Extra Ecclesiam nulla salus (EENS)Sekte Vatikan IIBukti dari Kitab Suci untuk KatolisismePadre PioBeritaLangkah-Langkah untuk BerkonversiKemurtadan Besar & Gereja PalsuIsu RohaniKitab Suci & Santo-santa
Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh DihadiriMartin Luther & ProtestantismeBunda Maria & Kitab SuciPenampakan FatimaRosario SuciDoa-Doa KatolikRitus Imamat BaruSakramen Pembaptisan
Kutipan Hari Ini
Spiritualitas

Padre Pio berbicara kepada seorang wanita yang baru saja menjanda; suaminya telah meninggalkannya dan kedua anaknya untuk hidup dengan seorang wanita lain selama tiga tahun. Tiba-tiba kanker merenggut hidupnya. Ia setuju untuk menerima sakramen-sakramen terakhir sebelum kematiannya, setelah diberitahu berulang kali.

Sang wanita bertanya: “Di manakah jiwanya, Padre? Saya tidak tidur karena khawatir.” “Jiwa suami anda terkutuk selamanya”, jawab Padre Pio. Sang wanita menjawab: “Terkutuk?” Padre Pio dengan sedih mengangguk. “Sewaktu ia menerima Sakramen-sakramen terakhir, ia menyembunyikan banyak dosa. Ia tidak bertobat, tidak pun ia memiliki resolusi yang baik. Ia juga berdosa terhadap belas kasih Allah, karena ia berkata bahwa ia selalu ingin memiliki hal-hal yang baik di dalam hidup dan lalu memiliki waktu untuk berkonversi kepada Allah.” (Prophet of the People {Nabi Para Rakyat}, A Biography of Padre Pio, hal. 158)  

Doktrin

Ayub 11:7-10- “...Allah...Tingginya seperti langit --apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati --apa yang dapat kauketahui? Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera.


Artikel terkini
Aib Raja Louis XIV, “Raja Matahari”
Revolusi Prancis yang Satanik
Dampak-Dampak Mengejutkan Revolusi Prancis
Raja Prancis Tolak Hormati Hati Kudus Yesus & 100 Tahun Kemudian Revolusi Prancis Bermula
Riwayat Hidup St. Fulgensius, Uskup Ruspe di Afrika, Seteru Bidah Arianisme
Yohanes Paulus II: Buddhisme & Hinduisme Merawat Umat Mereka dengan Hikmat dari Timur! (Okt. 1989)
“Tiada yang mungkin terlalu sulit, tiada yang terlalu kecil atau terlalu besar untuk dikorbankan”
Yohanes Paulus II: Amalkan Islam Adalah Ketaatan kepada Allah dan Membimbing ke Surga (April 1991)
Berita
More

^

>