Extra Ecclesiam nulla salus (EENS)Sekte Vatikan IIBukti dari Kitab Suci untuk KatolisismePadre PioBeritaLangkah-Langkah untuk BerkonversiKemurtadan Besar & Gereja PalsuIsu RohaniKitab Suci & Santo-santa
Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh DihadiriMartin Luther & ProtestantismeBunda Maria & Kitab SuciPenampakan FatimaRosario SuciDoa-Doa KatolikRitus Imamat BaruSakramen Pembaptisan

Kutipan Hari Ini

Bersama Allah, tiada yang lebih berharga daripada kebenaran


02/05/2024

Spiritualitas

St. Basilius, Surat 224: “Mereka telah menulis, sebagaimana yang telah mereka tulis, karya yang sepenuhnya – atau hampir sepenuhnya, sebab saya tidak ingin melebih-lebihkan – dusta, dalam rangka meyakinkan manusia dan bukan Allah, dan demi menyenangkan manusia dan bukan Allah, yang bersama-Nya tiada yang lebih berharga daripada kebenaran.”

Doktrin

St. Robertus Bellarminus: “ … dalam diri Allah, tiada apa-apa selain esensi dan relasi ....” (De Christo, Buku II, Bab 26)

Para kudus mencintai kesendirian


30/04/2024

Spiritualitas

“Di sini, ia [St. Ansgarius – abad IX] tinggal bersama rekan-rekan yang sedkit jumlahnya, dan setiap kali bisa terbebas dari pengkhotbahan dan tanggung jawab gerejawi serta gangguan-gangguan yang ditimbulkan oleh para penyembah berhala, ia tinggal di sini seorang diri, namun ia tidak pernah membiarkan kenyamanan dirinya sendiri, ataupun cintanya akan kesendirian, mengganggu kepentingan-kepentingan kawanan domba yang telah dipercayakan kepadanya.” (Ansgarius, Rasul Bangsa Utara)

Doktrin

Konsili Konstantinopel IV (869-870), Sesi 8, Para Legatus Romawi: “Bagi semua kaum bidah, anatema! … Bagi mereka yang dengan sepengetahuan mereka berkomunikasi dengan mereka yang menghina dan menista gambar-gambar terhormat, anatema! Bagi mereka yang berkata bahwa yang telah menyelamatkan kita dari berhala-berhala itu lain dari Kristus Allah kita, anatema! Bagi mereka yang berani berkata bahwa Gereja Katolik pernah menerima berhala, anatema!”

Betapa Banyaknya Jiwa yang Terus-Menerus Hidup dalam Keadaan Pengutukan


27/04/2024

Spiritualitas

St. Vincentius A Paulo (1635): “Gemetar diri saya, ketika memikirkan jumlah jiwa yang terus-menerus hidup dalam keadaan pengutukan!”

Doktrin

St. Yohanes Krisostomus (370): “Maka marilah kita dalam segala hal menempatkan iman kita dalam Allah dan tak menentang-Nya dalam apa pun juga, sekalipun jua yang dikatakan tampak berlawanan dengan akal kita serta apa yang kita lihat. Hendaklah firman-Nya menjadi otoritas tertinggi bagi akal dan penglihatan.”

Orang Kristen sejati menjauhi kebobrokan-kebobrokan dunia


24/04/2024

Spiritualitas

Paus St. Gregorius VII (1082): “Janganlah heran, saudara-saudaraku yang amat terkasih, kalau anda dibenci dunia, sebab kita sendiri juga membangkitkan amarahnya terhadap diri kita sewaktu kita bertekad melawan hasratnya dan mengutuk pekerjaan-pekerjaannya. Sebab tidaklah mengherankan, kalau para pangeran dunia ini serta orang-orang kuasa di zaman ini membenci kita … karena menjauhi kebobrokan mereka ….”

Doktrin

St. Robertus Bellarminus tentang relasi dalam Tritunggal: “Ada beberapa orang yang membandingkan Bapa dengan mata air, yang memberi dan tidak menerima; Putra dengan Sungai, yang menerima dan memberi; Roh Kudus dengan danau, yang menerima dan tidak mengalihkan airnya ke tempat lain.” (De Christo, Buku II, Bab 27) 

Orang jahat membela mereka yang seperti diri mereka sendiri, demi melindungi kefasikan diri mereka sendiri


21/04/2024

Spiritualitas

Paus St. Gregorius VII, 15 Maret 1081: “ … sebab jalannya kaum terkutuk adalah berjuang melindungi kefasikan diri mereka sendiri demi membela mereka yang seperti diri mereka sendiri, sebab menurut mereka, kebinasaan akibat dusta bukanlah apa-apa.”

Doktrin

St. Afrahat, Bapa Gereja Suriah (336): “Sebab dari Pembaptisan, kita menerima Roh Kristus. Pada saat yang sama para imam memanggil Roh Kudus, terbukalah Surga, dan turunlah Dia serta hinggaplah diri-Nya di atas air; dan mereka yang dibaptis mengenakan Dia. Sebab Roh tidak ada pada mereka yang lahir dari daging, sampai mereka datang kepada air kelahiran kembali; dan lalu mereka menerima Roh Kudus.”

