^
^
| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
Sesi telah kadaluarsa
Silakan masuk log lagi. Laman login akan dibuka di jendela baru. Setelah berhasil login, Anda dapat menutupnya dan kembali ke laman ini.
Surat Bulla Laetentur Caeli - Paus Eugenius IV, Konsili Florence, 1439 - Dogma Filioque
Surat Bulla Persatuan dengan Orang-Orang Yunani “Laetentur Caeli”, di Konsili Florence
AKTA KONSILI SUCI DAN EKUMENIS FLORENCE[1]
EUGENIUS, Uskup, hamba para hamba Allah.
Untuk kenangan sepanjang masa:
Laetentur caeli et exultet terra. - Hendaklah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorai![2] Tembok yang dahulu memisahkan Gereja Barat dan Timur telah luluh lantak di tengah-tengah kita. Telah datang kembali damai sejahtera dan kerukunan, sebab Ia, yang telah mempersatukan dua bangsa[3], Kristus, batu penjuru[4] itu, telah kembali mempersatukan kedua Gereja dengan ikatan kuasa kasih dan damai sejahtera, dan menjaga mereka dalam kesatuan sepanjang masa. Sesudah melanglangnya mega dukacita berkepanjangan, sesudah berdiamnya gelap perselisihan besar nan mencekam hari demi hari, persatuan yang didamba-dambakan oleh semua orang itu pun baru saja bercahaya ibarat pelita terang keteduhan. Maka hendaknya Gereja, Bunda kita, bersukacita, sebab dirinya melihat para putranya yang sampai sekarang masih saling berselisih itu telah kembali dalam persatuan. Bunda Gereja dahulu kala dengan getirnya menangisi perpisahan mereka, namun sekarang, dengan sukacita tak terperi, ia pun memanjatkan pujian syukur kepada Allah Yang Mahakuasa oleh sebab persatuan mereka yang mengagumkan itu. Hendaknya semua umat beriman di seluruh alam semesta saling mengucapkan selamat, dan hendaknya semua orang Kristen bersukacita bersama Gereja Katolik, Bunda mereka. Sebab lihatlah, para Bapa Barat dan Timur, sesudah lama melakukan diskusi dan perdebatan, terpapar bahaya di laut maupun di darat, dan usai menaklukkan segala kelelahan mereka, telah berkumpul, bersuka ria dan penuh kerinduan dalam konsili ekumenis ini. Mereka rindu persatuan suci, mereka rindu kembali membina kasih yang lawas itu; dan niatan mereka itu pun tiada gagal. Sebab sesudah bersusah payah melakukan penyelidikan, mereka pada akhirnya tercerahkan oleh kebaikan Roh Kudus dan mencapai persatuan adisuci yang amat diidam-idamkan ini.
Lantas siapa gerangan yang sanggup menghaturkan pujian syukur yang memadai bagi Allah Yang Mahakuasa atas kebaikan-Nya ini? Siapa gerangan yang tidak takjub dengan kerahiman ilahi yang berlimpah-limpah ini? Hati siapa gerangan yang sedemikian keras ibarat besi, sehingga tak luluh dengan kebaikan sedemikian besarnya dari Yang Mahatinggi? Ini semua merupakan karya Allah, dan bukan hasil kerja manusia yang lemah. Dengan demikian, semuanya itu haruslah kita terima dalam rasa hormat luar biasa dan atas semuanya itu haruslah kita memuji Allah. Engkaulah yang patut dimuliakan, Engkaulah yang empunya pujian syukur, wahai Kristus, sumber segala kerahiman, Engkau yang telah mendatangkan kebaikan sedemikian besar kepada Mempelai-Mu, Gereja Katolik, dan Engkaulah yang telah menggegapgempitakan mukjizat-mukjizat kebaikan-Mu di antara keturunan Kami, agar semua orang memberitakan keajaiban-keajaiban-Mu. Sebab Allah telah mengaruniakan kita anugerah yang sungguh luar biasa besar, bahwasanya pemberian ilahi. Dengan mata kepala Kami, Kami melihat sendiri yang sungguh didamba-dambakan oleh para pendahulu Kami, dan yang tak mampu mereka saksikan.
