Extra Ecclesiam nulla salus (EENS)Sekte Vatikan IIBukti dari Kitab Suci untuk KatolisismePadre PioBeritaLangkah-Langkah untuk BerkonversiKemurtadan Besar & Gereja PalsuIsu RohaniKitab Suci & Santo-santa
Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh DihadiriMartin Luther & ProtestantismeBunda Maria & Kitab SuciPenampakan FatimaRosario SuciDoa-Doa KatolikRitus Imamat BaruSakramen Pembaptisan

Kutipan Hari Ini

Ketika para pemimpin Yehuda meninggalkan Allah, mereka diserahkan kepada musuh


10/01/2026

Spiritualitas

2 Tawarikh 12:5 - “Nabi Semaya datang kepada Rehabeam dan pemimpin-pemimpin Yehuda yang berkumpul di Yerusalem berhubung dengan ancaman Sisak, dan berkata kepada mereka: ‘Beginilah firman TUHAN: Kamu telah meninggalkan Aku, oleh sebab itu Akupun meninggalkan kamu juga dalam kuasa Sisak.’”

Doktrin

St. Atanasius, abad ke-4: “Pertama-tama percayalah bahwa Allah itu esa, Ialah yang menciptakan segala sesuatu dan yang memadukan segala sesuatu bersama-sama, dan menjadikan segala sesuatu ada dari yang tidak ada” (Tentang Penjelmaan, 3, 1)

Waktu Allah datang membela St. Antonius dari Padang Pasir melawan roh jahat


06/01/2026

Spiritualitas

“’Maka setelah melakukan banyak upaya’ untuk menyerang, mematahkan semangat dan menakut-nakuti St. Antonius dari Padang Pasir, ‘mereka [roh-roh jahat] menggertakkan gigi mereka terhadap dia … Dan Tuhan dalam perkara ini pun tidak lupa akan pergulatan Antonius, namun datang membelanya. Sebab ketika menengadah, Antonius melihat ada seperti atap yang terbuka dan secercah sinar turun kepadanya. Dan roh-roh jahat itu pun tiba-tiba menghilang, dan nyeri badannya pun hilang pada waktu itu juga, dan bangunan itu kembali kukuh.’” (St. Antony of the Desert [St. Antonius dari Padang Pasir], hal. 14.)

Doktrin

Ayub 11:7-10 – “ ... Allah ... Tingginya seperti langit --apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati --apa yang dapat kauketahui? Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera.”

Tidak ada titik temu antara para bidah dengan para bapa yang kudus


27/12/2025

Spiritualitas

Paus St. Martinus I, Sinode Lateran, 649: “ … Iblis, yang telah selalu bergegas melakukan karya-karyanya melalui ‘para putra ketidaktaatan.’”

Doktrin

Paus St. Martinus I, Sinode Lateran, 649: “ … tidak ada titik temu antara para bidah dan para bapa yang kudus, namun ‘sejauh Timur dari Barat’, demikian pula jauhnya para bidah yang fasik itu dalam perkataan dan pikiran, dari orang-orang yang berbicara tentang Allah.”

Suara Teramat Merdu Allah yang Mahakuasa


24/12/2025

Spiritualitas

Penglihatan St. Ansgarius (abad ke-9): “Lalu ketika saya telah dibawa oleh orang-orang yang saya sebutkan, ke dalam kehadiran cahaya yang tiada habisnya ini, tempat kemegahan Allah yang Mahakuasa diwahyukan kepada saya tanpa perlu dijelaskan seorang pun, dan ketika mereka dan diri saya telah mempersembahkan penyembahan kami bersama-sama, sebuah suara yang teramat merdu, suara yang lebih berbeda dari segala suara lainnya, dan yang bagi saya tampak mengisi seluruh dunia, mendatangi diri saya dari kemegahan ilahi yang sama itu ....” (Riwayat Hidup Ansgarius, hal. 10)

Doktrin

Paus Inosensius IV, Konsili Lyon Pertama, 1245: “ ... tidak bersedia mengusik pelaku kejahatan, tiada berbeda dengan menyemangati mereka, dan … barang siapa gagal melawan kejahatan nyata, tidak luput dari sedikit keterlibatan rahasia ....”

