^
^
| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
Sesi telah kadaluarsa
Silakan masuk log lagi. Laman login akan dibuka di jendela baru. Setelah berhasil login, Anda dapat menutupnya dan kembali ke laman ini.
Yahudi Bukan Israel atau Umat Pilihan
Gereja Kristus adalah Israel milik Allah (Galatia 6:16).
Upacara-upacara, kurban-kurban dan ritus-ritus Yudaisme serta Hukum Taurat, dahulu kala sebelum Yesus Kristus datang, merupakan tanda-tanda yang menunjuk kepada Kristus; namun setelah Kristus datang, dan apa yang dilambangkan oleh tanda-tanda tersebut sudah hadir, upacara-upacara itu pun berakhir sudah dan digantikan dengan sakramen-sakramen Perjanjian Baru.
Kehancuran bait suci di tahun 70 M merupakan tanda definitif bahwa Yudaisme beserta kurban-kurban, upacara-upacara dan ritus-ritusnya sudah mati dan dikuburkan, dan bahwa agama itu sudah digantikan oleh Gereja Yesus Kristus.
Seperti yang sudah diajarkan secara dogmatis oleh Gereja Katolik, menunaikan atau mempraktikkan ritus-ritus Perjanjian Lama setelah Injil diwartakan, adalah dosa berat.
St. Tomas Aquinas dengan benar menjelaskan bahwa upacara-upacara Hukum Lama merupakan penanda orang-orang dahulu sedang menantikan kedatangan Mesias.
Maka dari itu, menunaikan upacara-upacara Perjanjian Lama sekarang, sesudah Yesus Kristus datang dan Injil diwartakan, sama saja berpura-pura Mesias belum datang dan menggenapi apa yang dilambangkan oleh upacara-upacara tersebut. Perbuatan ini adalah bidah dan penghujatan.
Menunaikan Yudaisme atau Hukum Lama sekarang, pada praktiknya setara menyangkal Yesus Kristus adalah Mesias, dan karena itu mengamalkan Yudaisme atau menunaikan upacara-upacara Hukum Lama sekarang, setelah Injil diwartakan, adalah dosa berat. Inilah juga alasan semua bait “suci” yang dibangun kembali dan didedikasikan untuk ritus-ritus kedaluarsa semacam itu tidak mungkin bait Allah. Itulah sebabnya, bait Allah di mana duduk manusia durhaka/manusia pendosa, tentu saja bukan bait “suci” Yerusalem atau bait “suci” Yahudi yang dibangun kembali.
Posisi keliru bahwa bait Allah dalam nubuat itu adalah bait suci Yahudi yang dibangun kembali, pada umumnya terkait dengan doktrin sesat. Menurut doktrin sesat ini, orang Yahudi di masa Perjanjian Baru, adalah umat Allah atau agama mereka adalah agama yang diberikan Allah. Pandangan semacam ini sama sekali keliru dan pada kenyataannya adalah bidah, yang dianut secara luas di zaman kita. Namun Alkitab sangat jelas: orang Kristen sejati, bukan orang Yahudi yang tidak percaya, adalah Israel dan umat Allah.
Ide bahwa ada kelompok yang merupakan umat Allah di luar Gereja dihancurkan oleh 1 Petrus 2:9, ketika ayat ini berkata demikian tentang orang Kristen sejati:
Seperti yang bisa kita lihat, orang Kristen, dan bukan orang Yahudi, adalah bangsa/umat kepunyaan Allah. Kebenaran yang sama ini juga dituangkan di Kolose 3:12.
Bahkan, setiap kali istilah pilihan digunakan di Perjanjian Baru, yang dimaksud oleh istilah ini adalah Yesus Kristus atau orang Kristen, dan tidak pernah memaksudkan orang Yahudi atau bangsa spesifik secara lahiriah. Umat pilihan Allah bukan mereka yang merupakan keturunan Abraham secara jasmaniah atau orang-orang yang bergabung ke dalam keturunan jasmaniah itu. Alih-alih, umat pilihan Allah adalah mereka yang sudah lahir kembali secara rohani di dalam Kristus dan mempertahankan iman sejati-Nya.