Maka dari itu, dengan berhimpunnya kaum Latin dan kaum Yunani di konsili suci ekumenis ini, mereka telah memperlihatkan semangat hati tulus, terutama ketika mereka berdiskusi dengan saksama dan dengan sungguh menyelidiki pasal terkait prosesi Roh Kudus. Usai dituangkannya bukti-bukti dari kitab-kitab ilahi serta otoritas beberapa orang Doktor kudus dari Timur dan Barat, telah ditemukan bahwa beberapa berkata bahwa Roh Kudus berasal dari Bapa dan Putra, sedangkan yang lain berkata bahwa Roh Kudus berasal dari Bapa melalui Putra; namun diakui bahwa dengan rumusan yang berbeda-beda itu, mereka semua hendak mengungkapkan doktrin yang sama.
Dari pihak kaum Yunani, mereka telah menyatakan bahwa dengan berkata bahwa Roh Kudus berasal dari Bapa, mereka tidak bermaksud meniadakan prosesi Roh Kudus dari Putra; namun telah mereka imbuhkan bahwa mereka dahulu pantang berkata bahwa Roh Kudus berasal dari Bapa dan Putra, sebab dalam pikiran mereka, dengan merumuskan doktrin ini, kaum Latin tampak mengungkapkan bahwa Roh Kudus berasal dari dua pangkal dan dua spirasi (embusan)[5].
Dari pihak kaum Latin, mereka telah menyatakan bahwa dengan berkata bahwa Roh Kudus berasal dari Bapa dan Putra, mereka tidak bermaksud menyangkal Bapa sebagai sumber dan pangkal segala ketuhanan, baik ketuhanan Roh Kudus maupun ketuhanan Putra; dan bahwa dengan berkata bahwa Roh Kudus berasal dari Putra, mereka tidak bermaksud berkata bahwa prosesi ini (Roh Kudus dari Putra) tidak dimiliki oleh Putra dari Bapa, ataupun mengadakan dua pangkal dan dua spirasi; namun sebaliknya, mereka telah menyatakan (seperti yang selalu mereka nyatakan) bahwa hanya ada satu pangkal dan satu prosesi Roh Kudus.
Dan dari semua penjelasan ini, tertuang satu tafsir kebenaran yang sama. Itulah sebabnya, dalam kebulatan suara, dalam semangat dan pemikiran yang satu dan sama, mereka telah membuat keputusan dan bermufakat dalam persatuan kudus yang berkenan kepada Allah.
Maka dari itu, dalam nama Tritunggal Mahakudus: Bapa, Putra dan Roh Kudus, dengan sepersetujuan konsili suci dan universal Florence ini, Kami menetapkan bahwa kebenaran iman ini harus dipercayai dan diterima oleh semua orang Kristen, dan karena itu semua orang harus mengakuinya:
Bahwa Roh Kudus, sepanjang segala keabadian adalah[6] dari Bapa dan Putra dan beroleh seluruh esensi serta keberadaan berdaulat-Nya dari Bapa sekaligus dari Putra, dan sepanjang segala keabadian berasal dari kedua-duanya, layaknya berasal dari satu pangkal dan dari satu spirasi yang esa. Kami mendeklarasikan bahwa dengan berkata bahwa Roh Kudus berasal dari Bapa melalui Putra, harus dipahami bahwa para Doktor dan Bapa kudus bermaksud mengajarkan bahwa menurut kaum Yunani, Putra bersama Bapa merupakan sebab keberadaan Roh Kudus; sedangkan menurut kaum Latin, Putra bersama Bapa merupakan pangkal keberadaan Roh Kudus. Dengan melahirkan Putra Tunggal-Nya, Bapa telah memberikan segala sesuatu yang Dia miliki kepada Putra (kecuali keberadaan-Nya sendiri sebagai Bapa). Dengan demikian, berasalnya Roh Kudus dari Putra merupakan atribut milik Putra yang didapatkan-Nya dari Bapa sepanjang segala keabadian, Bapa yang bahwasanya melahirkan Putra sejak segala keabadian.