Tentang berkonversinya bangsa pagan Amerika Selatan


19/12/2025

Spiritualitas

Ketika mengonversikan para budak pagan di Amerika Selatan, St. Petrus Klaver (1580-1654) mengajarkan mereka bahwa mereka harus meminta “ampun atas dosa-dosa kehidupan mereka yang dahulu pagan, terutama atas penyembahan berhala, hawa nafsu dan kemabukan.” (Romo Angel Valtierra, Peter Claver – Saint of the Slaves [Petrus Klaver – Santo bagi Para Budak], 1960, hal. 127)

Doktrin

Amsal 15:8 – “Korban orang fasik adalah kekejian bagi Tuhan ....”

Para misionaris Yesuit di belantara Amerika


11/12/2025

Spiritualitas

Soal para misionaris Yesuit dari abad XIX di padang belantara Amerika: “Pada beberapa darmawisata pertama yang ditempuh oleh Romo Van Quickenborne dan Christian Hoecken, mereka sering kali tersesat selama berhari-hari pada waktu tertentu, dan mengarungi padang rumput yang luar biasa besar pada setiap penjurunya namun berjuang sia-sia untuk menemukan letak mereka berada. Padang-padang ini tampak seperti lautan luas: sejauh mata memandang, tiada yang terlihat selain bentangan padang rumput hijau dan langit biru: kijang, kambing gunung dan rusa roe berlimpah ruah; ayam padang dan binatang buruan lainnya ada banyak sekali. Serigala-serigala dan beruang-beruang yang merangkak dari liang mereka untuk memangsa biri-biri menakuti manusia dan hewan liar. Namun dalam kesukaran-kesukaran semacam itu pun, mereka tidak ditelantarkan oleh Penyelenggaraan Ilahi. Malam hari tiba, para Romo sering kali melempar tali kekang pada leher kuda, membiarkan si kuda menempuh arahnya sendiri, dan tidak lama kemudian mendapati diri mereka menyaksikan adanya semacam tempat tinggal. Pernah sekali, ada seekor anjing besar dan aneh muncul tiba-tiba di depan kuda mereka, dan membuat jalan setapak menyeberangi rerumputan tinggi, lalu membawa mereka sampai ke rumah seorang Katolik, tempat mereka beristirahat dan kembali bugar. Itu menjadi penghiburan bagi mereka serta tuan rumah mereka pula, dan mereka pun menyelenggarakan Misteri-Misteri Ilahi.” (The Life of Fr. De Smet [Riwayat Hidup Romo De Smet], hal. 78.)

Doktrin

Paus Benediktus XIV, Nuper ad nos, 16 Maret 1743, Pengakuan Iman:
“Iman Gereja Katolik ini, yang tanpanya tidak seorang pun dapat diselamatkan, dan yang dengan persetujuan saya sendiri, saya sekarang akui dan percayai dengan sungguh-sungguh ....”

Iblis memperdayai pikiran orang sehingga melanggar perintah Allah


03/12/2025

Spiritualitas

St. Alfonsus (1755): “Orang-orang yang duniawi menghindari kesendirian, dan mereka memiliki alasan yang baik untuk melakukannya; sebab di dalam kesendirian, mereka lebih merasakan perihnya penyesalan hati nurani, dan maka dari itu, mereka pergi mencari percakapan-percakapan serta hiruk-pikuk dunia, agar gaduhnya kesibukan-kesibukan ini dapat meredam sengatan-sengatan penyesalan.”

Doktrin

St. Ireneus, Adversus Haereses, Buku 5, Bab 24, sekitar 180 M: “Namun karena Iblis adalah malaikat pemurtad, dia hanya bisa berbuat sejauh ini, seperti yang dulu dilakukannya pada mula-mula, [yakni], memperdayai dan menyesatkan pikiran manusia sehingga melanggar perintah-perintah Allah, dan secara bertahap menggelapkan hati orang-orang yang hendak berjuang melayani-Nya.”

