Extra Ecclesiam nulla salus (EENS)Sekte Vatikan IIBukti dari Kitab Suci untuk KatolisismePadre PioBeritaLangkah-Langkah untuk BerkonversiKemurtadan Besar & Gereja PalsuIsu RohaniKitab Suci & Santo-santa
Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh DihadiriMartin Luther & ProtestantismeBunda Maria & Kitab SuciPenampakan FatimaRosario SuciDoa-Doa KatolikRitus Imamat BaruSakramen Pembaptisan

Kutipan Hari Ini

Marilah kita belajar menjalani hidup Kristiani


15/06/2024

Spiritualitas

Sewaktu kita mendengar suara Allah memanggil kita untuk menjadi bajik, kita tidak boleh menunda. Iblis, ujar St. Basilius (sekitar tahun 363), tidak menganjurkan kita supaya berpaling sama sekali dari Allah, namun agar kita menunda pertobatan kita untuk masa yang akan datang. Ia mencuri waktu kita di masa kini, dan memberi kita harapan akan masa depan. Namun sewaktu tiba saatnya, ia juga mencurinya dengan cara yang sama; dan dengan demikian, dengan memberikan kita kenikmatan di masa kini, ia merampok segenap hidup kita dari diri kita sendiri.” (Komentar Haydock untuk Alkitab Douay-Rheims, hal. 1264)

Doktrin

St. Ignatius dari Antiokhia (sekitar tahun 105): “Maka dari itu marilah kita menjadi murid Kristus dan marilah kita belajar menjalani kehidupan Kristiani. Sebab barang siapa terpanggil dengan nama yang lain selain nama ini bukanlah milik Kristus … Sungguh durjana untuk berbicara tentang Kristus dan mempraktikkan agama Yahudi.” (Surat kepada Jemaat di Magnesia)

Ketika St. Fransiskus Xaverius Rayakan Misa pada Pesta St. Mikhael Malaikat Agung


12/06/2024

Spiritualitas

St. Fransiskus Xaverius, Jan. 1548: “Di negeri ini, ada suatu bangsa yang merupakan musuh Injil; mereka ini adalah bangsa Yavar. Mereka percaya bahwa mereka beroleh hidup kekal, ketika telah menyembelih leher sesama mereka … Orang-orang Yavar ini mengorbankan banyak orang Kristiani. Salah satu pulau yang sering dikunjungi terguncang sepenuhnya oleh gempa bumi, dan pulau itu terus-menerus memuntahkan lidah-lidah api dan abu dari perutnya. Orang-orang pribumi menyatakan bahwa dahsyatnya kebakaran bawah tanah tersebut begitu besarnya, sehingga bebatuan yang menopang kota itu hampir hangus sama sekali … yang sering terjadi adalah bebatuan besar yang terbakar menyala mencurat ke udara, dan akibat besarnya bebatuan itu, tampak seperti batang pohon yang amat besar. Orang-orang pribumi bertanya kepada saya, apakah sebab dari bencana-bencana alam ini: jawab saya kepada mereka, [api bawah tanah] itu merupakan gambaran daerah dalam Neraka, yang ke dalamnya para penyembah berhala akan dicampakkan. Gempa buminya begitu dahsyat sehingga pada hari pesta Santo Mikhael Malaikat Agung, sewaktu saya sedang merayakan Kurban Suci dalam gereja, tanahnya berguncang dengan begitu hebat, sehingga saya sungguh khawatir akan menyaksikan altarnya runtuh. Mungkin Santo Mikhael pada saat itu sedang mencampakkan ke dasar jurang maut, semua malaikat jahat yang di negeri itu melawan ibadat kepada Allah benar, dan yang telah dihancurkannya dengan kuasa bala tentara surgawinya.”

Doktrin

Paus Leo XIII (1890): “Bahwasanya barang siapa tidak memanen bersama Gereja dan bersama Gereja Kristus, mencerai-beraikan, dan mereka yang tidak bertarung dalam persatuan dengan Dia dan dengan Gereja-Nya, dengan teramat niscaya merupakan musuh Allah” (Sapientiae Christianae #17, 10 Jan.)