Selain itu, Kami mendefinisikan bahwa penjelasan yang terdiri dari kata-kata Filioque (dan Putra) telah ditambahkan kepada Simbol Iman dengan alasan benar, secara sah dan akibat kebutuhan yang dahulu mendesak, demi mengungkapkan kebenaran.
Demikian pula, bahwa tubuh Tuhan kita Yesus Kristus dikonsekrasikan secara sungguh dalam roti gandum beragi maupun tak beragi, dan bahwa para imam dapat mengonsekrasikan roti yang satu maupun yang lain itu, namun dilakukan seturut adat Gerejanya, Barat atau Timur.
Demikian pula, jikalau orang-orang yang sungguh-sungguh bertobat, mati dalam kasih Allah sebelum berbuat silih dengan penitensi memadai untuk kesalahan-kesalahan dan kelalaian-kelalaian mereka, lantas sesudah kematian, jiwa mereka ditahirkan dengan siksaan Purgatorium (Api Penyucian). Supaya mereka boleh dientaskan dari hukuman-hukuman itu, pertolongan para umat beriman yang masih hidup berdaya guna bagi mereka, yaitu kurban Misa, doa-doa, derma serta ofisi-ofisi kesalehan lain yang terbiasa diadakan oleh para umat beriman yang satu untuk yang lain, seturut ketetapan-ketetapan Gereja.
Jiwa-jiwa yang sesudah pembaptisan, sama sekali tidak menderita noda dosa macam apa pun; dan jiwa-jiwa yang telah menderita noda dosa dan sudah dibersihkan dari noda tersebut, baik ketika masih bersatu dengan raga, atau sesudah kematian (seperti dikatakan di atas), Kami katakan bahwa jiwa-jiwa ini langsung disambut di Surga dan dengan jelas melihat Allah Tritunggal, namun ada yang melihat dengan lebih sempurna daripada yang lain, sesuai dengan jasa yang dimilikinya.
Adapun jiwa-jiwa dari mereka yang mati dalam dosa berat nyata, atau hanya dalam dosa asal saja, langsung turun ke dalam Neraka. Namun demikian, mereka akan disiksa dengan hukuman-hukuman yang berbeda-beda.
Demikian pula, Kami mendefinisikan bahwa Takhta Suci Apostolik dan Paus Roma memiliki keutamaan[7] atas seluruh alam semesta; bahwa Paus Roma yang sama ini adalah penerus Petrus terberkati, pangeran para rasul, bahwa ialah vikaris sejati Kristus, kepala segenap Gereja[8], bapa dan pengajar semua orang Kristen, dan kepadanya, dalam pribadi Petrus terberkati, Tuhan kita Yesus Kristus telah memberikan kuasa paripurna untuk menggembalakan, memimpin dan memerintah Gereja universal, sebagaimana termuat juga[9] dalam akta-akta konsili-konsili ekumenis dan dalam kanon-kanon suci.
Untuk memperbarui tatanan[10] yang ditetapkan dalam kanon-kanon, Kami mendefinisikan tatanan para Patriark terhormat lainnya secara demikian, yakni bahwa Patriark Konstantinopel menempati urutan kedua setelah Paus Roma tersuci, Patriark Aleksandria ketiga, Patriark Antiokhia keempat dan Patriark Yerusalem kelima, dengan semua privilese serta hak mereka namun demikian terjaga utuh.
Diberikan di Florence, pada sesi publik sinodal, yang dilangsungkan dengan khidmat di Gereja Santa Maria Mayor, tahun 1439 Penjelmaan Tuhan kita, pada hari Senin, 6 Juli, hari kedua indiksi, tahun 6947 penciptaan dunia, dan tahun keenam Masa Kepausan Kami.
(Disusul tanda tangan Paus Eugenius IV, Kaisar Yohanes Paleologus, para Legatus Patriark, para Kardinal serta semua klerus Timur dan Barat yang hadir di konsili ekumenis ini.)
Catatan kaki:
Diterjemahkan dari sumber berbahasa Prancis berikut.