Tuhan murka kepada orang yang bersahabat dengan mereka yang membenci-Nya


28/11/2025

Spiritualitas

2 Tawarikh 19:2 – “Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci Tuhan? Karena hal itu Tuhan murka terhadap engkau.”

Doktrin

Paus Pius XI (1923): “ … bidah-bidah yang terlahir dari Reformasi [Protestan]. Di dalam bidah-bidah inilah kita mendapati asal-muasal kemurtadan umat manusia dari Gereja. Dampak-dampak yang menyedihkan dan mematikan dari kemurtadan ini sungguh diratapi, bahkan sampai masa ini, oleh semua orang yang berpikir dengan objektif.” (Rerum omnium perturbationem #4, 26 Jan. 1923)

Salah satu ciri para kudus adalah cinta akan kesendirian


23/11/2025

Spiritualitas

Ciri orang kudus lain yang mulai terwujud pada diri Fransiskus selepas penampakan Gadis itu (1917) [Bunda Maria dari Fatima] adalah cinta akan kesendirian. Pada suatu pagi di bulan Mei, ia meninggalkan kedua anak perempuan (Yasinta dan Lusia) bersama domba-domba, dan mendaki puncak bukit batu yang tinggi. ‘Kalian tidak boleh naik ke sini!’ serunya ke bawah. ‘Biarkan aku sendiri!’ … Lusia dan Yasinta mulai berlari mengejar kupu-kupu. Tiba saat mereka jemu berbuat demikian, mereka telah lupa sama sekali tentang Fransiskus, dan tidak lagi terpikir tentang dia sampai menyadari diri mereka lapar, dan saat bersantap mereka pastinya sudah lama berlalu. Di sana, Fransiskus, masih terbaring tak bergerak di atas bukit batu ... ‘Apa yang kamu lakukan selama ini?’ ‘Aku memikirkan Allah, yang begitu sedih karena begitu banyaknya dosa’, jawab anak laki-laki itu dengan serius. ‘Coba saja aku bisa memberi-Nya sukacita!’” (William Thomas Walsh, Our Lady of Fatima, hal. 61-62)

Doktrin

Paus Benediktus XIV, Apostolica (#6), 26 Juni 1749: “Penilaian Gereja lebih baik daripada penilaian seorang Doktor yang terkenal oleh karena kesucian dan ajarannya.”

Tanpa ada suatu penyesatan pun menjaga iman yang diwariskan kepada Kami dari para Bapa


16/11/2025

Spiritualitas

“Bunda Maria mewahyukan kepada Beato Alanus bahwa segera setelah Santo Dominikus mengkhotbahkan Rosario, para pendosa yang keras hati tersentuh dan menangisi dosa-dosa berat mereka dengan tersedu-sedu …dan di mana ia mengkhotbahkan Rosario, semangat semacam itu dibangkitkan sehingga para pendosa mengubah hidup mereka dan membangun setiap orang ....” (St. Louis de Montfort, Rahasia Rosario, Mawar ke-27)

Doktrin

Paus St. Agato, Konsili Konstantinopel III, 680-681: “ … bagaimanakah ilmu tentang Kitab Suci bisa ditemukan seutuh-utuhnya, jikalau ini tidak dilakukan: apa yang telah didefinisikan secara kanonik oleh para Pendahulu kami yang kudus dan apostolik, dan oleh kelima konsili yang terhormat, Kami jaga di dalam kesederhanaan hati, dan Kami menjaga iman yang diwariskan kepada Kami dari para Bapa tanpa suatu penyesatan pun, dan senantiasa menghendaki dan berjuang untuk memiliki kebaikan yang satu dan yang terutama itu, yakni: agar tiada suatu hal pun dikurangi dari hal-hal yang telah didefinisikan secara kanonik dan agar tiada suatu hal pun diubah atau ditambahkan kepadanya, tetapi agar hal-hal yang sama itu, baik di dalam kata-katanya serta maknanya, dijaga sehingga tak terjamah ….”

^

>