^
^
| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
Sesi telah kadaluarsa
Silakan masuk log lagi. Laman login akan dibuka di jendela baru. Setelah berhasil login, Anda dapat menutupnya dan kembali ke laman ini.
Leo XIV Serukan Dirinya “Sudah Satu” dengan Anglikan, “Ortodoks”, dll.
Di 25 Jan. 2026, Anti-Paus Leo XIV melangsungkan suatu acara doa ekumenis lain yang penuh dosa berat. Ini adalah ibadat vesper ekumenis di Basilika St. Paulus di luar Tembok. Acara ini mengikutsertakan orang-orang dari sekte Anglikan, berbagai sekte Protestan dan “Ortodoks” Timur. Video kami, Vatikan II Adalah Agama Baru, menunjukkan bahwa berpartisipasi dalam ibadat doa bersama dengan kalangan bidah notorius & perwakilan sekte-sekte non-Katolik, selalu dilarang oleh ajaran Katolik. Kegiatan semacam ini berdosa berat & merupakan perwujudan bidah. Patut dicatat juga bahwa Anglikan menerima “imam” perempuan, kontrasepsi, perceraian, “pernikahan kembali”, “kemitraan” sesama jenis, dan lain sebagainya.
Sekiranya ibadat doa bersama ini belum cukup buruk juga, pada acara itu, Anti-Paus Leo XIV memberi homili. Isinya menyesatkan ajaran St. Paulus di Efesus 4. Dia juga menerapkan ajaan soal kesatuan Gereja Kristus kepada kaum bidah & skismatis. Diserukannya bahwa kalangan tersebut juga berbagi iman yang sama. Dan juga, dia menyatakan: “Kita adalah satu! Kita sudah satu!”
Leo XIV, Homili pada Ibadat Vesper Ekumenis¸ Basilika St. Paulus di luar Tembok, Minggu, 25 Januari 2026, bersama Anglikan, “Ortodoks” dan Protestan Lain-Lain: “Dalam ayat dari Surat kepada Jemaat di Efesus yang dipilih sebagai tema untuk Pekan Doa tahun ini, kita berulang kali mendengar kata sifat ‘satu’: satu tubuh, satu Roh, satu harapan, satu iman, satu baptisan, satu Allah (bdk. Ef 4:4-6). Saudara-saudari terkasih, bagaimanakah kata-kata yang terilhami ini tidak menyentuh lubuk hati kita? Bagaimana bisa hati kita tidak terbakar dalam diri kita ketika mendengar perkataan ini?
Ya, ‘kita berbagi iman yang sama akan Allah Maha Esa yang tunggal, Bapa semua orang; kita bersama-sama mengakui satu Tuhan dan Putra Allah benar, Yesus Kristus, dan satu Roh Kudus, yang mengilhami kita serta mendorong kita menuju kesatuan penuh dan kesaksian bersama akan Injil‘ (Surat Apostolik In Unitate Fidei, 23 November 2025, 12). Kita adalah satu! Kita sudah satu! Marilah kita mengakuinya, mengalaminya dan membuatnya terlihat!” (terjemahan b. Indonesia dari dokumen berbahasa Inggris yang diambil dari https://www.vatican.va/content/leo-xiv/en/homilies/2026/documents/20260125-vespri-unita-cristiani.html)
Ini tentu saja bidah manifes. Protestan, “Ortodoks” Timur dan lain-lain yang membangkang terhadap Kepausan dan dogma Katolik yang mana pun, tidak memiliki iman. Mereka juga terasing dari Gereja Kristus, dan kita tidak bersekutu dengan mereka. Lebih lanjut soal ini, harap lihat kutipan-kutipan di bawah serta video/artikel ini.
Paus Leo XIII, Satis Cognitum #9, 29 Juni 1896: “Sebaliknya, barang siapa berselisih dengan kebenaran-kebenaran yang diwahyukan oleh Allah bahkan pada satu pasal pun, niscaya ia meninggalkan iman sepenuhnya, karena ia menolak untuk tunduk kepada Allah, sang Kebenaran Terluhur dan motif formal iman itu sendiri.”
Paus Eugenius IV, Konsili Florence, Surat bulla Cantate Domino, 1441:
“Maka, Gereja mengutuk, menolak, menganatema semua orang yang percaya akan pandangan-pandangan yang bertentangan atau berlawanan, dan mencela mereka sebagai orang-orang yang terasing dari tubuh Kristus yang adalah Gereja.”