Revue de l’orient chrétien [Jurnal Kristen Timur], Tahun I, Paris, Bureau des œuvres d’Orient & la librairie E. Leroux, 1896, hal. 309-314
[1] Naskah orisinalnya ditemukan dalam bahasa Latin dalam karya Thomas de Jésus, edisi Migne, hal. 451, serta dalam karya yang berjudul La Russie sera-t-elle catholique ? [Akankah Rusia Menjadi Katolik?] oleh Romo Gagarin dari Serikat Yesus, Paris, Douniol, 1856, serta dalam bahasa Yunani, dalam karya yang sudah dikutip dari M. Pitzipios.
[2] Ayat dari Mazmur XCV ini dinyanyikan pada Introit di hari Epifani.
[3] Santo Paulus kepada Jemaat di Efesus, bab II ayat 14.
[4] Yesaya bab XXVIII, ayat 16, dan surat Santo Paulus kepada Jemaat di Efesus, bab II, ayat 20.
[5] spirationibus, πνεύσεων
[6] est, ἐστί
[7] tenere primatum, τό πρωτεῖον κατέχειν
[8] caput, κεφαλήν
[9] Etiam. – Dalam bahasa Yunani και
[10] Tujuan utama definisi ini adalah mengakui Takhta Konstantinopel dengan peringkatnya yang tadinya diperdebatkan beberapa kali. Ihwal ini, harap lihat surat Paus Nikolas I kepada Mikhael Bogoris, Raja bangsa Bulgaria (Histoire de Photius, oleh Kepala Biara Jager, edisi ke-2, hal. 138 dan 165, serta Illyricum sacrum, pada Lampiran tomus VIII, Venesia, 1819.)
Artikel-Artikel Terkait
Terima kasih sudah terbagi doa litani yg I dah ini. ❤️🙏✝️🙏
Hildebrand Avun. Bith 3 bulanBaca lebih lanjut...St Aloysius Gonzaga doakanlah kami. Bantulah kami maju dalam mengutamakan kerendahan hati setiap hari. 🙏
Kita 7 bulanBaca lebih lanjut...Pengamatan menarik. Lebih relevan lagi karena banyak dari materi kami membahas bidah-bidah & kemurtadan Vatikan II, yang melibatkan orang-orang yang mengaku Katolik, padahal sebenarnya tidak, karena banyak dari mereka telah...
Biara Keluarga Terkudus 9 bulanBaca lebih lanjut...Berarti anda tidak paham ttg arti katholik, jadi anda belajar yg tekun lagi spy cerdas dlm komen
Orang kudus 10 bulanBaca lebih lanjut...Anda bahkan tidak percaya bahwa Yesus mendirikan Gereja Katolik, dan anda menyebut diri Katolik. Sungguh sebuah aib. Yesus jelas-jelas mendirikan Gereja di atas Santo Petrus (Mat. 16:18-19), yakni Gereja Katolik,...
Biara Keluarga Terkudus 10 bulanBaca lebih lanjut...Membaca artikel-artikel di Website ini, aku ingat satu ayat di Kitab Amsal. "Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati."...
St. Paul 10 bulanBaca lebih lanjut...Saya katolik, tetapi hanya perkataan Yesus yang saya hormati, yaitu tentang cinta kasih. Yesus tidak mendirikan gereja katolik. Anda paham arti cinta kasih? Cinta kasih tidak memandang. Tuhan meminta kita...
Kapten.80 10 bulanBaca lebih lanjut...Terimakasih atas artikelnya, saya semakin mengerti perjalanan kerajaan raja salomo
Novriadi 11 bulanBaca lebih lanjut...Justru karena kami punya kasih Kristiani sejati kepada sesama kamilah, materi-materi kami ini kami terbitkan. St. Paulus mengajarkan, bahwa kita harus menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Gereja Katolik, satu-satunya lembaga...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Halo – devosi kepada Santa Perawan Maria itu krusial untuk keselamatan dan pengudusan jiwa. Namun, dan juga yang terpenting, orang harus 1) punya iman Katolik sejati (yakni, iman Katolik tradisional),...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...