^
^
| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
Sesi telah kadaluarsa
Silakan masuk log lagi. Laman login akan dibuka di jendela baru. Setelah berhasil login, Anda dapat menutupnya dan kembali ke laman ini.
“Pengakuan Iman” Baru SSPX Memuat Problem Besar
Tanggal 24 Juni 2026, Serikat St. Pius X mengeluarkan pengakuan iman baru yang panjang. Meski memuat banyak pernyataan yang benar, pengakuan iman ini juga berisi macam-macam kesalahan dan menentang ajaran Katolik dalam berbagai hal. Langsung kita bahas saja, ya.
Pada butir 59, SSPX dengan benar mengakui bahwa Gereja Katolik diperlukan untuk keselamatan, dan bahwa di bawah Surga, tidak ada nama yang diberikan kepada manusia selain nama Yesus Kristus yang olehnya kita harus diselamatkan. Namun, pada poin berikutnya, mereka lalu menyangkal kebenaran itu. Sayang sekali, ini tipikal di kalangan orang-orang yang menyangkal dogma Di Luar Gereja Tidak Terdapat Keselamatan (EENS). Mereka awalnya mengaku menegaskan posisi itu (seperti yang mereka tahu harus mereka lakukan), namun mereka lalu mencari-cari cara untuk menyangkalnya.
Pada butir 60, SSPX mengakui hal berikut:
Pernyataan ini mengajarkan bahwa orang-orang dapat diselamatkan dalam agama-agama sesat, karena dikatakan di sini bahwa orang-orang dapat diselamatkan “kendati kesalahan-kesalahan dari agama-agama sesat tempat mereka berada.” Itu adalah bidah. Gereja Katolik tidak mengajarkan bahwa orang-orang dapat diselamatkan dalam agama sesat, ataupun dalam agama non-Katolik, kendati kesalahan-kesalahan dari agama sesat tersebut.
Tidak. Gereja mengajarkan bahwa setiap orang harus beriman Katolik serta berada di pangkuan dan di dalam kesatuan Gereja supaya selamat, dan bahwa tidak ada orang yang selamat di dalam agama sesat. Terlebih, dalam publikasi-publikasi SSPX, ide bahwa orang dapat diselamatkan dalam agama-agama sesat mereka terapkan kepada agama-agama bukan Kristen, seperti Islam, Yudaisme, Buddhisme, Animisme, dsb. Itu jelas-jelas bidah. Contohnya, dalam buku Against the Heresies (terbitan SSPX), pendiri Serikat St. Pius X, Marcel Lefebvre menulis demikian:
Itu adalah bidah.
Bernard Fellay, mantan jenderal superior SSPX, secara terbuka menyatakan bahwa orang Hindu di Tibet dapat diselamatkan tanpa tahu atau percaya akan Kristus dan iman Katolik.
Itu adalah bidah dan menentang banyak ketetapan definitif Kepausan.
Schmidberger dari SSPX menulis demikian:
Itu adalah bidah.
Gereja sudah secara dogmatis dan berulang kali mengajarkan bahwa iman akan Kristus diperlukan secara mutlak untuk keselamatan, bahwa tidak ada orang yang diselamatkan tanpa iman Katolik, bahwa semua orang pagan, Yahudi, dsb. yang mati di luar Gereja tidak diselamatkan, dsb. Seperti diajarkan oleh Paus Gregorius XVI:
Perhatikan, ya: manusia diselamatkan hanya dalam agama Katolik saja.
Harus ada ungkapan iman dalam nama Yesus Kristus, sebab nama-Nya adalah satu-satunya nama yang olehnya manusia diselamatkan. Ungkapan iman yang mutlak esensial ini dibuat dalam nama Yesus Kristus. Oleh ungkapan iman inilah manusia harus diselamatkan. Dan yang dimaksud dengan ungkapan iman itu adalah Sakramen Pembaptisan, seperti dijelaskan materi kami.
