^
^
| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
Sesi telah kadaluarsa
Silakan masuk log lagi. Laman login akan dibuka di jendela baru. Setelah berhasil login, Anda dapat menutupnya dan kembali ke laman ini.
Pertolongan Berkat Perantaraan Dominikus Savio. Pengaruh Kebajikannya & Sebuah Saran
BAB XXV.
Pertolongan Berkat Perantaraan Dominikus Savio. Pengaruh Kebajikannya & Sebuah Saran
Meski gambaran hidupnya begitu singkat, tidak akan mengherankan ketika Allah sudi memberi penghormatan kepada hambanya, Dominikus Savio, dengan tanda-tanda kehormatan istimewa. Dengan demikian, kebajikan-kebajikan Dominikus pun dibuat-Nya bersinar dengan lebih terang. Selama dia hidup, ada banyak orang yang dulu bergantung pada Dominikus untuk dibimbing oleh nasihatnya, dan diberi semangat oleh teladannya. Yang lain menyerahkan wujud-wujud intensi supaya Dominikus doakan, dan syafaatnya bagi mereka sering kali dijawab dengan cara menakjubkan. Maka tentu saja sesudah kematiannya, keyakinan orang akan perantaraan Dominikus pun tersebar dengan cepat.
Begitu kabar kematiannya sampai kepada kami, banyak rekannya kemudian dengan terbuka berseru-seru bahwa Dominikus adalah seorang santo. Ketika dipersembahkan doa-doa biasa untuk Dominikus dan pada waktu didaraskannya Litani, mereka mengira tidak perlu atau pantas untuk berkata: “Doakanlah dia”; namun melanjutkan dengan kata-kata: “Doakanlah kami”, seperti lazimnya. Dominikus sudah masuk Surga, ujar mereka, tidak mungkin perlu doa apa-apa dari kita.
Yang lain berkata: “Kalau Dominikus dengan hidupnya yang tak bersalah dan perbuatan-perbuatan baiknya saja belum masuk Surga, siapa yang akan pernah sampai di sana?” Maka lambat laun, Dominikus menjadi teladan lazim bagi semua orang, dan dipandang sebagai seorang pelindung dan perantara yang kuasa di Surga. Hampir setiap hari, saya mendapat cerita orang yang beroleh rahmat jasmaniah dan rohaniah. Penyakit-penyakit menjadi sembuh, kadang-kadang itu langsung terjadi. Saya sendiri menjadi saksi langsung sembuhnya penyakit demam kuning.[1]
Di depan saya, ada banyak dokumen yang memuat cerita-cerita pertolongan yang didapat melalui perantaraan Dominikus. Sifat dan otoritas para penulisnya tak perlu dipertanyakan; namun karena kebanyakan masih hidup, tidak akan saya masukkan untuk sekarang.
Salah satu ceritanya mengisahkan rahmat yang didapat seorang siswa yang dulu merupakan rekan Dominikus.
Di tahun 1858, kesehatan pria muda ini menjadi sangat rapuh. Bahkan, dia sudah jatuh sakit parah sekali, sehingga harus menyela studi filsafatnya dan bersikap sangat berhati-hati. Pada akhir tahun, dia tidak dapat hadir untuk ujian. Namun demikian, ada ujian juga menjelang akhir tahun, dan siswa itu mengira akan mampu bersiap-siap untuk ujian tersebut dan karena itu mencegah terbuangnya satu tahun penuh studinya. Tetapi, kesehatannya terus memburuk dan harapannya pun lambat laun menjadi sirna.
Selama liburan musim gugur, dia mendapat udara baru dan beristirahat. Ini tampaknya meremajakan kekuatannya. Maka dari itu, dia kembali ke Torino untuk memusatkan perhatian pada studinya. Namun kembali lagi, kesehatannya memburuk, dan keadaannya lebih buruk daripada yang sudah-sudah, sehingga tidak melihat adanya kemungkinan bisa memusatkan perhatiannya untuk belajar atau melalui ujian. Ujarnya:
Dengan kejadian ini, saya akan menutup riwayat hidup Dominikus Savio. Dalam sebuah lampiran, dikisahkan pula pertolongan-pertolongan lain yang tampak berguna semakin memuliakan Allah dan berfaedah bagi kebaikan jiwa-jiwa.
