Extra Ecclesiam nulla salus (EENS)Sekte Vatikan IIBukti dari Kitab Suci untuk KatolisismePadre PioBeritaLangkah-Langkah untuk BerkonversiKemurtadan Besar & Gereja PalsuIsu RohaniKitab Suci & Santo-santa
Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh DihadiriMartin Luther & ProtestantismeBunda Maria & Kitab SuciPenampakan FatimaRosario SuciDoa-Doa KatolikRitus Imamat BaruSakramen Pembaptisan

Kutipan Hari Ini

Negara tidak diizinkan untuk memperlakukan berbagai macam agama secara setara


19/12/2021

Spiritualitas

“Allah memandang dari Surga anak-anak manusia untuk melihat apakah ada yang bijak, yang mencari Allah.” (Mazmur 53:2)

Doktrin

Paus Leo XIII (1885): “Negara tidak diizinkan, sebagaimana pula individu tidak diizinkan, baik untuk mengabaikan segala tanggung jawab keagamaan maupun untuk memperlakukan berbagai macam agama secara setara … Demikianlah, oleh karena itu, ajaran Gereja Katolik sehubungan dengan Konstitusi Negara.” (Immortale Dei #34-36)

Allah tidak mungkin menyetujui semua sekte yang mengakui ajaran-ajaran sesat


18/12/2021

Spiritualitas

“Dan Daud berkata: Tuhan, yang telah membebaskan diriku dari cengkeraman singa, dan dari cengkeraman beruang, Ia akan membebaskan daku dari tangan orang Filistin ini [Goliat]. Dan Saul berkata kepada Daud: Pergilah, dan semoga Tuhan menyertaimu.” (1 Raja-Raja 17:37)

Doktrin

Paus Leo XII (1824): “Allah yang Mahabenar, yang adalah Kebenaran itu sendiri, sang Penyedia yang terbaik dan terbijaksana tidak mungkin menyetujui semua sekte yang mengakui ajaran-ajaran sesat yang sering kali tidak konsisten satu dengan yang lainnya dan saling berkontradiksi, dan untuk menganugerahkan imbalan yang abadi kepada para anggota dari sekte-sekte itu … dengan iman yang ilahi Kami percaya akan satu Tuhan, satu iman, satu pembaptisan … Itulah mengapa Kami mengakui bahwa tidak terdapat keselamatan di luar Gereja.” (Ubi Primum #14)

Negara dilarang oleh keadilan dan akal budi untuk menjadi tidak bertuhan


16/12/2021

Spiritualitas

“Sewaktu pertengahan siang hari tiba [ketiga anak Fatima] luar biasa laparnya, dan pergi ke [tanah] tegalan untuk mencari makanan. Fransisco mencicip beberapa biji pohon ek yang tumbuh dari azinheira yang sekarang cukup hijau warnanya sehingga dapat dimakan, dan ia merasa bahwa biji-bijian itu dapat dimakan. Jacinta berpendapat bahwa jika biji-bijian itu begitu lezat, dan jika mereka memakannya, maka itu bukanlah pengorbanan bagi mereka. Lantas, ia mengumpulkan beberapa biji pohon ek lainnya di bawah pohon ek yang besar dan mulai mengunyah biji-bijian itu. Ia mengakui: Ya, biji-bijian itu memang pahit. Tetapi ia hendak mempersembahkan rasa yang tidak enak itu demi konversi para pendosa.” (Our Lady of Fatima [Bunda Maria dari Fatima], hal. 58.)

