Extra Ecclesiam nulla salus (EENS)Sekte Vatikan IIBukti dari Kitab Suci untuk KatolisismePadre PioBeritaLangkah-Langkah untuk BerkonversiKemurtadan Besar & Gereja PalsuIsu RohaniKitab Suci & Santo-santa
Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh DihadiriMartin Luther & ProtestantismeBunda Maria & Kitab SuciPenampakan FatimaRosario SuciDoa-Doa KatolikRitus Imamat BaruSakramen Pembaptisan

Kutipan Hari Ini

Pius IX: “perlunya iman Katolik untuk memperoleh keselamatan”


22/02/2026

Spiritualitas

St. Alfonsus tentang Terkutuknya Orang yang Tak Murni: “Teruskanlah, hai orang bodoh, ujar St. Petrus Damianus (ketika berbicara tentang orang yang tak murni), teruslah engkau memuaskan dagingmu; sebab akan tiba hari saat kenajisanmu akan menjadi seperti batu bara di dalam ususmu, untuk memperbesar dan memperparah siksaan-siksaan lidah api yang akan membakarmu di dalam Neraka: ‘Akan tiba harinya, bahwasanya alih-alih malamnya, ketika hawa nafsumu akan berubah menjadi batu bara, untuk memberi makan api yang kekal di dalam ususmu.’” (Persiapan Kematian, Tentang Rasa Sakit Neraka)

Doktrin

Paus Pius IX: “Kita juga perlu secara khusus memastikan agar para umat beriman sendiri dengan mantap mencamkan baik-baik dalam benak mereka sedalam-dalamnya dogma agama kita yang teramat suci, yaitu perlunya iman Katolik untuk memperoleh keselamatan.” (Nostis et Nobiscum, 8 Des. 1849)

Orang terkutuk binasa karena lalai berdoa


13/02/2026

Spiritualitas

St. Alfonsus: “Semua orang yang terkutuk telah binasa karena mereka lalai untuk berdoa; seandainya saja mereka telah berdoa, mereka tidak akan menjadi binasa; dan semua santo-santa telah menjadi orang kudus dengan berdoa; seandainya saja mereka lalai untuk berdoa, mereka tidak akan telah menjadi santo-santa. St. Yohanes Krisostomus berkata: kita harus hidup dalam keyakinan bahwa kelalaian untuk berdoa dan kehilangan rahmat Allah, adalah hal yang satu dan sama.”

Doktrin

Paus Leo XIII: “Karena Gereja kuat meyakini prinsip-prinsip tersebut dan penuh perhatian dalam melaksanakan tanggung jawabnya, tiada sesuatu pun yang menjadi tekad Gereja, tiada yang dikejarnya dengan upaya lebih besar, selain menjaga keutuhan iman dengan cara tersempurna. Itulah sebabnya, semua orang yang tidak sepikiran dengan Gereja tentang suatu pasal doktrin mana pun, telah dipandang oleh Gereja sebagai para pemberontak terbuka dan Gereja pun mengusir mereka jauh-jauh dari dirinya.” (Satis Cognitum # 9, 29 Juni 1896)

Ketika para pemimpin Yehuda meninggalkan Allah, mereka diserahkan kepada musuh


10/01/2026

Spiritualitas

2 Tawarikh 12:5 - “Nabi Semaya datang kepada Rehabeam dan pemimpin-pemimpin Yehuda yang berkumpul di Yerusalem berhubung dengan ancaman Sisak, dan berkata kepada mereka: ‘Beginilah firman TUHAN: Kamu telah meninggalkan Aku, oleh sebab itu Akupun meninggalkan kamu juga dalam kuasa Sisak.’”

