| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
“Yang bejat sulit dikoreksi, dan yang bodoh berjumlah tak terhingga.” (Pengkhotbah 1:15)
Yesus berkata: “Barangsiapa berasal dari Allah, ia mendengarkan firman Allah; itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah.” (Yohanes 8:47)
Paus St. Gregorius VII, 10 Sep. 1074: “ … Kerajaan Prancis … Sesungguhnya, di masa-masa ini, baik luhur kehormatannya maupun seluruh tampak perhiasannya terlihat sudah pudar, menimbang bagaimana, dengan hukum diabaikan dan kebajikan diinjak-injak di bawah kaki, segala sesuatu yang busuk, kejam, dursila dan tak tertahankan dilakukan di sana tanpa dihukum, dan kebobrokan moral ditolerir sehingga sekarang dipandang sebagai adat.”
St. Atanasius, Diskursus Melawan Kaum Arian, Bab 3, 356 M: “Maka dari itu, karena yang masih perlu dikatakan hanyalah bahwa dari Iblis datanglah mania mereka (sebab opini-opini semacam itu dia seorang dirilah penaburnya), kami pun berlanjut dengan melawan dia – sebab dalam dialah konflik kita yang sesungguhnya, dan mereka itu hanya alat semata – supaya dengan pertolongan Allah, dan dengan ditaklukkannya si musuh seperti biasanya dengan argumen-argumen, mereka pun boleh dipermalukan, ketika mereka melihat dia tanpa sumber daya, dia yang telah menabur bidah ini dalam diri mereka, dan agar mereka boleh belajar, kendati sudah terlambat, bahwa karena merekaArian, mereka bukan orang Kristen.”
St. Louis de Montfort, Rahasia Rosario, (1710): “Salam Maria adalah embun yang terberkati yang jatuh dari Surga di atas jiwa-jiwa yang dipredestinasikan. Embun itu memberikan kepada mereka kesuburan rohani yang mengagumkan sehingga mereka dapat tumbuh dalam segala kebajikan. Semakin taman jiwa diairi dengan doa ini, pikiran kita semakin dicerahkan, hati kita semakin bersemangat, dan tameng kita semakin kuat melawan semua musuh rohani kita.”
Konsili Nisea II, 787: “Bagi mereka yang berani berkata bahwa Gereja Katolik pernah menerima berhala, Anatema!” (Sesi Ketujuh, Definisi Iman)
Ketika bangsa Filistin berhasil merebut tabut Allah: “Orang Filistin mengambil tabut Allah itu, dibawanya masuk ke kuil Dagon [berhala mereka] dan diletakkannya di sisi Dagon. Ketika orang-orang Asdod bangun pagi-pagi pada keesokan harinya, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut Tuhan; lalu mereka mengambil Dagon dan mengembalikannya ke tempatnya. Tetapi ketika keesokan harinya mereka bangun pagi-pagi, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut Tuhan, tetapi kepala Dagon dan kedua belah tangannya terpenggal dan terpelanting ke ambang pintu …” (1 Samuel 5:24)
Paus Pius X: “Bahwa Negara harus dipisahkan dari Gereja, itu adalah dalil yang sama sekali salah, suatu kesesatan yang amat berbahaya … Oleh sebab itulah para Paus Roma, seturut waktu dan keadaan, tiada henti-hentinya membantah dan mengutuk doktrin pemisahan Gereja dan Negara.” (Vehementer Nos #3, 11 Feb. 1906)
St. Tomas Aquinas, Summa Theologiae, I-II, Pertanyaan 88, Artikel 5, Jawaban 1: “Sehubungan kemabukan, kami menjawab bahwa itu merupakan dosa berat dengan alasan genusnya; sebab, bahwa seorang manusia, tanpa ada keperluan, dan semata-mata karena nafsu akan anggur, membuat dirinya sendiri tak mampu menggunakan akalnya, sarana dirinya dibimbing menuju Allah dan menghindari berbuat banyak dosa, jelas berlawanan dengan kebajikan.”
Paus Benediktus XIV, Ex Quo Primum (#61), 1 Maret 1756:
“Pertimbangan pertama adalah bahwa perayaan-perayaan Hukum Musa telah dihapuskan oleh kedatangan Kristus dan bahwa perayaan-perayaan tersebut tidak lagi dapat ditaati tanpa dosa setelah pewartaan Injil.”
