Extra Ecclesiam nulla salus (EENS)Sekte Vatikan IIBukti dari Kitab Suci untuk KatolisismePadre PioBeritaLangkah-Langkah untuk BerkonversiKemurtadan Besar & Gereja PalsuIsu RohaniKitab Suci & Santo-santa
Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh DihadiriMartin Luther & ProtestantismeBunda Maria & Kitab SuciPenampakan FatimaRosario SuciDoa-Doa KatolikRitus Imamat BaruSakramen Pembaptisan

Kutipan Hari Ini

Orang Katolik sejati tidak memberi penguburan Kristiani bagi orang yang bunuh diri


28/06/2023

Spiritualitas

St. Bernardus (sekitar tahun 1130): “Dan demikianlah mereka binasa. Dalam lautan yang luas dan lebar ini mereka binasa secara demikian; karena mereka berpegang erat kepada hal-hal yang sementara, mereka kehilangan apa yang kekal, yang seandainya dahulu telah mereka genggam erat-erat, mereka mungkin akan dapat lolos [dari Neraka] dan menyelamatkan jiwa-jiwa mereka yang tak kenal maut.”

Doktrin

Penguburan Kristiani dilarang bagi orang-orang yang bunuh diri (larangan ini sudah ada sejak abad keempat) ....” (The Catholic Encyclopedia [Ensiklopedia Katolik], Vol. 3, hal. 72)

Ibadat pagan dikecam sebagai pengkhianatan terhadap negara pada abad ke-4


23/06/2023

Spiritualitas

Paus St. Gregorius Agung (sekitar tahun 600): “Maka barang siapa mengangkat hati dirinya dalam kecongkakan, barang siapa terbakar dengan demam ketamakan, barang siapa menodai dirinya dengan kecemaran hawa nafsu, ia menutup pintu gerbang hatinya terhadap masuknya Kebenaran, dan, jikalau Tuhan tidak mendapatkan jalan masuk, Ia mengencangkan pintu-pintu gerbangnya dengan kebiasaan-kebiasaan buruk sebagai induk kuncinya.”

Doktrin

“Agama Kristiani dinyatakan sebagai agama Kekaisaran Romawi oleh Teodosius pada tahun 392 M, dan ibadat pagan dikecam sebagai pengkhianatan terhadap negara.”

Gereja Katolik Tidak Dapat Dipandang Setara dengan Agama-Agama Lain


Spiritualitas

Barang siapa hendak mengumpulkan kebajikan tanpa kerendahan hati, ia membawa debu seraya menghadapi angin; dan di mana ia tampak memiliki sesuatu, dari tempat itu jugalah ia dibutakan dan menjadi lebih buruk.” (Paus St. Gregorius Agung, sekitar tahun 600)

Doktrin

Paus Leo XIII (1884) “ … karena agama Katolik adalah satu-satunya yang benar, agama ini tidak dapat menolerir agama-agama lainnya disetarakan dengan dirinya, tanpa mengalami penghinaan dan ketidakadilan yang terbesar.” (Surat ensiklik Humanum Genus)

Keperawanan Bunda Maria dahulu dan sekarang tetap tidak dapat hancur bahkan setelah kelahiran Yesus


18/06/2023

Spiritualitas

St. Louis de Montfort: “Kalau praktik ini [Devosi Sejati kepada Maria] ditaati dengan setia, anda akan memberi Yesus Kristus kemuliaan yang lebih besar dalam satu bulan ketimbang praktik-praktik lainnya selama bertahun-tahun, betapapun sulitnya praktik-praktik lain itu.” (True Devotion to Mary [Devosi Sejati kepada Maria] #222)

Doktrin

Paus St. Martinus I, Konsili Lateran, 649 Masehi, Kanon 3- “Barang siapa tidak secara layak dan sungguh-sungguh mengakui seturut para Bapa yang kudus, bahwa Maria yang tak bernoda, Bunda Allah yang Kudus dan selamanya Perawandengan keperawanannya yang tetap tidak dapat hancur bahkan setelah kelahiran-Nya, terkutuklah dia.” (Denzinger 256)

Devosi St. Efrem kepada Bunda Maria


17/06/2023

Spiritualitas

St. Alfonsus (sekitar tahun 1760): “ … devosi kepada Santa Perawan Maria dengan benar disebut oleh St. Efrem sebagai paspor untuk lolos dari Neraka.” (The Glories of Mary [Kemuliaan Maria], hal. 258)

Doktrin

St. Yohanes Krisostomus: “Sebab demikianlah sifat khusus dari iman yang sejati, sehingga tidak satu alasan pun dimintanya untuk asas-asas yang dilandasinya, namun hanya menaati apa yang diperintahkan.”

