^
^
| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
Sesi telah kadaluarsa
Silakan masuk log lagi. Laman login akan dibuka di jendela baru. Setelah berhasil login, Anda dapat menutupnya dan kembali ke laman ini.
St. Atanasius & Yohanes 16 Membuktikan Filioque
Meskipun anda kemungkinan tidak akan mendengar hal ini dari kalangan “Ortodoks” Timur, doktrin Filioque kuat didukung oleh sumber patristik (para Bapa Gereja). Akan makan terlalu banyak waktu hanya untuk membahas bagian besarnya sekalipun. Ada banyak kutipan pendukung Filioque yang bisa dipetik dari para Bapa Latin dan Barat. Tetapi, banyak orang tampaknya tidak menyadari bahwa doktrin Filioque juga kuat didukung oleh pernyataan-pernyataan yang dibuat oleh para Bapa Yunani dan Timur.
Contohnya, St. Atanasius, seorang Bapa Yunani, berulang kali mengajarkan bahwa Roh Kudus adalah Roh Putra. St. Atanasius juga membuat pernyataan-pernyataan lain yang sangat relevan pada topik kita ini. Mengenai Putra, St. Atanasius berkata:
St. Atanasius juga berkata demikian tentang Putra:
Dalam Diskursus III-nya Melawan Kaum Arian, St. Atanasius berkata:
Karena segala sesuatu milik Roh dimiliki-Nya dari Sabda, artinya Roh Kudus memiliki asal-muasal hipostatik dan kodrat ilahi-Nya dari Putra, seperti Dia memilikinya dari Bapa. Teks semacam ini jelas mendukung Filioque.
Teks selanjutnya dari St. Atanasius berkenaan dengan sebuah ayat di Yohanes 16, sebuah teks yang sangat amat penting. Maka dari itu, teks ini harus kita pertimbangkan, sebab ini merupakan bukti lain yang kuat mendukung Filioque. Seperti tercatat di Yohanes 16:13-15, Yesus menyatakan:
Di sini, kita membaca bahwa Roh Kudus akan memberitakan apa yang diterima/diambil-Nya dari Putra. Kalau Roh Kudus menerima/mengambil dari Putra, itu menyiratkan adanya sumber atau pangkal. Ini merupakan indikasi bahwa Putra, bersama dengan Bapa, merupakan pangkal/sumber abadi Roh Kudus, dan karena itu Roh Kudus beroleh asal-muasal hipostatik dan kodrat ilahi-Nya dari Putra dan juga dari Bapa. Ini membuktikan Filioque.
Untuk semakin paham alasannya, coba dipikirkan seperti ini: kita tahu bahwa Roh Kudus beroleh asal-muasal hipostatik dan kodrat ilahi-Nya dari Bapa melalui prosesi abadi. Dan dari prosesi abadi itu, Roh Kudus tidak kekurangan apa pun juga yang Dia punya.
Roh Kudus sama sekali tidak kekurangan kodrat ilahi, tidak kekurangan pengetahuan tentang masa depan, dan lain sebagainya. Maka dari itu, kalau Roh Kudus juga menerima atau mengambil dari Putra dalam hal memberitakan masa depan, itu hanya mungkin demikian kalau Roh Kudus beroleh asal-muasal hipostatik dan kodrat ilahi-Nya dari Putra dan juga dari Bapa.
Terkait soal ini, beberapa orang mungkin bertanya:
Fakta bahwa Kitab Suci menggambarkan Roh Kudus menerima seperti itu dari Putra, membuktikan bahwa ini merupakan rujukan kepada prosesi abadi dari Putra. Namun kala linguistik masa depan itu pantas, karena kata kerja dalam kala linguistik masa depan dapat digunakan untuk hal-hal abadi, dan Roh Kudus pada waktu itu juga akan memberitakan hal-hal kepada para Rasul di masa depan.
Dan juga, harap dipertimbangkan bahwa yang menjadi manusia hanyalah Putra Allah. Bapa dan Roh Kudus tidak menjadi manusia. Lantas, bagaimana bisa Roh Kudus, selaku pribadi ilahi yang tidak menjelma, menerima atau mengambil dari pribadi ilahi yang lain dalam memberitakan masa depan? Ini hanya mungkin berlangsung berkat prosesi abadi.
Itulah sebabnya, Roh Kudus secara abadi berasal dari Putra dan juga dari Bapa. Bahkan, ketika Yesus mengulangi pernyataan-Nya bahwa Roh Kudus akan menerima dari-Nya, pernyataan ini dikaitkan-Nya dengan kebenaran bahwa segala sesuatu yang Bapa punya adalah Aku punya. Karena Putra punya semua yang dipunya Bapa, dan Bapa mengembuskan Roh Kudus, lantas Putra juga mengembuskan Roh Kudus.
Harap diperhatikan juga, Yohanes 16:13 berkata bahwa Roh Kudus akan mengatakan “segala sesuatu yang didengar-Nya”. Ini merujuk kepada yang didengar Roh Kudus dari Putra; pada dasarnya serupa dengan perkataan Yesus tentang diri-Nya sendiri sehubungan Bapa.