Namun demikian, SSPX dengan bidahnya mengakui bahwa orang-orang dapat diselamatkan dalam agama-agama sesat, termasuk agama-agama bukan Kristen, kendati kesalahan-kesalahan dari agama tempat mereka berada. Itu bukan ajaran Katolik. Orang seharusnya tidak heran ketika SSPX percaya bidah ini, karena selama bertahun-tahun dan dengan banyak video serta artikel, sudah kami dokumentasikan bahwa mereka memang percaya bahwa jiwa-jiwa dapat diselamatkan tanpa iman Katolik dan tanpa percaya akan Tuhan kita Yesus Kristus sekalipun. Sekarang, posisi sesat mereka pada perkara ini sudah diungkap jelas dalam pengakuan iman publik! Tidak ada orang Katolik sejati yang dapat setuju dengan pengakuan iman itu.
Dicatat, ya: posisi SSPX pada perkara ini tidak hanya terang-terangan menentang dogma Katolik terdefinisi, namun juga menentang ajaran semua doktor Gereja. Tidak ada satu pun doktor Gereja Katolik yang percaya bidah yang diajarkan SSPX, bahwa jiwa-jiwa dapat diselamatkan dalam agama-agama non-Katolik, seperti agama Islam.
Posisi mereka itu juga diremukkan oleh ajaran definitif Gereja Katolik dan para Paus. Posisi bidah yang sama itu juga dianut oleh CMRI serta para “imam tradisionalis” independen lain dalam jumlah tak terhitung yang tidak punya iman Katolik sejati. Itulah yang dahulu merupakan sebab utama terjadinya Kemurtadan Besar dan apa yang sedang kita lihat di Roma sekarang. Para imam itu punya penampilan luar, namun tidak punya iman sejati. Mereka tidak bisa berkenan kepada Allah karena dengan keras kepala menyangkal wahyu Allah bahwa Yesus Kristus secara mutlak diperlukan untuk keselamatan.
Pada catatan kaki mereka, SSPX juga mengutip Surat Kantor Suci palsu dari tahun 1949 yang disebut Suprema Haec Sacra.
Surat bidah itu bahkan tidak pernah diterbitkan dalam Akta-Akta Takhta Apostolik dan karena itu secara teknis bersifat privat. Surat itu tentu saja tidak infalibel, tetapi juga bahkan bukan akta resmi Kantor Suci. Dokumen bidah itu telah memperdaya banyak orang yang menyangkal dogma, dan mereka berpura-pura bahwa itu adalah akta magisterium, padahal bukan. Mereka memperdaya banyak orang soal perkara itu juga. Informasi lebih lanjut tentang hal ini bisa disimak pada materi kami.
Kembali ke pengakuan iman SSPX. Sambil mengajarkan bidah bahwa jiwa-jiwa dapat diselamatkan dalam agama-agama sesat., SSPX mengakui bahwa manusia dapat diselamatkan:
Ini keliru dan bertentangan dengan ajaran Katolik. Kami hendak membahas alasannya.
Pada surat bulla Cantate Domino, Paus Eugenius IV secara infalibel mendefinisikan bahwa semua orang yang mati sebagai pagan, Yahudi. dst. tidak selamat kalau mereka tidak berkonversi kepada Gereja sebelum kematian, dan juga bahwa semua orang harus merupakan anggota tubuh gerejawi supaya selamat.
Saya ulangi ya: anda harus merupakan anggota Tubuh Gereja supaya selamat.