Catatan kaki:
Disadur dari sumber berbahasa Inggris:
The Life of Dominic Savio [Riwayat Hidup Dominikus Savio], yang diterjemahkan dari karya orisinal Santo Yohanes Don Bosko, Salesian Press, Surrey Lane, Battersea, London, S. W.; Nihil Obstat: F. Thomas Bergh, OSB (Censor Deputatus); Imprimatur: PETRUS, Episcopus Southwarcensis; 1915, hal. 106-110.
[1] Keyakinan akan perantaraan Dominikus ini meningkat pesat berkat pernyataan sangat tegas dari pihak bapaknya. Ujarnya: “Saya sangat menderita karena kehilangan putra saya. Saya juga dirongrong rasa ingin tahu seperti apa posisinya di dunia lain. Allah sudi menghibur saya. Sekitar sebulan setelah kematiannya, pada malam yang penuh kegelisahan, saya seperti melihat langit-langit terbuka, dan Dominikus tampak di tengah-tengah cahaya memukau. Melihat pemandangan ini, saya takjub dan berseru: “Oh Dominikus, putraku, apa kamu sudah di Surga?” “Ya”, jawab dia, “Aku ada di Surga.” “Lantas doakanlah saudara-saudarimu serta ibu bapakmu, supaya kami semua kelak boleh datang bergabung denganmu di Surga.” “Ya, ya, aku akan berdoa,” adalah jawabannya. “Lalu menghilanglah dia, dan ruangannya kembali seperti semula.” Ini, oleh bapaknya dinyatakan sebagai kebenaran yang sesungguhnya.
Terima kasi suda berbagi doa ini.. 🙏🙏
Magdalena binti said 4 bulanBaca lebih lanjut...Terima kasih sudah terbagi doa litani yg I dah ini. ❤️🙏✝️🙏
Hildebrand Avun. Bith 9 bulanBaca lebih lanjut...St Aloysius Gonzaga doakanlah kami. Bantulah kami maju dalam mengutamakan kerendahan hati setiap hari. 🙏
Kita 1 tahunBaca lebih lanjut...Pengamatan menarik. Lebih relevan lagi karena banyak dari materi kami membahas bidah-bidah & kemurtadan Vatikan II, yang melibatkan orang-orang yang mengaku Katolik, padahal sebenarnya tidak, karena banyak dari mereka telah...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Berarti anda tidak paham ttg arti katholik, jadi anda belajar yg tekun lagi spy cerdas dlm komen
Orang kudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Anda bahkan tidak percaya bahwa Yesus mendirikan Gereja Katolik, dan anda menyebut diri Katolik. Sungguh sebuah aib. Yesus jelas-jelas mendirikan Gereja di atas Santo Petrus (Mat. 16:18-19), yakni Gereja Katolik,...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Membaca artikel-artikel di Website ini, aku ingat satu ayat di Kitab Amsal. "Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati."...
St. Paul 1 tahunBaca lebih lanjut...Saya katolik, tetapi hanya perkataan Yesus yang saya hormati, yaitu tentang cinta kasih. Yesus tidak mendirikan gereja katolik. Anda paham arti cinta kasih? Cinta kasih tidak memandang. Tuhan meminta kita...
Kapten.80 1 tahunBaca lebih lanjut...Terimakasih atas artikelnya, saya semakin mengerti perjalanan kerajaan raja salomo
Novriadi 1 tahunBaca lebih lanjut...Justru karena kami punya kasih Kristiani sejati kepada sesama kamilah, materi-materi kami ini kami terbitkan. St. Paulus mengajarkan, bahwa kita harus menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Gereja Katolik, satu-satunya lembaga...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...