Doktrin

St. Atanasius, abad ke-4: “Pertama-tama percayalah bahwa Allah itu esa, Ialah yang menciptakan segala sesuatu dan yang memadukan segala sesuatu bersama-sama, dan menjadikan segala sesuatu ada dari yang tidak ada” (Tentang Penjelmaan, 3, 1)

Waktu Allah datang membela St. Antonius dari Padang Pasir melawan roh jahat


06/01/2026

Spiritualitas

“’Maka setelah melakukan banyak upaya’ untuk menyerang, mematahkan semangat dan menakut-nakuti St. Antonius dari Padang Pasir, ‘mereka [roh-roh jahat] menggertakkan gigi mereka terhadap dia … Dan Tuhan dalam perkara ini pun tidak lupa akan pergulatan Antonius, namun datang membelanya. Sebab ketika menengadah, Antonius melihat ada seperti atap yang terbuka dan secercah sinar turun kepadanya. Dan roh-roh jahat itu pun tiba-tiba menghilang, dan nyeri badannya pun hilang pada waktu itu juga, dan bangunan itu kembali kukuh.’” (St. Antony of the Desert [St. Antonius dari Padang Pasir], hal. 14.)

Doktrin

Ayub 11:7-10 – “ ... Allah ... Tingginya seperti langit --apa yang dapat kaulakukan? Dalamnya melebihi dunia orang mati --apa yang dapat kauketahui? Lebih panjang dari pada bumi ukurannya, dan lebih luas dari pada samudera.”

Tidak ada titik temu antara para bidah dengan para bapa yang kudus


27/12/2025

Spiritualitas

Paus St. Martinus I, Sinode Lateran, 649: “ … Iblis, yang telah selalu bergegas melakukan karya-karyanya melalui ‘para putra ketidaktaatan.’”

Doktrin

Paus St. Martinus I, Sinode Lateran, 649: “ … tidak ada titik temu antara para bidah dan para bapa yang kudus, namun ‘sejauh Timur dari Barat’, demikian pula jauhnya para bidah yang fasik itu dalam perkataan dan pikiran, dari orang-orang yang berbicara tentang Allah.”

Suara Teramat Merdu Allah yang Mahakuasa


24/12/2025

Spiritualitas

Penglihatan St. Ansgarius (abad ke-9): “Lalu ketika saya telah dibawa oleh orang-orang yang saya sebutkan, ke dalam kehadiran cahaya yang tiada habisnya ini, tempat kemegahan Allah yang Mahakuasa diwahyukan kepada saya tanpa perlu dijelaskan seorang pun, dan ketika mereka dan diri saya telah mempersembahkan penyembahan kami bersama-sama, sebuah suara yang teramat merdu, suara yang lebih berbeda dari segala suara lainnya, dan yang bagi saya tampak mengisi seluruh dunia, mendatangi diri saya dari kemegahan ilahi yang sama itu ....” (Riwayat Hidup Ansgarius, hal. 10)

Doktrin

Paus Inosensius IV, Konsili Lyon Pertama, 1245: “ ... tidak bersedia mengusik pelaku kejahatan, tiada berbeda dengan menyemangati mereka, dan … barang siapa gagal melawan kejahatan nyata, tidak luput dari sedikit keterlibatan rahasia ....”

Tentang berkonversinya bangsa pagan Amerika Selatan


19/12/2025

Spiritualitas

Ketika mengonversikan para budak pagan di Amerika Selatan, St. Petrus Klaver (1580-1654) mengajarkan mereka bahwa mereka harus meminta “ampun atas dosa-dosa kehidupan mereka yang dahulu pagan, terutama atas penyembahan berhala, hawa nafsu dan kemabukan.” (Romo Angel Valtierra, Peter Claver – Saint of the Slaves [Petrus Klaver – Santo bagi Para Budak], 1960, hal. 127)

Doktrin

Amsal 15:8 – “Korban orang fasik adalah kekejian bagi Tuhan ....”