Maka, sudah pasti secara dogmatis bahwa kalau orang mau berada di dalam Gereja dan diselamatkan, dia harus berada “di dalam tubuh Gereja”. Lalu, apa maksudnya berada di dalam Tubuh Gereja? Maksudnya, anda adalah bagian/aspek kelihatan Gereja. Seperti diajarkan oleh Paus Leo XIII:
Harap dipertimbangkan baik-baik ya: karena Gereja adalah sebuah tubuh, lantas Gereja kasatmata. Berada dalam tubuh Gereja dan berada sebagai aspek kasatmata Gereja sungguh berkelindan dan tidak terpisahkan. Ini benar-benar masuk akal kalau dipikirkan, karena tubuh itu kelihatan dan anggota-anggotanya juga kelihatan. Maka dari itu, kalau anda satu dengan tubuhnya, anda merupakan aspek kelihatan tubuh tersebut. Itulah ajaran Paus Leo XIII. Jadi, ide bahwa orang mungkin merupakan anggota jiwa Gereja, namun bukan anggota Tubuh Gereja, adalah doktrin sesat. Doktrin ini sayangnya diajarkan dalam beberapa sumber falibel (seperti di katekismus tertentu dan beberapa orang teolog), namun doktrin ini bertentangan dengan ajaran Magisterium.
Itulah sebabnya, ketika SSPX dan kelompok-kelompok lain mengajarkan bahwa orang dapat diselamatkan tanpa berada sebagai anggota masyarakat kasatmata yang merupakan Gereja, mereka sedang menentang ajaran dogmatis Paus Eugenius IV bahwa setiap orang harus berada sebagai anggota tubuh gerejawi supaya selamat. Mereka sedang menentang dogma Katolik terdefinisi. Dan seperti yang sudah kami sebutkan, pandangan itu mereka terapkan untuk orang Muslim, Buddhis, Hindu, Yahudi, dll., suatu bidah konyol yang menyangkal banyak ketetapan Paus. Mereka tidak punya iman, dan bidah mereka pada perkara itu menghancurkan iman. Bidah mereka ini juga memutus keanggotaan mereka dengan Allah pada akarnya sendiri, karena mereka menyangkal wahyu Allah. Mereka menyangkal perkataan Yesus tentang perlunya diri-Nya sendiri, ajaran St. Paulus tentang perlunya Yesus, dsb.
Bidah mereka ini membuat mereka tidak dapat benar-benar membaca Kitab Suci, menyembah Allah dan berdoa dengan iman sejati, ketulusan hati dan juga efektivitas. Kembali lagi, mereka punya penampilan luar, namun tidak punya iman sejati. Mereka tidak bisa benar-benar mengenal Allah dan berkenan kepada-Nya ketika mereka merangkul posisi seperti bidah bahwa Muslim dan Buddhis serta orang lain dapat diselamatkan tanpa iman akan Kristus. Ajaran Paus Eugenius IV bahwa setiap orang harus berada dalam tubuh Gereja supaya selamat juga membuktikan bahwa tidak ada orang yang selamat tanpa Sakramen Pembaptisan, karena hanya mereka yang sudah menerima sakramen kasatmata itulah yang merupakan anggota tubuh Gereja.
Pengakuan iman Serikat St. Pius X tentu saja juga menyangkal kebenaran bahwa orang harus dibaptis supaya dapat masuk Surga.
SSPX mengajarkan bahwa pembaptisan diperlukan hanya dalam keadaan biasa, namun itu melawan ajaran infalibel Gereja tentang Yohanes 3:5 dan keperluan mutlak sakramen tersebut.
Harap tonton video kami dalam bahasa Inggris berjudul “2,000 Years of Infallible Papal Teaching On Baptism’s Absolute Necessity”, yang kalau Allah berkenan, kami harap dapat dibahasaindonesiakan menjadi “2.000 Tahun Ajaran Infalibel Kepausan tentang Keperluan Mutlak Pembaptisan”. Video ini menyajikan begitu banyak dokumentasi soal poin itu dan juga membantah posisi sesat SSPX serta kelompok-kelompok lainnya.
Pengakuan iman baru SSPX ini juga menentang ajaran Katolik, ketika menyatakan bahwa Bunda Maria adalah “Co-Redemptrix” (“Penebus Serta”).
Perkara itu dibahas rinci dalam salah satu video kami, yang membuktikan bahwa gelar “Co-Redemptrix” (“Penebus Serta”) tidak akurat, dan menentang ajaran Katolik.
Alasannya, Gereja sudah mendefinisikan secara dogmatis bahwa yang menebus kita adalah Yesus seorang diri, dan bahwa Yesus seorang dirilah Penebus.