Orang Kristen yang menghujat melakukan kejahatan mengerikan


02/06/2024

Spiritualitas

Paus Leo XII, Charitate Christi (#11), 25 Des. 1825: “Sebagai contoh, penghujatan, kejahatan yang mengerikan itu. Siapakah yang pernah percaya bahwa kejahatan itu dapat terdengar di kalangan orang Kristen? Namun demikian tiada daerah mana pun di mana sumpah tidak diambil dengan gegabah, dan nama Allah yang menakutkan itu digunakan secara tidak hormat di setiap negeri. Beberapa orang bahkan berani menghujat Dia yang dimuliakan oleh para malaikat. Dengan semangat yang membara, carilah dan seranglah ketidaksalehan ini yang merupakan penghinaan yang sedemikian besarnya kepada Allah.”

Doktrin

St. Siprianus (252): “Gehena yang membakar untuk selama-lamanya serta hukuman dilahap oleh lidah-lidah api yang hidup akan menghanguskan orang terkutuk; pun takkan ada cara orang tersiksa itu dapat beroleh jeda ataupun akhir dari siksaan-siksaannya … takkan ada gunanya menangis, dan doa pun tak berarti.”

Para bidah dari zaman kuno dan kaum Protestan dari zaman modern


30/05/2024

Spiritualitas

Paus St. Leo Agung, Khotbah 9, 444: “Lantas siapakah yang takkan gemetar ngeri akan siksaan kekal ini? Siapakah yang tak takut akan kejahatan-kejahatan yang tak pernah berkesudahan?”

Doktrin

Paus Pius IX, Nostis et Nobiscum, 8 Des. 1849:
“Itulah sebabnya para bidah dari zaman kuno dan kaum Protestan dari zaman modern, yang sedemikian terpecah-belahnya di dalam opini-opini mereka, selalu setuju dalam hal menyerang otoritas Takhta Apostolik; Takhta yang sama sekali tidak pernah dapat mereka bujuk dengan suatu tipu daya maupun dengan suatu muslihat pun untuk menolerir satu pun dari kesalahan-kesalahan mereka.”

Allah telah memutuskan bahwa mereka yang mereduksi keberadaan manusia menjadi kehidupan sekarang ini tidak akan mendapat Surga


24/05/2024

Spiritualitas

St. Maksimus Pengaku Iman: “Sebab keadilan ilahi telah memutuskan, bahwa mereka yang mereduksi keberadaan manusia menjadi kehidupan sekarang ini, dan yang membanggakan kekayaan, kesehatan jasmaniah, dan berbagai penghormatan, serta mereka yang percaya bahwa hal-hal ini saja yang merupakan berkat dan menganggap hal-hal yang baik bagi jiwa tidak bernilai, tidak akan dianggap layak menerima bagian dalam hal-hal ilahi dan kekal, yang sama sekali tidak mereka pikirkan, oleh karena ketertarikan mereka yang luar biasa pada hal-hal duniawi ….”

Doktrin

Paus St. Inosensius I (414): “Tetapi, hal yang diberitahukan oleh Fraternitas anda tentang apa yang dikhotbahkan oleh para pengikut Pelagius, bahwa bahkan tanpa rahmat Pembaptisan, bayi-bayi dapat dikaruniai dengan pahala kehidupan kekal, adalah hal yang sangat bodoh.”

Usai hidup ini, makanan sedap dan pakaian mahal akan hilang ibarat asap


20/05/2024

Spiritualitas

St. Bonifasius (716 M): “Hal-hal fana berlalu cepat-cepat, namun keabadian yang tak pernah pudar akan segera menjemput kita. Segala harta dunia ini, seperti emas, perak, batu mulia dengan segala warna, makanan sedap dan lezat serta pakaian mahal, lenyap bagaikan bayang-bayang, hilang ibarat asap, larut seperti buih di lautan.”

Doktrin

St. Ignatius (110): “Janganlah sesat, saudaraku: para pembejat keluarga tidak akan mewarisi Kerajaan Allah. Dan kalau mereka yang melakukan hal-hal ini menurut daging harus menderita maut, apalagi kalau seorang manusia merusakkan iman akan Allah dengan ajaran jahat, iman yang deminya Yesus Kristus telah disalibkan? Orang yang sedemikian busuknya akan dibuang ke dalam api yang tak terpadamkan; dan akan seperti itu pula setiap orang yang mendengarkannya.”

Keselamatan adalah milik agama Katolik


16/05/2024

Spiritualitas

Yesaya 66:2 – “Tangan-Kulah yang membuat semuanya ini, sehingga semuanya ini terjadi, demikianlah firman Tuhan. Tetapi kepada orang inilah Aku memandang: kepada orang yang rendah hati dan remuk rohnya dan gentar kepada firman-Ku.”

