| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
Pada tahun 1830, Santa Katarina Labouré mendapat suatu penglihatan Bunda Maria. Dilihatnya sinar-sinar cahaya keluar dari batu-batu permata pada tangan Bunda Maria dan turun menuju ke bumi. Diamatinya pula batu-batu permata yang tidak bersinar seperti itu. Penasaran tentang hal ini, dia bertanya kepada Bunda Maria, yang menjawab: “Ini adalah rahmat-rahmat yang tidak dipintakan manusia kepadaku!”
St. Atanasius (370): “Kita tidak menyembah ciptaan. Tak terbayangkan! Sebab kesalahan macam itu adalah milik orang-orang pagan dan Arian. Alih-alih, kita menyembah Tuhan segala penciptaan, Sabda Allah yang Menjelma … dalam pengetahuan bahwa Sabda telah menjadi daging (Yoh. 1:14), kita mengakui-Nya sebagai Allah bahkan sesudah Dia datang dalam daging.”
St. Hilarius (360): “Badan yang dicemari oleh hawa nafsu adalah tempat kediaman roh-roh jahat.”
St. Alfonsus (sekitar tahun 1760): “Terlebih lagi, pertimbangkanlah cinta kasih istimewa Allah kepada anda, yang diperlihatkan-Nya dengan memperkenankan anda lahir di negeri Kristiani, dan di pangkuan Gereja sejati. Betapa banyaknya orang yang terlahir dari antara orang pagan, dari antara orang Yahudi, dari antara orang-orang Mahometan serta para bidah, dan mereka semua binasa!”
Paus St. Leo Agung: “Kehendak untuk mencelakai kita memang senantiasa giat adanya dalam diri sang penggoda, tetapi ia akan terlucuti dari senjatanya dan tidak akan berdaya, jika ia tidak menemukan tempat yang menguntungkan dalam diri kita di mana ia dapat menyerang kita.” (Khotbah 78)
St. Alfonsus (1760): “Bagi kehidupan rohani, membaca buku-buku suci kemungkinan tidak lebih kecil faedahnya daripada doa batin. St. Bernardus berkata bahwa dengan membaca, kita belajar tentang berdoa sekaligus tentang mengamalkan kebajikan. Maka dari itu, disimpulkannya bahwa bacaan rohani dan doa merupakan senjata-senjata yang digunakan untuk menaklukkan Neraka dan meraih Firdaus … Itulah sebabnya, St. Atanasius dulu berkata bahwa tak didapati seorang pun yang berbakti kepada pelayanan Tuhan, dan tidak membaca bacaan rohani.”
St. Gregorius dari Nazianzus: “Karena banyak orang … membuang-buang begitu banyak waktu untuk upaya-upaya mereka yang tiada dinanti upah apa pun juga– atau hanya ocehan belaka ….”
Paus St. Gregorius I (sekitar tahun 590): “ … jika kamu sekalian milik Kristus, maka kalian adalah benih Abraham (Gal. 3:29). Jika kita, oleh karena iman kita dalam Kristus, dianggap sebagai anak-anak Abraham, maka orang-orang Yahudi akibat ketidakberimanan mereka sudah bukan lagi benihnya.”
Bunda Maria kepada St. Dominikus (1214): “‘Dominikus yang terkasih, tahukah engkau senjata yang hendak digunakan oleh Allah Tritunggal Mahakudus untuk memperbarui dunia?’ ‘Oh, Ratuku’, jawab Santo Dominikus, ‘engkau tahu itu jauh lebih baik daripada aku … ’ Lalu, Bunda Maria menjawab, ‘Aku ingin engkau tahu bahwa, dalam peperangan semacam ini, senjata utamanya selalu Buku Mazmur Malaikat [Rosario], yang merupakan batu penjuru Perjanjian Baru. Maka dari itu, jika engkau ingin menjangkau jiwa-jiwa yang keras hati ini dan memenangkan mereka untuk Allah, khotbahkanlah Buku Mazmurku [Rosario]’.” (Rahasia Rosario, Mawar ke-2)
St. Afrahat (336): “Dan Yesus menyerahkan kuncinya kepada Simon, dan naik [ke Surga] dan kembali kepada Ia yang telah mengutus-Nya.”