Artinya, Bunda Maria bukan Co-Redemptrix. Ini sama sekali tidak mengurangi peranan atau kepentingan sejati Bunda Maria, namun sebaliknya justru menjunjung kebenaran Allah dengan setia. Kami notabene menyarankan umat Katolik, kalau mereka bisa, agar berdoa 15 dekade Rosario setiap hari dan sering-sering berdoa Salam Maria.
Bahkan belum lama lalu kami mempos sebuah pernyataan menarik yang dianggap berasal dari Romo Karlo Balić, seorang teolog Fransiskan dan konsultor Kantor Suci di bawah Paus Pius XII. Dia dilaporkan memberi tahu orang bahwa:
Jadi, ketika orang mencoba memasukkan kata “Co-Redemptrix” ke dalam draf dokumen bagi Paus Pius XII, Sri Paus menyuruh semua rujukan itu dihapus, dan tidak pernah menggunakan istilah itu ketika menjabat Paus. Ini tentu saja dikarenakan Pius XII menyadari bahwa gelar Co-Redemptrix tidak akurat. Gelar itu tidak konsisten dengan pernyataan dogmatis Gereja bahwa Yesus menebus kita seorang diri. Orang-orang yang keras kepala berkata sebaliknya, ketika sudah mendapati ajaran dogmatis Florence dan Trente pada perkara ini, orang-orang itu bukan pendevosi sejati Bunda Maria, melainkan pendevosi palsu yang menentang kebenaran Allah serta dogma Katolik. Kembali lagi, perkara ini dibahas dengan jauh lebih rinci dalam video kami.
Di dalam pengakuan iman mereka, SSPX juga menolak ekumenisme sesat serta ajaran-ajaran sesat Vatikan II lainnya.
Memang baik ketika SSPX menolak doktrin-doktrin sesat itu, tetapi, ini sekali lagi menyoroti besarnya ketidakkonsistenan pada jantung posisi mereka sehubungan Sekte Vatikan II.
Sekte Vatikan II secara resmi mendukung ekumenisme sesat. Yohanes Paulus II menyebut dukungan bagi ekumenisme sebagai “tanggung jawab” di dalam surat ensikliknya bernama Ut Unum Sint. Maka dari itu, SSPX bertindak secara absurd ketika mereka menolak ajaran resmi para Anti-Paus Vatikan II (dan konsili Vatikan II sendiri) pada berbagai perkara, padahal, SSPX dengan keras kepala mengaku bersekutu dengan mereka! Posisi SSPX itu sesat. Posisi yang benar, adalah Sekte Vatikan II bukan Gereja Katolik, melainkan Kontra-Gereja akhir zaman, dan bahwa para pengklaim kepausan Vatikan II adalah Anti-Paus, seperti dijelaskan dan didokumentasikan dengan rinci dalam materi kami.
Masih ada banyak lagi yang bisa kami paparkan tentang posisi sesat Serikat St. Pius X tentang para Anti-Paus Vatikan II, dan itu kami lakukan pada video-video kami yang lain. Namun, fokus utama video ini adalah pengakuan iman mereka baru-baru ini. Untuk menganut iman Kristen sejati dan diselamatkan, orang harus menganut iman Katolik tradisional, seperti dijelaskan materi kami.
Catatan kaki:
[1] “I profess that God willed to make the Church the necessary means of salvation; just as there is under Heaven no other name given to men than that of Jesus Christ by which we must be saved, so there is no supernatural salvation independent of the Catholic Church. For all salvation comes from Jesus Christ; and every saving grace is either given in and through the one Church He has founded, or orders the one who receives it to that same Church.”
[2] “This truth means that no one can be saved without Christ and His Church, through a false religion as such, nor be assured of His salvation outside the visible structure of the Church. If men are saved without belonging to the visible society which is the Church, the Mystical Body of Christ, it is by a supernatural ordination to the one Church of salvation, and in spite of the errors of the false religions in which they find themselves, from which they free themselves by not refusing the grace offered to them and by corresponding to it.”