Paus Pius XI, Mortalium Animos #11, 6 Januari 1928:
“Tiada orang yang berada di dalam Gereja Kristus yang tunggal ini, tiada orang yang tetap tinggal di dalamnya, tanpa mengakui dan menerima dengan penuh kepatuhan, otoritas serta kuasa milik Petrus serta para penerusnya yang sah.”
Paus Leo XIII, Satis Cognitum #9, 29 Juni 1896: “Adat Gereja selalu sama, dan juga diteguhkan oleh putusan semufakat [konsensus] para Bapa yang kudus. Mereka tentunya terbiasa menganggap siapa saja yang telah menyimpang sesedikit apa pun dari doktrin yang diajukan oleh Magisterium otoritatif, sebagai orang yang sama sekali bukan bagian dari persekutuan Katolik dan terasing dari Gereja.”
Leo XIV adalah seorang Anti-Paus bidah manifes. Mereka yang tidak memedulikan semua fakta ini dan terus memandangnya sebagai Paus, akan terkutuk. Dalam homili ini, Leo XIV juga merujuk kepada “Surat Apostolik”-nya baru-baru ini, In Unitate Fidei (tertanggal 23 Nov. 2025). Kami punya pos tentang surat tersebut: “Surat Apostolik” Baru Leo XIV In Unitate Fidei: Kekejian Ekumenis. Kami tunjukkan bahwa dokumennya, In Unitate Fidei itu, mengajarkan bidah yang sama yang dia wujudkan dalam ibadat vesper ekumenis ini. Bidah tersebut adalah posisi Vatikan II bahwa Protestan, “Ortodoks” dan lain-lain yang menolak ajaran Katolik merupakan bagian dari Gereja Kristus yang sama – suatu posisi sesat yang sudah dikutuk oleh Gereja Katolik.
Artikel-Artikel Terkait
Terima kasih sudah terbagi doa litani yg I dah ini. ❤️🙏✝️🙏
Hildebrand Avun. Bith 3 bulanBaca lebih lanjut...St Aloysius Gonzaga doakanlah kami. Bantulah kami maju dalam mengutamakan kerendahan hati setiap hari. 🙏
Kita 7 bulanBaca lebih lanjut...Pengamatan menarik. Lebih relevan lagi karena banyak dari materi kami membahas bidah-bidah & kemurtadan Vatikan II, yang melibatkan orang-orang yang mengaku Katolik, padahal sebenarnya tidak, karena banyak dari mereka telah...
Biara Keluarga Terkudus 9 bulanBaca lebih lanjut...Berarti anda tidak paham ttg arti katholik, jadi anda belajar yg tekun lagi spy cerdas dlm komen
Orang kudus 9 bulanBaca lebih lanjut...Anda bahkan tidak percaya bahwa Yesus mendirikan Gereja Katolik, dan anda menyebut diri Katolik. Sungguh sebuah aib. Yesus jelas-jelas mendirikan Gereja di atas Santo Petrus (Mat. 16:18-19), yakni Gereja Katolik,...
Biara Keluarga Terkudus 10 bulanBaca lebih lanjut...Membaca artikel-artikel di Website ini, aku ingat satu ayat di Kitab Amsal. "Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati."...
St. Paul 10 bulanBaca lebih lanjut...Saya katolik, tetapi hanya perkataan Yesus yang saya hormati, yaitu tentang cinta kasih. Yesus tidak mendirikan gereja katolik. Anda paham arti cinta kasih? Cinta kasih tidak memandang. Tuhan meminta kita...
Kapten.80 10 bulanBaca lebih lanjut...Terimakasih atas artikelnya, saya semakin mengerti perjalanan kerajaan raja salomo
Novriadi 11 bulanBaca lebih lanjut...Justru karena kami punya kasih Kristiani sejati kepada sesama kamilah, materi-materi kami ini kami terbitkan. St. Paulus mengajarkan, bahwa kita harus menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Gereja Katolik, satu-satunya lembaga...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Halo – devosi kepada Santa Perawan Maria itu krusial untuk keselamatan dan pengudusan jiwa. Namun, dan juga yang terpenting, orang harus 1) punya iman Katolik sejati (yakni, iman Katolik tradisional),...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...