^
^
| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
Sesi telah kadaluarsa
Silakan masuk log lagi. Laman login akan dibuka di jendela baru. Setelah berhasil login, Anda dapat menutupnya dan kembali ke laman ini.
Syahadat Atanasius (“Quicunque vult”)
Syahadat yang dikatakan berasal dari Santo Atanasius
dan disertakan sebagai bagian dari Surat Bulla Exultate Deo, Konsili Florence, 1439
Namun demikianlah iman Katolik:
bahwa kita menyembah satu Allah dalam Tritunggal dan Tritunggal dalam keesaan, tanpa mencampuradukkan pribadi-pribadi-Nya, ataupun membagi-bagi substansi-Nya. Sebab ada satu pribadi Bapa; satu pribadi lain, yakni Putra; dan satu pribadi lain, yakni Roh Kudus; namun Bapa dan Putra dan Roh Kudus memiliki keilahian yang satu, kemuliaan yang sama dan kemegahan abadi yang sama.
Sebagaimana Bapa, demikian pula Putra, dan demikian juga Roh Kudus. Bapa tak diciptakan, Putra tak diciptakan, Roh Kudus tak diciptakan. Bapa Mahabesar, Putra Mahabesar, Roh Kudus Mahabesar. Bapa abadi, Putra abadi, Roh Kudus abadi, namun demikian tidak ada tiga yang abadi, melainkan satu Yang Abadi, sama halnya tidak ada tiga yang tak tercipta ataupun tiga yang mahabesar, melainkan satu Yang Tak Tercipta dan satu Yang Mahabesar. Seperti itu pula, Bapa Mahakuasa, Putra Mahakuasa, Roh Kudus Mahakuasa, namun demikian tidak ada tiga yang mahakuasa, melainkan satu Yang Mahakuasa. Itulah sebabnya, Bapa adalah Allah, Putra adalah Allah, Roh Kudus adalah Allah, namun demikian tidak ada tiga ilah, melainkan satu Allah. Karena itulah, Bapa adalah Tuhan, Putra adalah Tuhan, Roh Kudus adalah Tuhan, namun demikian tidak ada tiga tuhan, melainkan satu Tuhan.
Sebab sama halnya kita didesak oleh kebenaran Kristiani untuk mengakui masing-masing pribadi sebagai Allah dan Tuhan, demikian juga kita dilarang oleh agama Katolik untuk berkata bahwa ada tiga ilah atau tuhan. Bapa tidak dijadikan atau diciptakan atau dilahirkan oleh siapa pun; Putra hanyalah dari Bapa saja, bukan dijadikan, ataupun diciptakan, melainkan dilahirkan. Roh Kudus adalah dari Bapa dan Putra, tidak dijadikan, ataupun diciptakan, melainkan berprosesi. Oleh sebab itulah, ada satu Bapa, bukan tiga bapa; ada satu Putra, bukan tiga putra; ada satu Roh Kudus, bukan tiga roh kudus. Dan dalam Tritunggal ini, tiada yang dahulu atau kemudian, tiada yang lebih besar atau lebih kecil, namun ketiga pribadi-Nya sama-sama abadi dan sama-sama setara satu sama lain, sehingga dalam segala sesuatu, seperti yang sudah dikatakan di atas, baik keesaan di dalam Tritunggal maupun Tritunggal di dalam keesaan harus disembah.
Oleh karena itu, barang siapa hendak diselamatkan, hendaknya ia berpikir demikian tentang Tritunggal.
Namun, diperlukan juga demi keselamatan kekal bahwa ia dengan setia percaya akan penjelmaan Tuhan kita Yesus Kristus. Oleh sebab itulah, iman yang benar adalah bahwa kita percaya dan mengakui bahwa Tuhan kita Yesus Kristus – Putra Allah – adalah Allah dan manusia. Ia adalah Allah yang dilahirkan dari substansi Bapa sebelum segala abad, dan Ia adalah manusia yang dilahirkan dari substansi sang Ibu di dalam waktu. Allah sempurna, manusia sempurna yang terdiri dari jiwa rasional dan daging insani, setara Bapa seturut keilahian, lebih rendah dari Bapa seturut kemanusiaan; Ia adalah Allah dan manusia, namun demikian, Ia bukanlah dua Kristus, melainkan satu Kristus; namun satu Kristus bukan karena keilahian berubah menjadi daging, melainkan kemanusiaan diambil ke dalam Allah; satu secara mutlak, bukan karena percampuran substansi, melainkan kesatuan pribadi. Sebab sama halnya jiwa rasional dan daging adalah manusia yang satu, demikian pula Kristus adalah satu Allah dan manusia; Ia telah menderita demi keselamatan kita, turun ke Neraka, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati, naik ke Surga, duduk di sisi kanan Allah Bapa Yang Mahakuasa, dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati; pada kedatangan-Nya, semua manusia akan bangkit kembali bersama dengan badan mereka dan memberi pertanggungjawaban atas perbuatan mereka masing-masing; dan mereka yang telah berbuat baik akan masuk ke dalam kehidupan kekal, namun mereka yang telah berbuat jahat ke dalam api yang kekal.
Demikianlah iman Katolik. Barang siapa tidak percaya akan iman ini dengan setia dan dengan teguh, ia tidak dapat diselamatkan.”
Catatan kaki:
Disadur dari sumber berbahasa Latin dan Prancis:
Terima kasi suda berbagi doa ini.. 🙏🙏
Magdalena binti said 1 bulanBaca lebih lanjut...Terima kasih sudah terbagi doa litani yg I dah ini. ❤️🙏✝️🙏
Hildebrand Avun. Bith 6 bulanBaca lebih lanjut...St Aloysius Gonzaga doakanlah kami. Bantulah kami maju dalam mengutamakan kerendahan hati setiap hari. 🙏
Kita 10 bulanBaca lebih lanjut...Pengamatan menarik. Lebih relevan lagi karena banyak dari materi kami membahas bidah-bidah & kemurtadan Vatikan II, yang melibatkan orang-orang yang mengaku Katolik, padahal sebenarnya tidak, karena banyak dari mereka telah...
Biara Keluarga Terkudus 11 bulanBaca lebih lanjut...Berarti anda tidak paham ttg arti katholik, jadi anda belajar yg tekun lagi spy cerdas dlm komen
Orang kudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Anda bahkan tidak percaya bahwa Yesus mendirikan Gereja Katolik, dan anda menyebut diri Katolik. Sungguh sebuah aib. Yesus jelas-jelas mendirikan Gereja di atas Santo Petrus (Mat. 16:18-19), yakni Gereja Katolik,...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Membaca artikel-artikel di Website ini, aku ingat satu ayat di Kitab Amsal. "Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati."...
St. Paul 1 tahunBaca lebih lanjut...Saya katolik, tetapi hanya perkataan Yesus yang saya hormati, yaitu tentang cinta kasih. Yesus tidak mendirikan gereja katolik. Anda paham arti cinta kasih? Cinta kasih tidak memandang. Tuhan meminta kita...
Kapten.80 1 tahunBaca lebih lanjut...Terimakasih atas artikelnya, saya semakin mengerti perjalanan kerajaan raja salomo
Novriadi 1 tahunBaca lebih lanjut...Justru karena kami punya kasih Kristiani sejati kepada sesama kamilah, materi-materi kami ini kami terbitkan. St. Paulus mengajarkan, bahwa kita harus menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Gereja Katolik, satu-satunya lembaga...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...