St. Agustinus, Contra Julianum [Melawan Yulianus], Buku 5, Bab 1, 422 M: “ … manusia bagaikan kesia-siaan dan hari-harinya berlalu ibarat bayang-bayang ....”
Paus St. Leo Agung, Surat 105, 22 Mei 452: “ … dan bersyukur kepada Allah yang Rahim dan Mahakuasa, sebab Ia tidak membiarkan seorang pun, selain mereka yang cinta kegelapan dan bukan terang, disesatkan sehingga tak menerima kebenaran injili ....”
St. Alfonsus tentang Terkutuknya Orang yang Tak Murni: “Teruskanlah, hai orang bodoh, ujar St. Petrus Damianus (ketika berbicara tentang orang yang tak murni), teruslah engkau memuaskan dagingmu; sebab akan tiba hari saat kenajisanmu akan menjadi seperti batu bara di dalam ususmu, untuk memperbesar dan memperparah siksaan-siksaan lidah api yang akan membakarmu di dalam Neraka: ‘Akan tiba harinya, bahwasanya alih-alih malamnya, ketika hawa nafsumu akan berubah menjadi batu bara, untuk memberi makan api yang kekal di dalam ususmu.’” (Persiapan Kematian, Tentang Rasa Sakit Neraka)
Paus Pius IX: “Kita juga perlu secara khusus memastikan agar para umat beriman sendiri dengan mantap mencamkan baik-baik dalam benak mereka sedalam-dalamnya dogma agama kita yang teramat suci, yaitu perlunya iman Katolik untuk memperoleh keselamatan.” (Nostis et Nobiscum, 8 Des. 1849)
St. Alfonsus: “Semua orang yang terkutuk telah binasa karena mereka lalai untuk berdoa; seandainya saja mereka telah berdoa, mereka tidak akan menjadi binasa; dan semua santo-santa telah menjadi orang kudus dengan berdoa; seandainya saja mereka lalai untuk berdoa, mereka tidak akan telah menjadi santo-santa. St. Yohanes Krisostomus berkata: kita harus hidup dalam keyakinan bahwa kelalaian untuk berdoa dan kehilangan rahmat Allah, adalah hal yang satu dan sama.”
Paus Leo XIII: “Karena Gereja kuat meyakini prinsip-prinsip tersebut dan penuh perhatian dalam melaksanakan tanggung jawabnya, tiada sesuatu pun yang menjadi tekad Gereja, tiada yang dikejarnya dengan upaya lebih besar, selain menjaga keutuhan iman dengan cara tersempurna. Itulah sebabnya, semua orang yang tidak sepikiran dengan Gereja tentang suatu pasal doktrin mana pun, telah dipandang oleh Gereja sebagai para pemberontak terbuka dan Gereja pun mengusir mereka jauh-jauh dari dirinya.” (Satis Cognitum # 9, 29 Juni 1896)
2 Tawarikh 12:5 - “Nabi Semaya datang kepada Rehabeam dan pemimpin-pemimpin Yehuda yang berkumpul di Yerusalem berhubung dengan ancaman Sisak, dan berkata kepada mereka: ‘Beginilah firman TUHAN: Kamu telah meninggalkan Aku, oleh sebab itu Akupun meninggalkan kamu juga dalam kuasa Sisak.’”
St. Atanasius, abad ke-4: “Pertama-tama percayalah bahwa Allah itu esa, Ialah yang menciptakan segala sesuatu dan yang memadukan segala sesuatu bersama-sama, dan menjadikan segala sesuatu ada dari yang tidak ada” (Tentang Penjelmaan, 3, 1)
“’Maka setelah melakukan banyak upaya’ untuk menyerang, mematahkan semangat dan menakut-nakuti St. Antonius dari Padang Pasir, ‘mereka [roh-roh jahat] menggertakkan gigi mereka terhadap dia … Dan Tuhan dalam perkara ini pun tidak lupa akan pergulatan Antonius, namun datang membelanya. Sebab ketika menengadah, Antonius melihat ada seperti atap yang terbuka dan secercah sinar turun kepadanya. Dan roh-roh jahat itu pun tiba-tiba menghilang, dan nyeri badannya pun hilang pada waktu itu juga, dan bangunan itu kembali kukuh.’” (St. Antony of the Desert [St. Antonius dari Padang Pasir], hal. 14.)
Ayub 11:7-10 – “ ... Allah ... Tingginya seperti langit --apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati --apa yang dapat kauketahui? Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera.”
^