Ketidaktahuan akan misteri-misteri iman yang harus diketahui & dipercayai: alasan banyak orang terkutuk


16/06/2023

Spiritualitas

St. Patrisius: (sekitar tahun 470) tentang perjalanan-perjalanan misionarisnya: “Saya pergi ke tempat di mana anda berada dan ke segala tempat demi diri anda sembari menghadapi banyak mara bahaya, bahkan ke distrik-distrik yang terjauh, di luar mana tidak seorang pun hidup dan di mana tidak seorang pun pernah datang sebelumnya untuk membaptis, untuk menahbiskan imam, atau untuk menguatkan orang-orang.”

Doktrin

Paus Pius X (1905): “Dan dengan demikian, Pendahulu Kami, Benediktus XIV, memiliki alasan yang benar untuk berkata: ‘Kami menyatakan bahwa sejumlah besar orang yang terkutuk ke dalam hukuman yang abadi menderita malapetaka yang kekal itu akibat ketidaktahuan akan misteri-misteri iman yang harus diketahui dan dipercayai untuk menjadi terhitung dari antara orang-orang pilihan.’” (Acerbo Nimis #2)

Gereja Katolik tidak pernah menerima berhala


15/06/2023

Spiritualitas

St. Benediktus: “Kemalasan adalah musuh bagi jiwa ....”

Doktrin

Konsili Nicea II, 787: “Bagi mereka yang berani berkata bahwa Gereja Katolik pernah menerima berhala, Anatema!” (Sesi Ketujuh, Definisi Iman)

Sebuah Dunia Lain Muncul Berkat Jerih Payah Kristoforus Kolumbus


14/06/2023

Spiritualitas

“Sebelum aku pergi, dan tidak kembali lagi, ke negeri yang diliputi kabut kematian: ke negeri yang penuh derita dan gelap gulita, di mana ada bayangan maut, dan kekacaubalauan, di mana berdiam kengerian kekal.” (Ayub 10:21-22)

Doktrin

Paus Leo XIII (1902): “Berkat jerih payahnya [Kristoforus Kolumbus], ada sebuah dunia lain yang muncul dari pangkuan samudra yang tak terjelajahi: ratusan ribu insan telah dipulihkan dari kesurampekatan dan kegelapan kepada masyarakat madani umat manusia, serta beralih dari ibadat yang biadab kepada kelemahlembutan dan kemanusiaan; dan buah terbesar dari jerih payahnya, adalah karena mereka mengambil bagian dalam kebaikan-kebaikan yang berpangkal pada Yesus, dari kehancuran mereka telah dipulangkan kepada kehidupan kekal.” (Surat ensiklik, Quarto Abrupto)

“Pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba”


10/06/2023

Spiritualitas

Malaikat kepada Anak-Anak Fatima (1916): “Hati Yesus dan Hati Maria perhatian kepada suara permohonan-permohonan kalian.”

Doktrin

Dan. 7:9-10 – “Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya;  pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar; suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab.”

Keutamaan para Paus pada konsili-konsili


08/06/2023

Spiritualitas

“Dosa disebut … ‘sebuah noda pada jiwa.’ Noda adalah bintik atau markah yang buruk rupa yang menghancurkan apa yang cemerlang dan indah. Noda disebabkan oleh kontak dengan hal-hal yang mencemarkan dan tak layak. Dosa meredupkan atau melenyapkan kecemerlangan kodrat manusia yang disempurnakan; dosa melenyapkan hikmat dan rahmat Allah dalam jiwa. Maka dosa adalah sebuah noda pada jiwa. Yang kita bicarakan di sini adalah dosa berat, bukan dosa nyata yang disebut dosa ringan. Sebuah noda tetap ada setelah kontak yang menyebabkannya telah berhenti. Demikian pula, noda dari dosa yang berat tetap ada dalam jiwa setelah perbuatan dosa telah tuntas. Noda ini tidak dihapuskan selain dengan tindak kepulangan kembali melalui rahmat yang terpulihkan kepada kecantikan jiwa yang tak bercela.” (Mons. Paul J. Glenn, A Tour of the Summa, hal. 162).

Doktrin

St. Robertus Bellarmnius, Tentang Konsili-Konsili, Buku 1, Bab 19 : “[Keutamaan para Paus pada konsili-konsili] terbukti dari Konsili Apostolik, dalam Kisah Para Rasul 15, di mana Hieronimus menegaskan bahwa Petrus telah memimpin, dalam sepucuk surat kepada Agustinus, yang merupakan surat 11 dari antara surat-surat Agustinus. Demikian pula, dari [konsili] yang satu itu, disimpulkan bahwa Petrus bangkit pertama, berbicara pertama, mendefinisikan perkaranya pertama dan semua orang, seturut perkataan Hieronimus, mengikuti posisinya.”

^

>