Doktrin

Maka dari itu, Negara dilarang oleh keadilan, dan dilarang oleh akal budi sendiri untuk menjadi tidak bertuhan; atau untuk mengambil rangkaian tindakan yang menuntun kepada ketidakbertuhanan, yakni, untuk memperlakukan berbagai agama (sebagaimana yang mereka katakan) secara setara, dan untuk menganugerahkan kepada semua agama tanpa dibeda-bedakan, hak-hak yang setara. Itulah sebabnya, karena pengakuan akan satu agama diperlukan di dalam Negara, satu-satunya agama yang harus diakui itu adalah agama yang benar ….” (Libertas #21)

Semua orang yang terkutuk telah binasa akibat tidak berdoa


15/12/2021

Spiritualitas

St. Alfonsus (sekitar tahun 1760): “Semua orang yang terkutuk telah binasa akibat tidak berdoa. Seandainya saja mereka telah berdoa, mereka tidak akan telah binasa. Dan inilah, dan yang akan merupakan, siksaan mereka yang terbesar di dalam Neraka, yakni, untuk berpikir tentang betapa mudahnya mereka mungkin telah dapat diselamatkan, hanya dengan meminta rahmat kepada Allah; tetapi bahwa sekarang sudah terlambat adanya – waktu berdoa sudah berakhir.”

Doktrin

Silabus Kesalahan-Kesalahan Modern, #77: “Di zaman ini, bahwa agama Katolik harus merupakan satu-satunya agama negara sehingga agama-agama lain dilarang, sudah bukan lagi hal yang pantas.” – Dikutuk oleh Paus Pius IX, 8 Desember 1864.

Segala sesuatu yang tersisa dari orang-orang yang agung dari dunia ini adalah seser[oj debu yang terkurung di dalam sebuah makam


14/12/2021

Spiritualitas

St. Alfonsus (sekitar tahun 1760): “ … para pangeran dan raja di dunia ini … tak ada yang tersisa dari mereka selain makam pualam besar … yang sekarang hanya berguna mengajarkan kita bahwa segala yang tersisa dari orang-orang agung di dunia ini hanyalah seserpih debu yang terkurung dalam makam. St. Bernardus bertanya: ‘Katakan kepada saya, di manakah para pecinta dunia ini?’ dan ia menjawab, ‘Tiada yang tersisa dari diri mereka selain abu dan belatung.’”

Doktrin

Paus Pius IX (1862): " ... barangsiapa bukan anggota Gereja, dan memakan Anak Domba, telah menjadi cemar.” (Amantissimus #3)

Sakramen-sakramen apa yang membekaskan suatu tanda atas jiwa?


13/12/2021

Spiritualitas

“Berbahagialah orang-orang yang membasuh jubah mereka di dalam darah Anak Domba: sehingga mereka dapat memiliki suatu hak atas pohon kehidupan, dan dapat masuk ke dalam kota itu melalui gerbang-gerbangnya. Namun, yang berada di luar adalah anjing-anjing, dan para tukang sihir, dan para pezina, dan para pembunuh, serta setiap orang yang mencintai dan membuat dusta.” (Wahyu 22:14-15)

Doktrin

Paus Paulus III (1547): “Barangsiapa akan berkata bahwa di dalam ketiga sakramen ini, yakni, pembaptisan, penguatan, dan imamat, tidak dibekaskan suatu tanda atas jiwa, yakni, suatu markah rohani tertentu yang tak terhapuskan, yang oleh karena itu sakramen-sakramen tersebut tidak dapat diulangi: terkutuklah dia.”

"Benua-benua itu sepenuhnya masih belum dikenal dan di mana terdapat jutaan orang yang perlu diselamatkan" - Santo di antara Orang Barbar


12/12/2021

Spiritualitas

“[Sebagai seorang Novis Yesuit, 1625, St.] Isaac Jogues membayangkan di dalam pikiran-pikirannya masa depan di mana ia dapat mengerahkan segenap tenaganya dalam pelayanan terhadap Allah. Ia memiliki ambisi untuk menjelajahi negeri-negeri pagan dan kafir yang jauh sebagai misionaris. Khayalannya membawanya kepada kerasulan India, di mana St. Fransiskus Xaverius telah dahulu mengonversikan ribuan orang; ke Cina dan Jepang, di mana para Yesuit pada waktu itu sedang melawan para bonze [biarawan pagan]; ke negeri-negeri Amerika, di mana benua-benua itu sepenuhnya masih belum dikenal dan di mana terdapat jutaan orang yang perlu diselamatkan.” (Francis Talbot, Saint Among Savages [Santo di antara Orang Barbar])

