^
^
| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
Sesi telah kadaluarsa
Silakan masuk log lagi. Laman login akan dibuka di jendela baru. Setelah berhasil login, Anda dapat menutupnya dan kembali ke laman ini.
Mengapa Kasih Adalah yang Terbesar dari Iman, Harapan dan Kasih?
Fondasi dari kasih adalah iman yang murni dan tidak ternodai (Paus Pius XI). Lalu, kok, malah kasih yang terbesar dari iman, harapan dan kasih (1 Kor. 13:13)?
Paus Pius XI, Mortalium Animos #9, 6 Jan. 1928: “Tentunya tiada orang yang tak tahu, bahwa Santo Yohanes sendiri, Rasul Cinta Kasih, dia yang dalam Injilnya menyingkapkan dalam suatu cara tertentu, rahasia-rahasia hati Kudus Yesus, Rasul yang tiada henti-hentinya mewanti-wanti para umatnya tentang hukum baru itu: Kasihilah sesamamu manusia, secara mutlak melarang segala hubungan dengan mereka yang tidak mengakui doktrin Kristus utuh dan murni: Barang siapa datang kepada kalian dan tidak membawa doktrin ini, janganlah kalian menerimanya dalam rumah kalian dan janganlah kalian memberi salam kepadanya. [2 Yohanes 10] ... fondasi dari kasih adalah iman yang murni dan tidak ternodai ....”
1 Korintus 13:13 – “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”
Jawabannya: kasih adalah yang menggerakkan atau menghidupkan iman. Maka dari itu, kasih disebut sebagai wujud iman. Orang yang punya iman tanpa kasih, memiliki iman tak berwujud (fides informis), sedangkan orang yang punya iman dan kasih, memiliki iman berwujud (fides formata).
St. Tomas Aquinas, Summa Theologiae, Bagian II-II, Pertanyaan 4, Artikel 3, Jawaban kepada Penolakan 1: “Kasih disebut sebagai wujud iman, sebab melalui kasih, ungkapan iman disempurnakan dan diwujudkan.”
Iman tanpa kasih (iman tak berwujud) itu mati, tak bernyawa dan kosong. Iman seperti itu tidak hidup ataupun bergerak.
Yakobus 2:17 – “Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.”
Yakobus 2:20 – “ ... maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong?”
Yakobus 2:26 – “Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.”
Kasih adalah pemersatu manusia dengan Allah. Meski kasih tidak bisa ada tanpa iman, namun memiliki kasih (karena kasih adalah penyempurna iman) niscaya berarti bahwa seseorang memiliki iman (yakni, iman yang bekerja oleh kasih, Galatia 5:6) dan dipersatukan dengan Allah. Inilah alasannya, kasih adalah yang terbesar.
Galatia 5:6 – “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.”
Harap dicatat juga: di dalam Dekret tentang Pembenaran pada Konsili Trente, ada ajaran bahwa para katekumen tidak memiliki iman yang mengaruniakan kehidupan kekal, sampai mereka dibaptis. Di situ ada juga ajaran bahwa ketika para katekumen dibaptis, mereka dikaruniakan iman, harapan dan kasih. Semakin banyak bukti bahwa tidak ada orang yang bisa selamat tanpa Sakramen Pembaptisan.
Konsili Trente, Dekret tentang Pembenaran, Sesi 6, Bab 7:
“Karena itu, melalui Yesus Kristus, yang ke dalam-Nya orang itu dicangkokkan, manusia dalam pembenaran tersebut menerima semua hal ini yang dicurahkan sekaligus kepadanya bersama dengan pengampunan dosa: iman, harapan dan kasih. Sebab tanpa disertai harapan dan kasih, iman tidak bersatu secara sempurna dengan Yesus Kristus, dan tidak menjadikan manusia sebagai anggota yang hidup dalam tubuh-Nya. Oleh karena alasan ini, sangatlah tepat ketika ada perkataan bahwa ‘iman tanpa perbuatan adalah mati’ dan tidak berguna, dan ‘dalam Kristus Yesus, bersunat atau tidak bersunat tidak berguna apa-apa, namun iman yang bekerja melalui kasih’. Seturut tradisi apostolik, para katekumen mengemis iman ini dari Gereja sebelum sakramen Pembaptisan, ketika mereka mengemis ‘iman yang mengaruniakan kehidupan kekal’, yang tidak dapat dikaruniakan iman tanpa harapan dan kasih. Oleh sebab itu mereka segera mendengar kata-kata Kristus: ‘jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah’.”
Terima kasih sudah terbagi doa litani yg I dah ini. ❤️🙏✝️🙏
Hildebrand Avun. Bith 3 bulanBaca lebih lanjut...St Aloysius Gonzaga doakanlah kami. Bantulah kami maju dalam mengutamakan kerendahan hati setiap hari. 🙏
Kita 7 bulanBaca lebih lanjut...Pengamatan menarik. Lebih relevan lagi karena banyak dari materi kami membahas bidah-bidah & kemurtadan Vatikan II, yang melibatkan orang-orang yang mengaku Katolik, padahal sebenarnya tidak, karena banyak dari mereka telah...
Biara Keluarga Terkudus 8 bulanBaca lebih lanjut...Berarti anda tidak paham ttg arti katholik, jadi anda belajar yg tekun lagi spy cerdas dlm komen
Orang kudus 9 bulanBaca lebih lanjut...Anda bahkan tidak percaya bahwa Yesus mendirikan Gereja Katolik, dan anda menyebut diri Katolik. Sungguh sebuah aib. Yesus jelas-jelas mendirikan Gereja di atas Santo Petrus (Mat. 16:18-19), yakni Gereja Katolik,...
Biara Keluarga Terkudus 9 bulanBaca lebih lanjut...Membaca artikel-artikel di Website ini, aku ingat satu ayat di Kitab Amsal. "Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati."...
St. Paul 9 bulanBaca lebih lanjut...Saya katolik, tetapi hanya perkataan Yesus yang saya hormati, yaitu tentang cinta kasih. Yesus tidak mendirikan gereja katolik. Anda paham arti cinta kasih? Cinta kasih tidak memandang. Tuhan meminta kita...
Kapten.80 9 bulanBaca lebih lanjut...Terimakasih atas artikelnya, saya semakin mengerti perjalanan kerajaan raja salomo
Novriadi 10 bulanBaca lebih lanjut...Justru karena kami punya kasih Kristiani sejati kepada sesama kamilah, materi-materi kami ini kami terbitkan. St. Paulus mengajarkan, bahwa kita harus menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Gereja Katolik, satu-satunya lembaga...
Biara Keluarga Terkudus 12 bulanBaca lebih lanjut...Halo – devosi kepada Santa Perawan Maria itu krusial untuk keselamatan dan pengudusan jiwa. Namun, dan juga yang terpenting, orang harus 1) punya iman Katolik sejati (yakni, iman Katolik tradisional),...
Biara Keluarga Terkudus 12 bulanBaca lebih lanjut...