St. Patrisius (450): “Penderitaan-penderitaan di Neraka sebagaimana sungguh adanya, tiada lidah yang dapat menceritakannya; tiada benak yang dapat membayangkannya; sebab pada kenyataannya jauh lebih menyeramkan daripada yang orang kira.”
Paus Gregorius XVI, Mirari Vos, 15 Agustus 1832: “Oleh karena itu, adalah keabsurdan dan penghinaan yang tertinggi terhadap Gereja untuk menyatakan bahwa suatu pemulihan dan regenerasi tertentu diperlukan untuk menjamin keberadaan dan perkembangan Gereja, seakan-akan kita dapat percaya bahwa Gereja dapat mengalami kecacatan atau pengaburan, atau perubahan semacam itu.”
St. Louis de Montfort (1706): “ … roh-roh jahat bagaikan penyamun, hendak mengejutkan kita untuk merampok dan menghabisi kepunyaan kita. Siang malam, mereka mencari-cari datangnya kesempatan dalam kesempitan. Untuk itu, mereka melayang berputar-putar di udara dengan tiada hentinya untuk memangsa kita. Dan juga, dengan sarana dosa sesaat, mereka mencuri segala sesuatu dari kita yang sudah kita usahakan demi beroleh rahmat dan jasa selama beberapa tahun.”
Paus St. Leo I (445): “ … sama halnya kami membenci kaum Arian, yang berkeinginan mengadakan pembagian tertentu antara Bapa dan Putra, demikian juga kami membenci kaum Masedonian, yang … pada saat itu juga percaya bahwa Roh Kudus memiliki kodrat lebih rendah; tanpa berpikir bahwa mereka sedang jatuh ke dalam penghujatan yang tidak akan diampuni baik di dunia ini, maupun di dunia yang akan datang.”
“Orang-orang Kristen lain menerima Neraka karena iman, sebab Kristus sudah berulang kali berkata sebelumnya dengan penekanan khidmat bahwa Neraka itu ada, namun Yasinta sudah melihatnya; dan begitu dia menangkap ide bahwa keadilan Allah adalah pasangan kerahiman-Nya, dan bahwa harus ada Neraka kalau Surga harus ada, tiada yang tampak sebegitu penting baginya selain menyelamatkan jiwa sebanyak mungkin dari berbagai kengerian yang sekilas dilihatnya di bawah tangan-tangan kemilau Ratu Surga. Tiada yang mungkin terlalu sulit, tiada yang terlalu kecil atau terlalu besar untuk dikorbankan.” (Our Lady of Fatima [Bunda Maria dari Fatima], hal. 89)
St. Ambrosius (386): “Penyangkalan terhadap Keilahian Kristus ini ditulis di Konsili Rimini, dan dengan benar saya bergidik ketika memikirkan Konsili tersebut. Saya mengikut ajaran Konsili Nisea, yang darinya maut maupun pedang takkan pernah mampu memisahkan diri saya.”
Yesaya 33:14: “Siapakah dari antara kalian yang bisa tinggal bersama api yang menghanguskan? Siapakah dari antara kalian yang sanggup tinggal bersama kebakaran kekal”
St. Tomas Aquinas (1262): “Hikmat boleh memenuhi hati umat beriman, dan membungkam kebodohan ngeri kaum bidah, yang dengan pantas disebut sebagai pintu-pintu gerbang Neraka.” (Pembukaan Catena Aurea.)
St. Alfonsus (1760): “Jika anda mengabaikan panggilan Allah pada kesempatan ini, Ia mungkin akan meninggalkan anda untuk selamanya. Bertekadlah, maka dari itu, bertekadlah! ‘Iblis,’ ujar St. Teresa, ‘takut akan jiwa-jiwa yang bertekad teguh.’ St. Bernardus mengajarkan bahwa banyak jiwa binasa akibat kurangnya keteguhan.”
St. Hieronimus: “Sebab jika ada banyak bidah yang sudah dikutuk oleh Gereja karena satu atau dua patah kata yang berlawanan dengan iman, betapa seseorang harus dihitung sebagai seorang bidah jikalau dia telah mereka begitu banyak hal yang bejat, begitu banyak doktrin sesat! Dia berdiri sebagai seteru Allah dan Gereja … Orang-orang yang tidak kita sambut hanyalah orang bidah ….” (Apologia Melawan Rufinus – Buku III)
^