^
^
Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
Sesi telah kadaluarsa
Silakan masuk log lagi. Laman login akan dibuka di jendela baru. Setelah berhasil login, Anda dapat menutupnya dan kembali ke laman ini.
St. Robertus Bellarminus tentang Hukuman Mati dan Para Bidah
Artikel ini membahas beberapa kutipan yang sangat menarik dari karya St. Robertus Bellarminus De Laicis (Tentang Orang Awam). Berikut terjemahan kami dari bahasa Latin. Walaupun sebagian besar dari kutipan ini hanya membahas hukuman mati untuk para bidah, kutipan-kutipan ini tentunya membuktikan bahwa hukuman mati itu diperbolehkan untuk beberapa jenis kejahatan lain pula. Kutipan-kutipan ini juga mengingatkan kita bahwa bidah adalah suatu hal yang serius dan bukanlah hal yang enteng.
Ajaran Katolik tentang hukuman mati perlu ditegaskan ulang. Ini terutama relevan pada zaman ini, sebab Anti-Paus Fransiskus telah resmi mengajarkan bahwa hukuman mati bertentangan dengan Injil. Untuk bukti bahwa Fransiskus mengajarkan bidah soal hal hukuman mati, harap kunjungi tautan di akhir artikel ini. Penolakan Fransiskus (dan, bahwasanya kecamannya) terhadap ajaran Gereja Katolik tentang hukuman mati adalah semakin membuktikan bahwa ia seorang bidah manifes dan seorang anti-Paus yang tidak mengakui iman Katolik.
Perhatikan bahwa kutipan-kutipan berikut mengungkapkan ajaran Katolik tentang tindakan yang diperbolehkan dan pantas bagi otoritas-otoritas sipil di dalam suatu negara yang terlembaga secara benar. Kami tidak mendukung kekerasan apa pun. Hukuman mati hanya dapat dilakukan secara sah oleh negara yang bertindak secara pantas, dan bukan oleh perorangan. Untuk setiap kutipannya, akan dituliskan terjemahan bahasa Indonesianya, disusul kutipan bahasa Latin orisinalnya.
Perhatikan bahwa St. Robertus Bellarminus berkata “semua orang Katolik mengajarkan kebalikannya”. Diperbolehkannya hukuman mati untuk kejahatan tertentu (misalnya, bidah) adalah ajaran Gereja yang mendasar. Orang-orang yang menyangkalnya secara publik (contohnya Fransiskus dan Sekte Vatikan II) tidak Katolik.
Di sini kita kembali melihat bahwa hukuman mati didukung dalam perbuatan-perbuatan Konsili Konstanz dan Paus Leo melawan Luther.
Dalam kata-kata Paus Leo Agung yang dikutip oleh Bellarminus ini, kita kembali menjumpai dukungan Kepausan terhadap hukuman mati di dalam kasus bidah (dalam lebih luasnya, terhadap kejahatan-kejahatan lebih berat lainnya).
Di sini kita melihat dukungan terhadap hukuman mati dalam karya tulis Paus Gregorius Agung.
Pernyataan Bellarminus bahwa keriuhan atau dampak-dampak negatif niscaya timbul akibat kebhinekaan agama berkontras begitu jelasnya dengan terhadap kata-kata para Anti-Paus Vatikan II. Para Anti-Paus Vatikan II sering kali menggambarkan kebhinekaan agama sesuatu yang baik dan bahkan dikehendaki Allah (contohnya, bidah yang diajarkan oleh Anti-Paus Yohanes Paulus II dan Anti-Paus Fransiskus. Agama Vatikan II bukanlah agama Katolik.
Kitab Suci dan Gereja Katolik mengajarkan secara jelas bahwa hukuman mati diperbolehkan dan pantas untuk kejahatan-kejahatan tertentu. Karena mereka yang mengakui iman Katolik sejati percaya bahwa hukuman mati dapat diterima dan pantas dalam kasus-kasus tertentu, mereka yang mengecam atau menolak hukuman mati (misalnya, Fransiskus dan Sekte Vatikan II) tidak mengakui iman sejati. Maka, mereka tidak dapat dianggap berada di dalam Gereja Katolik.
LINK-LINK TERKAIT:
Fransiskus berkata bahwa posisi Gereja Katolik menentang hukuman mati
Anti-Paus Fransiskus Berkata bahwa Hukuman Mati Bertentangan dengan Injil dan bahwa Interpretasi Doktrin Berubah
Fransiskus kembali mengecam hukuman mati – Bidah utama Anti-Paus Fransiskus dari Desember 2018
Catatan kaki:
[1] Denzinger 2286.
Artikel-Artikel Terkait
Terimakasih atas artikelnya, saya semakin mengerti perjalanan kerajaan raja salomo
Novriadi 3 mingguBaca lebih lanjut...Justru karena kami punya kasih Kristiani sejati kepada sesama kamilah, materi-materi kami ini kami terbitkan. St. Paulus mengajarkan, bahwa kita harus menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Gereja Katolik, satu-satunya lembaga...
Biara Keluarga Terkudus 2 bulanBaca lebih lanjut...Halo – devosi kepada Santa Perawan Maria itu krusial untuk keselamatan dan pengudusan jiwa. Namun, dan juga yang terpenting, orang harus 1) punya iman Katolik sejati (yakni, iman Katolik tradisional),...
Biara Keluarga Terkudus 2 bulanBaca lebih lanjut...Since your comment is written in English, we are responding in English and including a translation in Indonesian. However, we would recommend that you write us in Indonesian instead, if...
Biara Keluarga Terkudus 2 bulanBaca lebih lanjut...Halo – memang benar bahwa orang hendaknya mengasihi orang lain dan menjaga ciptaan Allah. Namun, yang terutama, kita pertama-tama harus mengasihi/mencintai Allah. Sangat amat penting pula, terutama pada zaman kita,...
Biara Keluarga Terkudus 2 bulanBaca lebih lanjut...Halo – Misteri Terang itu datangnya dari Yohanes Paulus II. Dia ini seorang Anti-Paus dan pemurtad masif. Rosario orisinal yang diberikan oleh Santa Perawan Maria adalah 15 dekade dengan Misteri-Misterinya...
Biara Keluarga Terkudus 2 bulanBaca lebih lanjut...peristiwa terang kenapa tidak ada dalam pembahasan artikel ini?
devie 4 bulanBaca lebih lanjut...Allah Maha Besar melalui Putranya Yesus Kristus dan Bundanya Maria ..Melakukan muzizat menunjukan Betapah Besarnya dan Baiknya Allah..Kita manusia harus berbuat baik satu dengan yang lain dan alam sekitar serta...
fidelis Budi Suryanto 4 bulanBaca lebih lanjut...Are the FSSP and SSPX right on the sacraments?
Petrus Fiter Panco 4 bulanBaca lebih lanjut...Bunda maria yang penuh kasih... doakanlah kami yang berdosa ini ....
Thomas N. 6 bulanBaca lebih lanjut...