidak dapat menggambarkan kepada anda sukacita yang saya rasakan sewaktu hal ini dilakukan, saat menyaksikan pemusnahan berhala-berhala oleh orang-orang yang belakangan ini menyembah mereka … Sewaktu saya telah melakukan semua ini di satu tempat, saya berpindah ke suatu tempat lainnya … Dengan demikian, saya menjelajahi seluruh negeri, membawa orang-orang pribumi ke dalam kandang domba Kristus, dan sukacita yang saya rasakan dalam hal ini terlalu besar untuk dapat diungkapkan ….”

Tiada karunia dari Allah yang lebih besar daripada untuk menerima iman Katolik melalui rahmat-Nya


28/12/2021

Spiritualitas

St. Gregorius dari Nazianzus, Orasi 7:22: “Wahai para putra manusia … berapa lamakah kalian akan berkeras hati dan berbebal pikiran? Mengapakah kalian mencintai kesia-siaan … mengira bahwa kehidupan di bumi ini adalah hal yang amat baik dan hari-hari yang singkat ini panjang adanya, dan menakuti perpisahan ini, yang terpuji dan baik adanya, seakan-akan perpisahan ini sungguh berat dan mengerikan?

Doktrin

Paus Leo XIII: “ … tiada karunia dari Allah baik kepada individu-individu maupun kepada bangsa-bangsa yang lebih besar daripada untuk menerima iman Katolik melalui rahmat-Nya, dan setelah menerima iman itu, menjaganya dengan ketekunan. Karunia ini mengandung karunia-karunia lain yang berlimpah ….” (Quod Multum #2, 22 Agustus 1886)

^

>