[3] “I believe that Baptism is the door of the Church and that it is necessary for salvation. Ordinarily, no one can be saved without receiving it; through this sacrament, man is washed from original sin, incorporated into Christ, marked with the Christian character, and made a member of the Church. I therefore reject the practice of deferring without grave cause the Baptism of children who have not the use of reason. However, one who, after the age of reason and without fault on his part, is prevented from accessing this sacrament, can be saved in an extraordinary manner by Baptism of Desire, that is, by a supernatural act of faith and perfect charity which orders him to the Church.”
[4] Per ipsum enim renascimur spiritualiter, per ipsum crucifigimur mundo: ipsius morte mortis ab Adam omnibus introductae, atque transmissae universae animae illud propagatione contractum chyrographum rumpitur, in quo nullus omnino natorum, antequam per Baptismum liberetur, non tenetur obnoxius.
[5] “I profess that, thus united to her Divine Son, she merited by congruity in her Compassion what Christ merited by strict justice in His Passion; not as the principal cause of the Redemption, but as a subordinate associate, dependent upon and wholly relative to her Son, in one and the same act of the Redemption of our souls. It is in this sense that Catholic piety, supported by the traditional teaching of Popes and theologians, rightly calls her, by reason of this Compassion, ‘Co-redemptrix’ and consequently ‘Universal Mediatrix’.”
[6] I consequently reject all errors contrary to this Faith, and in particular those of liberalism, indifferentism, modernism, ecumenism, and laicism, condemned by Popes Pius IX, Leo XIII, Saint Pius X, Pius XI, and Pius XII. These errors obscure revealed doctrine, falsify Tradition, disfigure the sacred liturgy, corrupt morals, weaken the missionary spirit, and disintegrate the Christian social order, gravely harming the salvation of souls.
Terima kasi suda berbagi doa ini.. 🙏🙏
Magdalena binti said 5 bulanBaca lebih lanjut...Terima kasih sudah terbagi doa litani yg I dah ini. ❤️🙏✝️🙏
Hildebrand Avun. Bith 9 bulanBaca lebih lanjut...St Aloysius Gonzaga doakanlah kami. Bantulah kami maju dalam mengutamakan kerendahan hati setiap hari. 🙏
Kita 1 tahunBaca lebih lanjut...Pengamatan menarik. Lebih relevan lagi karena banyak dari materi kami membahas bidah-bidah & kemurtadan Vatikan II, yang melibatkan orang-orang yang mengaku Katolik, padahal sebenarnya tidak, karena banyak dari mereka telah...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Berarti anda tidak paham ttg arti katholik, jadi anda belajar yg tekun lagi spy cerdas dlm komen
Orang kudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Anda bahkan tidak percaya bahwa Yesus mendirikan Gereja Katolik, dan anda menyebut diri Katolik. Sungguh sebuah aib. Yesus jelas-jelas mendirikan Gereja di atas Santo Petrus (Mat. 16:18-19), yakni Gereja Katolik,...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Membaca artikel-artikel di Website ini, aku ingat satu ayat di Kitab Amsal. "Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati."...
St. Paul 1 tahunBaca lebih lanjut...Saya katolik, tetapi hanya perkataan Yesus yang saya hormati, yaitu tentang cinta kasih. Yesus tidak mendirikan gereja katolik. Anda paham arti cinta kasih? Cinta kasih tidak memandang. Tuhan meminta kita...
Kapten.80 1 tahunBaca lebih lanjut...Terimakasih atas artikelnya, saya semakin mengerti perjalanan kerajaan raja salomo
Novriadi 1 tahunBaca lebih lanjut...Justru karena kami punya kasih Kristiani sejati kepada sesama kamilah, materi-materi kami ini kami terbitkan. St. Paulus mengajarkan, bahwa kita harus menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Gereja Katolik, satu-satunya lembaga...
Biara Keluarga Terkudus 2 tahunBaca lebih lanjut...