| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
“Lalu, setelah membuat berbagai upaya” untuk menyerang, mematahkan semangat, dan menakuti St. Antonius dari Padang Pasir, “mereka [iblis] menggertakkan gigi mereka terhadapnya... Dan di sini Allah juga tidak melupakan pergulatan Antonius, melainkan datang untuk melindunginya. Karena saat Antonius melihat ke atas, ia melihat atap bagaikan terbuka dan secercah sinar turun kepadanya. Dan iblis tersebut tiba-tiba menghilang, dan kesakitan di badannya pun berhenti seketika, dan bangunan itu pun kembali tenang.“ (St. Antony of the Desert {St. Antonius dari Padang Pasir}, hal. 14.)
Paus Pius X (1904): “Manusia sampai berani mempertanyakan argumen-argumen tentang keberadaan Allah, menyangkal dengan kelancangan yang tidak tertandingi dan melawan prinsip-prinsip pertama dari akal budi kekuatan yang tidak kelihatan yang dari mana akibat-akibat ditelusuri kepada sebabnya, yaitu Allah, dan kepada ide tentang sifat-sifatnya yang tidak terbatas. ‘Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya’ (Rom. 1:20).” (Iucunda sane #15)
^