Yesus menyembunyikan kebenaran-Nya dari orang angkuh


18/04/2024

Spiritualitas

St. Vincentius Ferrer: “Yesus Kristus, yang telah mengajarkan kerendahan hati kepada kita melalui teladan-Nya sendiri, menyembunyikan kebenaran-Nya dari orang angkuh, dan hanya mewahyukannya kepada orang rendah hati.”

Doktrin

St. Sirilus dari Yerusalem (350): “Maka asas dan ajaran agung Gereja Katolik, adalah kepercayaan akan kebangkitan orang mati -- asas agung yang paling diperlukan, namun ditentang banyak orang … orang-orang Yunani menentangnya, orang-orang Samaria tidak memercayainya, kaum bidah memutilasinya.”

Para malaikat pemberontak dicampakkan ke Neraka agar disiksa


16/04/2024

Spiritualitas

“ … Allah tidak menyayangkan para malaikat yang dahulu berdosa, namun membelenggu mereka dengan rantai alam maut dan mencampakkan mereka ke dalam Neraka agar disiksa, dan disimpan untuk pengadilan.” (2 Pet. 2:4 - Alkitab Douay-Rheims)

Doktrin

Kesalahan-Kesalahan Petrus Abelardus #10: “Bahwa mereka tidak berdosa, mereka yang, akibat ketidaktahuan, telah menyalibkan Kristus, dan bahwa segala sesuatu yang dilakukan karena ketidaktahuan tidak boleh dianggap dosa.” – Dikutuk.

Setelah jatuh sakit, St. Hieronimus bertekad untuk selama-lamanya meninggalkan segala sesuatu yang menghalangi dirinya dari Allah


11/04/2024

Spiritualitas

“Di Antiokhia, St. Hieronimus jatuh sakit parah, dan bertekad untuk selama-lamanya meninggalkan segala sesuatu yang menghalangi dirinya dari Allah. Besar sekali cintanya akan sastra Latin Klasik lama dan tidak disukainya gaya bahasa Kitab Suci yang tidak anggun. Dalam sebuah mimpi yang telah digambarkannya kepada kita dengan sangat rinci, Kristus tampak padanya dalam rupa seorang hakim yang keras, yang menegurnya berat-berat dan mencambuknya tanpa belas kasihan karena dia lebih peduli menjadi pengikut Cicero yang baik daripada menjadi orang Kristen yang baik. Ketika terbangun, ia bersumpah sejak hari itu akan membaktikan kecerdasannya demi kajian Kitab Suci.” (Laux, Church History [Sejarah Gereja], hal. 136)

Doktrin

“Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat --yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus--dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa.” (1 Tim. 6:3-4)

Damai macam apa yang bisa ditemukan jiwa penuh dosa?


Spiritualitas

St. Alfonsus: “Di kehidupan ini, para pendosa mengusir ingatan dan pikiran tentang kematian, dan dengan demikian mencari damai (meskipun mereka tak pernah menemukannya) dengan menjalani kehidupan dosa; namun ketika mereka berada dalam kegelisahan maut, menjelang masuknya mereka ke alam baka, ‘ketika ketakutan mendatangi mereka, mereka akan mencari damai, dan damai tidak ada’, mereka tidak lagi bisa melarikan diri dari hati nurani mereka yang jahat; mereka akan mencari damai, namun damai macam apa yang bisa ditemukan oleh jiwa yang penuh dosa, yang menyengatnya ibarat segerombolan ular beludak? (Persiapan Kematian, Pertimbangan VI – Kematian Pendosa)

Doktrin

Paus Gregorius XVI: “ … tiada suatu hal pun dikurangi dari hal-hal yang telah didefinisikan secara kanonik dan agar tiada suatu hal pun diubah atau ditambahkan kepadanya, tetapi agar hal-hal yang sama itu, baik di dalam kata-katanya serta maknanya, dijaga sehingga tak terjamah.” (Mirari Vos, 15 Agustus 1832)

Hal-hal ini memisahkan manusia dari Tubuh Kristus, yang adalah Gereja


05/04/2024

Spiritualitas

St. Louis de Montfort: “ … Bapa Kami serta Salam Maria yang telah kita daraskan dengan penuh devosi berulang-ulang kali, dan yang kita sertai dengan tindak-tindak penitensi yang baik, tidak akan pernah layu dan mati, dan keindahannya beribu-ribu tahun sejak sekarang akan tetap sama dengan hari ini.” (Rahasia Rosario, Mawar Merah)

Doktrin

Paus Pius XII, Mystici Corporis Christi (#23), 29 Juni 1943: “ ... tidak semua dosa, betapapun berat dan besarnya dosa itu, sedemikian rupa adanya sehingga oleh karena hakikatnya sendiri memisahkan seseorang dari Tubuh Gereja, seperti dosa skisma, atau bidah, atau kemurtadan.”

^

>