Doktrin

St. Agustinus (428): “Keselamatan yang dipunya agama ini tiada pernah kekurangan bagi siapa saja yang patut mendapatkannya; dan barang siapa kekurangan keselamatan itu, tidak patut mendapatkannya.”

Ada berbagai macam sekte bidah di masa St. Ambrosius


10/05/2024

Spiritualitas

St. Louis De Montfort (1706): “Kalau anda berkenan, buatkanlah saya jalan baru menuju Yesus, dan lapisilah jalan itu dengan segala jasa orang-orang terberkati, hiasilah jalan itu dengan kebajikan-kebajikan mereka yang gagah perwira, sinarilah dan riasilah jalan itu dengan segala terang dan kecantikan para malaikat, dan biarlah semua malaikat dan orang kudus ada di sana secara pribadi, untuk mendampingi, membela serta menopang mereka yang siap berjalan di sana; sesungguhnya, saya berkata dengan berani, dan saya ulangi yang saya katakan itu dengan segenap ketulusan hati, akan lebih saya sukai jalan Maria tak bernoda yang sempurna, daripada jalan yang baru itu.” (True Devotion to Mary [Devosi Sejati kepada Maria] #158)

Doktrin

St. Ambrosius (382): “Waktu sehari saja tidak cukup untuk menyebutkan nama-nama semua sekte bidah yang berbagai macam itu.”

Orang yang menyimpang dari kebenaran mengalami pembutaan pikiran dan akal


09/05/2024

Spiritualitas

“Sebab para pelacur berbangga diri dalam aib serta praktik-praktik mereka yang memalukan, dan terbiasa mencemooh mereka yang hidup secara terhormat; sebab ‘roh yang saleh adalah kekejian bagi para pendosa’ [Sirakh 1:25].”

Doktrin

Akta-Akta Konsili Nicea II, Sesi 6, 787: “Penyimpangan dari kebenaran adalah pembutaan pikiran dan akal.”

St. Atanasius: “hukum sama sekali tidak diindahkan, namun segala macam kejahatan dilakukan di mana-mana”


03/05/2024

Spiritualitas

St. Atanasius, Tentang Penjelmaan (#5), 318 M: “ … mereka telah menjadi tak terpuaskan dalam berbuat dosa. Sebab ada percabulan di mana-mana dan pencurian, dan seisi dunia penuh pembunuhan dan penjarahan. Dan adapun korupsi serta kejahatan, hukum sama sekali tidak diindahkan, namun segala macam kejahatan dilakukan di mana-mana, baik secara perorangan maupun secara berkelompok. Kota-kota berperang satu sama lain, dan bangsa-bangsa bangkit melawan bangsa-bangsa; dan seluruh dunia dilanda huru-hara serta peperangan; setiap orang berlomba-lomba dengan sesamanya dalam perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum. Kejahatan-kejahatan melawan kodrat pun tidak jauh dari mereka, namun seperti yang dikatakan oleh Rasul dan saksi Kristus: Karena para wanita mereka mengubah fungsi yang wajar menjadi yang bertentangan dengan kodrat, dan demikian juga para pria, dengan meninggalkan fungsi wanita yang wajar, para pria terbakar oleh hawa nafsu mereka seorang terhadap yang lain, laki-laki dengan laki-laki melakukan perbuatan-perbuatan keji, dan mereka sendiri menerima ganjaran yang setimpal dengan kesesatan mereka.”

Doktrin

Pada zaman Kaisar Valens (abad ke-4), Basilius hampir menjadi satu-satunya Uskup yang ortodoks di seluruh Dunia Timur yang berhasil mempertahankan yurisdiksi takhtanya … Jika hal ini sama sekali tidak memiliki makna yang lain bagi manusia modern, hendaknya suatu pengetahuan akan sejarah Arianisme setidak-tidaknya membuktikan bahwa Gereja Katolik tidak memperhitungkan popularitas dan jumlah dalam hal membentuk dan menjaga doktrin: jika tidak, sejak masa yang lampau itu, kita akan harus meninggalkan Basilius, Hilarius, Atanasius, dan Liberius serta Ossius dan menyebut diri kita sendiri pengikut Arius.” (W.A. Jurgens, The Faith of the Early Fathers [Iman Bapa-Bapa Gereja Perdana], Vol. 2, hal. 3.)

^

>