Galatia 3:16 berkata bahwa janji telah dibuat kepada Abraham dan kepada keturunannya, dan bahwa keturunan Abraham hanya satu orang, bukan banyak orang: keturunannya ialah Yesus Kristus. Selanjutnya, Galatia 3:29 berkata bahwa jika anda adalah milik Kristus, maka anda juga adalah keturunan Abraham. Demikianlah, ajaran infalibel Kitab Suci tentang keturunan Abraham. Sangat jelas sekali.
Inilah juga alasan di Kis. 3:23, St. Petrus, berbicara tentang Yesus Kristus (Allah benar dan manusia benar), berkata demikian:
Menurut ajaran Alkitab, orang Yahudi yang tidak menerima Yesus Kristus akan dibasmi dari umat Allah. Maka dari itu, semua rumah ibadah atau “bait suci” yang akan mereka bangun tidak mungkin bait Allah. Ada begitu banyak bukti lain dari Alkitab yang bisa dikutip untuk semakin membuktikan bahwa orang Kristen, dan bukan Yahudi, adalah Israel dan umat Allah.
Karena kita sedang membahas istilah bait Allah dalam nubuat 2 Tes. 2:4, penting untuk dicatat bahwa ada banyak komentator yang mengutarakan bahwa dalam surat-suratnya, termasuk 1 dan 2 Tesalonika, St. Paulus mengambil istilah yang pada awalnya dikhususkan untuk Israel dan dia gunakan untuk Gereja. St. Paulus mengajarkan bahwa Gereja sudah mengambil posisi Israel.
Ada banyak ayat yang membuktikan bahwa mereka yang di luar Yesus Kristus dan Gereja-Nya bukanlah milik Allah. Orang-orang itu bukan Israel, dan mereka tidak memiliki bagian dalam kerajaan Allah. Mereka perlu dipertobatkan agar menganut iman sejati Kristus untuk menjadi bagian dari Israel milik Allah. Maka dari itu, semua “bait suci” bukan Kristen atau bait “suci” Yahudi yang dibangun kembali di Yerusalem, termasuk yang digadang-gadang sebagai restorasi bait suci kuno, tidak mungkin bait Allah. Bangunan semacam itu hanya akan menjadi kuil Iblis yang dibaktikan kepada agama sesat.
Terima kasi suda berbagi doa ini.. 🙏🙏
Magdalena binti said 4 bulanBaca lebih lanjut...Terima kasih sudah terbagi doa litani yg I dah ini. ❤️🙏✝️🙏
Hildebrand Avun. Bith 9 bulanBaca lebih lanjut...St Aloysius Gonzaga doakanlah kami. Bantulah kami maju dalam mengutamakan kerendahan hati setiap hari. 🙏
Kita 1 tahunBaca lebih lanjut...Pengamatan menarik. Lebih relevan lagi karena banyak dari materi kami membahas bidah-bidah & kemurtadan Vatikan II, yang melibatkan orang-orang yang mengaku Katolik, padahal sebenarnya tidak, karena banyak dari mereka telah...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Berarti anda tidak paham ttg arti katholik, jadi anda belajar yg tekun lagi spy cerdas dlm komen
Orang kudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Anda bahkan tidak percaya bahwa Yesus mendirikan Gereja Katolik, dan anda menyebut diri Katolik. Sungguh sebuah aib. Yesus jelas-jelas mendirikan Gereja di atas Santo Petrus (Mat. 16:18-19), yakni Gereja Katolik,...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Membaca artikel-artikel di Website ini, aku ingat satu ayat di Kitab Amsal. "Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati."...
St. Paul 1 tahunBaca lebih lanjut...Saya katolik, tetapi hanya perkataan Yesus yang saya hormati, yaitu tentang cinta kasih. Yesus tidak mendirikan gereja katolik. Anda paham arti cinta kasih? Cinta kasih tidak memandang. Tuhan meminta kita...
Kapten.80 1 tahunBaca lebih lanjut...Terimakasih atas artikelnya, saya semakin mengerti perjalanan kerajaan raja salomo
Novriadi 1 tahunBaca lebih lanjut...Justru karena kami punya kasih Kristiani sejati kepada sesama kamilah, materi-materi kami ini kami terbitkan. St. Paulus mengajarkan, bahwa kita harus menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Gereja Katolik, satu-satunya lembaga...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...