| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
Bunda Maria kepada St. Dominikus (1214): ““Dominikus yang terkasih, tahukah engkau senjata yang hendak digunakan oleh Allah Tritunggal Mahakudus untuk memperbarui dunia?’ ‘Oh, Ratuku’, jawab Santo Dominikus, ‘engkau tahu itu jauh lebih baik daripada aku ...’ Lalu, Bunda Maria menjawab, ‘Aku ingin engkau tahu bahwa, dalam peperangan semacam ini, senjata utamanya selalu Buku Mazmur Malaikat, yang merupakan batu penjuru Perjanjian Baru. Maka dari itu, jika engkau ingin menjangkau jiwa-jiwa yang keras hati ini dan memenangkan mereka untuk Allah, khotbahkanlah Buku Mazmurku.” (Rahasia Rosario, Mawar ke-2)
St. Afrahat (336): “Dan Yesus menyerahkan kuncinya kepada Simon, dan naik [ke Surga] dan kembali kepada Ia yang telah mengutus-Nya.”
St. Louis De Montfort (1706): “ … para iblis, yang adalah pencuri yang ahli, hendak mengejutkan kita saat kita tidak menyadarinya, dan merampok diri kita. Mereka menantikan siang dan malam datangnya kesempatan yang menguntungkan. Untuk mencapai tujuan itu, mereka tidak henti-hentinya mengepung diri kita untuk memangsa diri kita serta merenggut dari diri kita pada suatu saat, melalui suatu dosa, segenap rahmat dan jasa-jasa yang telah kita peroleh selama bertahun-tahun.” (Devosi Sejati kepada Maria #87)
Paus Gregorius XI, Mirari Vos, 15 Agustus 1832: “Oleh karena itu, adalah keabsurdan dan penghinaan yang tertinggi terhadap Gereja untuk menyatakan bahwa suatu pemulihan dan regenerasi tertentu diperlukan untuk menjamin keberadaan dan perkembangan Gereja, seakan-akan kita dapat percaya bahwa Gereja dapat mengalami kecacatan atau pengaburan, atau perubahan semacam itu.”
St. Alfonsus (1760): “Jika anda mengabaikan panggilan Allah pada kesempatan ini, Ia mungkin akan meninggalkan anda untuk selamanya. Bertekadlah, maka dari itu, bertekadlah! ‘Iblis,’ ujar St. Teresa, ‘takut akan jiwa-jiwa yang bertekad teguh.’ St. Bernardus mengajarkan bahwa banyak jiwa binasa akibat kurangnya keteguhan.”
St. Yohanes Krisostomus (sekitar tahun 380): “Dahulu (di dalam Perjanjian Lama) cukup adanya bagi orang-orang untuk memperoleh keselamatan hanya dengan mengetahui Allah. Sekarang, tidak lagi demikian; pengetahuan akan Kristus diperlukan untuk keselamatan ….”
^