Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
St. Basilius, Surat 224: “Mereka telah menulis, sebagaimana yang telah mereka tulis, karya yang sepenuhnya – atau hampir sepenuhnya, sebab saya tidak ingin melebih-lebihkan – dusta, dalam rangka meyakinkan manusia dan bukan Allah, dan demi menyenangkan manusia dan bukan Allah, yang bersama-Nya tiada yang lebih berharga daripada kebenaran.”
St. Robertus Bellarminus: “ … dalam diri Allah, tiada apa-apa selain esensi dan relasi ....” (De Christo, Buku II, Bab 26)
“Di sini, ia [St. Ansgarius – abad IX] tinggal bersama rekan-rekan yang sedkit jumlahnya, dan setiap kali bisa terbebas dari pengkhotbahan dan tanggung jawab gerejawi serta gangguan-gangguan yang ditimbulkan oleh para penyembah berhala, ia tinggal di sini seorang diri, namun ia tidak pernah membiarkan kenyamanan dirinya sendiri, ataupun cintanya akan kesendirian, mengganggu kepentingan-kepentingan kawanan domba yang telah dipercayakan kepadanya.” (Ansgarius, Rasul Bangsa Utara)
Konsili Konstantinopel IV (869-870), Sesi 8, Para Legatus Romawi: “Bagi semua kaum bidah, anatema! … Bagi mereka yang dengan sepengetahuan mereka berkomunikasi dengan mereka yang menghina dan menista gambar-gambar terhormat, anatema! Bagi mereka yang berkata bahwa yang telah menyelamatkan kita dari berhala-berhala itu lain dari Kristus Allah kita, anatema! Bagi mereka yang berani berkata bahwa Gereja Katolik pernah menerima berhala, anatema!”
St. Vincentius A Paulo (1635): “Gemetar diri saya, ketika memikirkan jumlah jiwa yang terus-menerus hidup dalam keadaan pengutukan!”
St. Yohanes Krisostomus (370): “Maka marilah kita dalam segala hal menempatkan iman kita dalam Allah dan tak menentang-Nya dalam apa pun juga, sekalipun jua yang dikatakan tampak berlawanan dengan akal kita serta apa yang kita lihat. Hendaklah firman-Nya menjadi otoritas tertinggi bagi akal dan penglihatan.”
Paus St. Gregorius VII (1082): “Janganlah heran, saudara-saudaraku yang amat terkasih, kalau anda dibenci dunia, sebab kita sendiri juga membangkitkan amarahnya terhadap diri kita sewaktu kita bertekad melawan hasratnya dan mengutuk pekerjaan-pekerjaannya. Sebab tidaklah mengherankan, kalau para pangeran dunia ini serta orang-orang kuasa di zaman ini membenci kita … karena menjauhi kebobrokan mereka ….”
St. Robertus Bellarminus tentang relasi dalam Tritunggal: “Ada beberapa orang yang membandingkan Bapa dengan mata air, yang memberi dan tidak menerima; Putra dengan Sungai, yang menerima dan memberi; Roh Kudus dengan danau, yang menerima dan tidak mengalihkan airnya ke tempat lain.” (De Christo, Buku II, Bab 27)
St. Vincentius Ferrer: “Yesus Kristus, yang telah mengajarkan kerendahan hati kepada kita melalui teladan-Nya sendiri, menyembunyikan kebenaran-Nya dari orang angkuh, dan hanya mewahyukannya kepada orang rendah hati.”
St. Sirilus dari Yerusalem (350): “Maka asas dan ajaran agung Gereja Katolik, adalah kepercayaan akan kebangkitan orang mati -- asas agung yang paling diperlukan, namun ditentang banyak orang … orang-orang Yunani menentangnya, orang-orang Samaria tidak memercayainya, kaum bidah memutilasinya.”
“ … Allah tidak menyayangkan para malaikat yang dahulu berdosa, namun membelenggu mereka dengan rantai alam maut dan mencampakkan mereka ke dalam Neraka agar disiksa, dan disimpan untuk pengadilan.” (2 Pet. 2:4 - Alkitab Douay-Rheims)
Kesalahan-Kesalahan Petrus Abelardus #10: “Bahwa mereka tidak berdosa, mereka yang, akibat ketidaktahuan, telah menyalibkan Kristus, dan bahwa segala sesuatu yang dilakukan karena ketidaktahuan tidak boleh dianggap dosa.” – Dikutuk.
“Di Antiokhia, St. Hieronimus jatuh sakit parah, dan bertekad untuk selama-lamanya meninggalkan segala sesuatu yang menghalangi dirinya dari Allah. Besar sekali cintanya akan sastra Latin Klasik lama dan tidak disukainya gaya bahasa Kitab Suci yang tidak anggun. Dalam sebuah mimpi yang telah digambarkannya kepada kita dengan sangat rinci, Kristus tampak padanya dalam rupa seorang hakim yang keras, yang menegurnya berat-berat dan mencambuknya tanpa belas kasihan karena dia lebih peduli menjadi pengikut Cicero yang baik daripada menjadi orang Kristen yang baik. Ketika terbangun, ia bersumpah sejak hari itu akan membaktikan kecerdasannya demi kajian Kitab Suci.” (Laux, Church History [Sejarah Gereja], hal. 136)
“Jika seorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat --yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus--dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, ia adalah seorang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa.” (1 Tim. 6:3-4)
St. Alfonsus: “Di kehidupan ini, para pendosa mengusir ingatan dan pikiran tentang kematian, dan dengan demikian mencari damai (meskipun mereka tak pernah menemukannya) dengan menjalani kehidupan dosa; namun ketika mereka berada dalam kegelisahan maut, menjelang masuknya mereka ke alam baka, ‘ketika ketakutan mendatangi mereka, mereka akan mencari damai, dan damai tidak ada’, mereka tidak lagi bisa melarikan diri dari hati nurani mereka yang jahat; mereka akan mencari damai, namun damai macam apa yang bisa ditemukan oleh jiwa yang penuh dosa, yang menyengatnya ibarat segerombolan ular beludak? (Persiapan Kematian, Pertimbangan VI – Kematian Pendosa)
Paus Gregorius XVI: “ … tiada suatu hal pun dikurangi dari hal-hal yang telah didefinisikan secara kanonik dan agar tiada suatu hal pun diubah atau ditambahkan kepadanya, tetapi agar hal-hal yang sama itu, baik di dalam kata-katanya serta maknanya, dijaga sehingga tak terjamah.” (Mirari Vos, 15 Agustus 1832)
St. Louis de Montfort: “ … Bapa Kami serta Salam Maria yang telah kita daraskan dengan penuh devosi berulang-ulang kali, dan yang kita sertai dengan tindak-tindak penitensi yang baik, tidak akan pernah layu dan mati, dan keindahannya beribu-ribu tahun sejak sekarang akan tetap sama dengan hari ini.” (Rahasia Rosario, Mawar Merah)
Paus Pius XII, Mystici Corporis Christi (#23), 29 Juni 1943: “ ... tidak semua dosa, betapapun berat dan besarnya dosa itu, sedemikian rupa adanya sehingga oleh karena hakikatnya sendiri memisahkan seseorang dari Tubuh Gereja, seperti dosa skisma, atau bidah, atau kemurtadan.”
^