Doktrin

Paus Pius IV (1565): “Tanpa ragu-ragu saya menerima dan mengakui semua doktrin (terutama yang berkenaan dengan keutamaan Paus Roma dan otoritas pengajarannya yang infalibel) yang diwariskan, didefinisikan, dan dijelaskan oleh kanon-kanon suci dan konsili-konsili ekumenis dan terutama dari Konsili Trente yang amat kudus ini ....” (Pengakuan Iman di Konsili Trente)

Paus St. Pius V tentang Gereja yang Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik


11/12/2021

Spiritualitas

Paus St. Pius V, Regnans in Excelsis, 25 Feb. 1570: “ ... begitu banyak jumlah orang fasik, dan mereka pun bertumbuh menjadi begitu kuatnya, sehingga tiada suatu pun bagian dari dunia yang belum mereka coba bejatkan oleh doktrin-doktrin jahat mereka ....”

Doktrin

Paus St. Pius V, Regnans in Excelsis, 25 Feb. 1570: “Yurisdiksi yang berdaulat dari Gereja Katolik yang Satu, Kudus dan Apostolik (di luar mana tidak terdapat keselamatan), telah diberikan oleh-Nya, yang kepada-Nya segala kekuatan di dalam Surga dan di atas bumi telah diserahkan, sang Raja yang memimpin dari tempat tinggi, hanya kepada satu orang di muka bumi, yaitu kepada Petrus, Pangeran dari para Rasul, dan kepada penerus Petrus, Uskup Roma. Ialah yang telah ditetapkan oleh-Nya di atas segala bangsa dan di atas segala kerajaan ....”

Hal-hal duniawi tidak pernah mampu memuaskan keinginan-keinginan dari jiwa manusia


10/12/2021

Spiritualitas

St. Alfonsus (sekitar tahun 1760): “Hal-hal duniawi tidak pernah mampu memuaskan keinginan-keinginan dari jiwa manusia … manusia tidak pernah mampu menikmati kebahagiaan selain dengan memiliki keilahian. Kebenaran ini terbukti sejak berabad-abad; sebab seandainya hal-hal dari hidup ini dapat memuaskan hati manusia, para raja dan pangeran, yang bermandikan kekayaan, penghormatan, serta kenikmatan-kenikmatan daging, seharusnya melewatkan hari-hari mereka hanya dalam kebahagiaan dan sukacita yang penuh. Tetapi sejarah dan pengalaman bersaksi bahwa mereka adalah orang-orang yang paling tidak bahagia dan tidak puas …”

Doktrin

Paus Paulus III, Konsili Trente, Sesi 6, Bab 3, ex cathedra: “Tetapi walaupun Kristus wafat untuk semua orang, tidak semua orang menerima jasa dari kematian-Nya, melainkan hanya mereka yang telah disampaikan jasa dari Sengsara-Nya..

Allah memandang orang yang rendah hati dengan mata yang penuh kasih sayang


09/12/2021

Spiritualitas

St. Alfonsus (sekitar tahun 1760): “Allah, ujar St. Agustinus, berdiri di tempat yang tinggi; jika anda merendahkan diri anda sendiri, Ia akan turun kepada anda; jika anda meninggikan diri anda sendiri, Ia akan berlari dari diri anda … Ia memandang orang yang rendah hati dengan mata yang penuh kasih sayang, tetapi orang yang bangga hanya ditatap-Nya dari kejauhan.”

Doktrin

St. Alfonsus Liguori (1787): “Seandainya seorang Paus, sebagai orang pribadi, jatuh ke dalam bidah, ia akan pada waktu yang bersamaan jatuh dari Kepausan.”

^

>