Para misionaris Yesuit di belantara Amerika


11/12/2025

Spiritualitas

Soal para misionaris Yesuit dari abad XIX di padang belantara Amerika: “Pada beberapa darmawisata pertama yang ditempuh oleh Romo Van Quickenborne dan Christian Hoecken, mereka sering kali tersesat selama berhari-hari pada waktu tertentu, dan mengarungi padang rumput yang luar biasa besar pada setiap penjurunya namun berjuang sia-sia untuk menemukan letak mereka berada. Padang-padang ini tampak seperti lautan luas: sejauh mata memandang, tiada yang terlihat selain bentangan padang rumput hijau dan langit biru: kijang, kambing gunung dan rusa roe berlimpah ruah; ayam padang dan binatang buruan lainnya ada banyak sekali. Serigala-serigala dan beruang-beruang yang merangkak dari liang mereka untuk memangsa biri-biri menakuti manusia dan hewan liar. Namun dalam kesukaran-kesukaran semacam itu pun, mereka tidak ditelantarkan oleh Penyelenggaraan Ilahi. Malam hari tiba, para Romo sering kali melempar tali kekang pada leher kuda, membiarkan si kuda menempuh arahnya sendiri, dan tidak lama kemudian mendapati diri mereka menyaksikan adanya semacam tempat tinggal. Pernah sekali, ada seekor anjing besar dan aneh muncul tiba-tiba di depan kuda mereka, dan membuat jalan setapak menyeberangi rerumputan tinggi, lalu membawa mereka sampai ke rumah seorang Katolik, tempat mereka beristirahat dan kembali bugar. Itu menjadi penghiburan bagi mereka serta tuan rumah mereka pula, dan mereka pun menyelenggarakan Misteri-Misteri Ilahi.” (The Life of Fr. De Smet [Riwayat Hidup Romo De Smet], hal. 78.)

Doktrin

Paus Benediktus XIV, Nuper ad nos, 16 Maret 1743, Pengakuan Iman:
“Iman Gereja Katolik ini, yang tanpanya tidak seorang pun dapat diselamatkan, dan yang dengan persetujuan saya sendiri, saya sekarang akui dan percayai dengan sungguh-sungguh ....”

Iblis memperdayai pikiran orang sehingga melanggar perintah Allah


03/12/2025

Spiritualitas

St. Alfonsus (1755): “Orang-orang yang duniawi menghindari kesendirian, dan mereka memiliki alasan yang baik untuk melakukannya; sebab di dalam kesendirian, mereka lebih merasakan perihnya penyesalan hati nurani, dan maka dari itu, mereka pergi mencari percakapan-percakapan serta hiruk-pikuk dunia, agar gaduhnya kesibukan-kesibukan ini dapat meredam sengatan-sengatan penyesalan.”

Doktrin

St. Ireneus, Adversus Haereses, Buku 5, Bab 24, sekitar 180 M: “Namun karena Iblis adalah malaikat pemurtad, dia hanya bisa berbuat sejauh ini, seperti yang dulu dilakukannya pada mula-mula, [yakni], memperdayai dan menyesatkan pikiran manusia sehingga melanggar perintah-perintah Allah, dan secara bertahap menggelapkan hati orang-orang yang hendak berjuang melayani-Nya.”

Tuhan murka kepada orang yang bersahabat dengan mereka yang membenci-Nya


28/11/2025

Spiritualitas

2 Tawarikh 19:2 – “Sewajarnyakah engkau menolong orang fasik dan bersahabat dengan mereka yang membenci Tuhan? Karena hal itu Tuhan murka terhadap engkau.”

Doktrin

Paus Pius XI (1923): “ … bidah-bidah yang terlahir dari Reformasi [Protestan]. Di dalam bidah-bidah inilah kita mendapati asal-muasal kemurtadan umat manusia dari Gereja. Dampak-dampak yang menyedihkan dan mematikan dari kemurtadan ini sungguh diratapi, bahkan sampai masa ini, oleh semua orang yang berpikir dengan objektif.” (Rerum omnium perturbationem #4, 26 Jan. 1923)

^

>