^
^
| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
Sesi telah kadaluarsa
Silakan masuk log lagi. Laman login akan dibuka di jendela baru. Setelah berhasil login, Anda dapat menutupnya dan kembali ke laman ini.
Paus Leo Agung Gambarkan Jahatnya Kaum Manikhea
Kaum Manikhea adalah kaum dualis radikal, yang percaya akan dua pangkal tertinggi yang saling bersaing. Mereka juga percaya banyak bidah terkait.
“Manikheisme adalah agama yang didirikan Manikheus orang Persia pada paruh akhir abad ketiga. Paham ini mengaku-ngaku sebagai sintesis sejati semua sistem keagamaan yang diketahui pada waktu itu, dan sebetulnya terdiri dari Dualisme Zoroastrian, dongeng Babilonia, etika Buddhis serta sedikit tambahan superfisial tertentu dari unsur-unsur Kristiani. Karena teori dua pangkal abadi, yang baik dan yang jahat, merupakan unsur terutama dalam perpaduan ide-ide ini serta memberi corak pada paham ini secara keseluruhan, Manikheisme digolongkan sebagai bentuk Dualisme religius. Paham ini menyebar luar biasa cepat baik di Timur maupun di Barat, dan mempertahankan keberadaan sporadis serta terputus-putus di Barat (Afrika, Spanyol, Prancis, Italia Utara, Balkan) selama seribu tahun, namun berkembang pesat terutama di tanah kelahirannya (Mesopotamia, Babilonia, Turkestan) dan bahkan sampai lebih jauh lagi ke Timur di India Utara, Cina Barat serta Tibet, tempat sebagian besar populasinya, sekitar tahun 1000 M, menganut asas-asasnya dan juga merupakan tempat paham itu sirna pada waktu yang tidak pasti.” (J. Arendzen, “Manichaeism” [“Manikheisme], The Catholic Encyclopedia [Ensiklopedia Katolik], 1910)
Ada beberapa dari kaum Manikhea yang terlibat dalam ritus-ritus bejat. Mereka merupakan masalah besar pada masa Paus St. Leo Agung. Sri Paus mendeskripsikan kejahatan mereka dan memberi tahu orang Katolik supaya sama sekali tidak berkawan dengan mereka.
Paus St. Leo Agung, Khotbah 16, 12 Desember 443: “Namun meskipun Iblis mempertahankan supremasi yang senantiasa berbeda-beda atas semua bidah, namun telah dibangunnya sebuah benteng kota berlandaskan kegilaan kaum Manikhea. Dalam diri mereka, Iblis mendapati istana terleluasa, tempat dia melenggang-lenggok dan menyombongkan diri: sebab di sana, tak hanya dimilikinya satu rupa keyakinan sesat saja, namun perpaduan umum semua kesalahan dan ketidaksalehan. Sebab segala sesuatu yang musyrik dalam diri penyembah berhala, segala sesuatu yang buta dalam diri orang Yahudi kedagingan, segala sesuatu yang terlarang dalam rahasia-rahasia ilmu sihir, dan pada akhirnya, segala sesuatu yang nista dan menghujat dalam semua bidah, diramu bersama-sama dengan segala macam kotoran dalam diri orang-orang ini ibarat kata dalam sebuah kubangan. Dan itulah sebabnya terlalu panjang perkaranya, kalau harus digambarkan segala perbuatan tidak saleh mereka: sebab jumlah tuduhan terhadap mereka itu melampaui persediaan kata-kata saya … dalam sekte itu tidak didapati kesopanan, rasa hormat, atau kesucian macam apa pun juga: sebab hukum mereka adalah dusta, agama mereka adalah iblis, kurban mereka adalah keasusilaan. Dan dengan demikian, saudara-saudara yang amat terkasih, tinggalkanlah segala perkawanan dengan para penyebar wabah yang seutuh-utuhnya keji ini, dan telah didatangkan ramai-ramai ke kota akibat gangguan-gangguan pada distrik-distrik lain ….”
Terima kasih sudah terbagi doa litani yg I dah ini. ❤️🙏✝️🙏
Hildebrand Avun. Bith 3 bulanBaca lebih lanjut...St Aloysius Gonzaga doakanlah kami. Bantulah kami maju dalam mengutamakan kerendahan hati setiap hari. 🙏
Kita 7 bulanBaca lebih lanjut...Pengamatan menarik. Lebih relevan lagi karena banyak dari materi kami membahas bidah-bidah & kemurtadan Vatikan II, yang melibatkan orang-orang yang mengaku Katolik, padahal sebenarnya tidak, karena banyak dari mereka telah...
Biara Keluarga Terkudus 8 bulanBaca lebih lanjut...Berarti anda tidak paham ttg arti katholik, jadi anda belajar yg tekun lagi spy cerdas dlm komen
Orang kudus 9 bulanBaca lebih lanjut...Anda bahkan tidak percaya bahwa Yesus mendirikan Gereja Katolik, dan anda menyebut diri Katolik. Sungguh sebuah aib. Yesus jelas-jelas mendirikan Gereja di atas Santo Petrus (Mat. 16:18-19), yakni Gereja Katolik,...
Biara Keluarga Terkudus 9 bulanBaca lebih lanjut...Membaca artikel-artikel di Website ini, aku ingat satu ayat di Kitab Amsal. "Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati."...
St. Paul 9 bulanBaca lebih lanjut...Saya katolik, tetapi hanya perkataan Yesus yang saya hormati, yaitu tentang cinta kasih. Yesus tidak mendirikan gereja katolik. Anda paham arti cinta kasih? Cinta kasih tidak memandang. Tuhan meminta kita...
Kapten.80 9 bulanBaca lebih lanjut...Terimakasih atas artikelnya, saya semakin mengerti perjalanan kerajaan raja salomo
Novriadi 10 bulanBaca lebih lanjut...Justru karena kami punya kasih Kristiani sejati kepada sesama kamilah, materi-materi kami ini kami terbitkan. St. Paulus mengajarkan, bahwa kita harus menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Gereja Katolik, satu-satunya lembaga...
Biara Keluarga Terkudus 12 bulanBaca lebih lanjut...Halo – devosi kepada Santa Perawan Maria itu krusial untuk keselamatan dan pengudusan jiwa. Namun, dan juga yang terpenting, orang harus 1) punya iman Katolik sejati (yakni, iman Katolik tradisional),...
Biara Keluarga Terkudus 12 bulanBaca lebih lanjut...