Sewaktu Kristus berkata bahwa Dia tidak dapat melakukan apa pun dari diri-Nya sendiri, kecuali apa yang Dia lihat Bapa melakukannya, Dia tidak sedang berkata bahwa diri-Nya tidak punya kuasa, namun bahwa kodrat ilahi yang Dia punya berasal dari Bapa dan satu adanya dengan Dia dalam ketuhanan. Kristus sedang menjawab orang Yahudi yang berupaya membunuh -Nya, sebab Dia pernah berkata bahwa Allah adalah Bapa-Nya; dan karena itu bahwa Dia setara dengan Allah.
Maka, ketika Yesus berkata bahwa Dia tidak dapat melakukan apa pun dari diri-Nya sendiri, Dia sedang memberi petunjuk bahwa Dia bukan sesosok ilah pemberontak yang mencari-cari supaya dipuja sebagai Allah, berlawanan dengan Bapa, namun bahwa diri-Nya adalah satu Allah dengan Bapa, dan apa yang Dia miliki itu Dia peroleh dari Bapa. Karena alasan inilah Yesus berkata di Yohanes 5:26:
Terkait perkara Bapa “memperlihatkan” dan Putra “mendengar” di Yohanes 5, St. Tomas Aquinas berkomentar demikian:
Perihal “mendengar” dari Bapa ini merupakan indikasi bahwa kodrat Allah disalurkan kepada Putra dari Bapa. Dan seperti yang baru saja kita baca, Roh Kudus juga mendengar dari Putra.
Maka, sama halnya Kristus mendengar dari Bapa karena kodrat ilahi disalurkan kepada Putra dari Bapa, Roh Kudus juga “mendengar” dari Putra, karena kodrat ilahi disalurkan kepada Roh Kudus melalui prosesi abadi dari Putra dan juga dari Bapa.
Perhatikan juga, bahwa Yesus berkata demikian:
Karena Bapa mengembuskan Roh Kudus, Putra juga melakukannya.
Pada suratnya yang pertama kepada Serapion dan mengomentari Yohanes bab 16, St. Atanasius menyatakan:
Kalau Roh memiliki relasi kodrat yang sama terhadap Putra, dengan yang dimiliki Putra terhadap Bapa, itu hanya mungkin demikian kalau Roh Kudus beroleh asal hipostatik dan kodrat ilahi-Nya dari Putra, karena Putra memilikinya dari Bapa. Dengan demikian, Roh Kudus berasal dari Putra dan juga dari Bapa. Teks semacam ini jelas mendukung Filioque.
Masih ada lagi yang bisa kami bahas dari St. Atanasius, namun banyak perikop dari para Bapa semacam ini dihadirkan pada berbagai perdebatan di Konsili reunifikasi Florence, sehingga meyakinkan Besarion dari Nisea dan Isidorus dari Kiev (yang dahulunya terpisah dari Gereja Katolik) untuk menerima Filioque.
Mengenai perikop dari para Bapa yang mendukung Filioque, Besarion menulis:
Terima kasi suda berbagi doa ini.. 🙏🙏
Magdalena binti said 1 bulanBaca lebih lanjut...Terima kasih sudah terbagi doa litani yg I dah ini. ❤️🙏✝️🙏
Hildebrand Avun. Bith 6 bulanBaca lebih lanjut...St Aloysius Gonzaga doakanlah kami. Bantulah kami maju dalam mengutamakan kerendahan hati setiap hari. 🙏
Kita 10 bulanBaca lebih lanjut...Pengamatan menarik. Lebih relevan lagi karena banyak dari materi kami membahas bidah-bidah & kemurtadan Vatikan II, yang melibatkan orang-orang yang mengaku Katolik, padahal sebenarnya tidak, karena banyak dari mereka telah...
Biara Keluarga Terkudus 12 bulanBaca lebih lanjut...Berarti anda tidak paham ttg arti katholik, jadi anda belajar yg tekun lagi spy cerdas dlm komen
Orang kudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Anda bahkan tidak percaya bahwa Yesus mendirikan Gereja Katolik, dan anda menyebut diri Katolik. Sungguh sebuah aib. Yesus jelas-jelas mendirikan Gereja di atas Santo Petrus (Mat. 16:18-19), yakni Gereja Katolik,...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Membaca artikel-artikel di Website ini, aku ingat satu ayat di Kitab Amsal. "Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati."...
St. Paul 1 tahunBaca lebih lanjut...Saya katolik, tetapi hanya perkataan Yesus yang saya hormati, yaitu tentang cinta kasih. Yesus tidak mendirikan gereja katolik. Anda paham arti cinta kasih? Cinta kasih tidak memandang. Tuhan meminta kita...
Kapten.80 1 tahunBaca lebih lanjut...Terimakasih atas artikelnya, saya semakin mengerti perjalanan kerajaan raja salomo
Novriadi 1 tahunBaca lebih lanjut...Justru karena kami punya kasih Kristiani sejati kepada sesama kamilah, materi-materi kami ini kami terbitkan. St. Paulus mengajarkan, bahwa kita harus menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Gereja Katolik, satu-satunya lembaga...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...