^
^
| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
Sesi telah kadaluarsa
Silakan masuk log lagi. Laman login akan dibuka di jendela baru. Setelah berhasil login, Anda dapat menutupnya dan kembali ke laman ini.
Alasan II: Kelayakan & Faedah Konsekrasi Ini - Devosi Sejati kepada Santa Perawan Maria
(Klik untuk kembali ke Rangkuman || Bagian II, Bab II, PASAL I)
Bagian II, Bab II
Alasan Melakukan Konsekrasi Sempurna
PASAL II
Alasan II: Kelayakan & Faedah Konsekrasi Ini
139. Alasan kedua, yang dengan sendirinya membuktikan bahwa baik dan benar kalau orang Kristen mengonsekrasi diri seutuh-utuhnya kepada Santa Perawan Maria dengan praktik ini, supaya semakin terkonsekrasi secara lebih sempurna kepada Yesus Kristus.
Guru baik itu tidak memandang hina ketika diri-Nya terkurung dalam rahim Santa Perawan Maria, bagaikan seorang tahanan, seorang hamba kasih, dan tunduk kepada Ibunda-Nya itu serta taat kepadanya selama tiga puluh tahun. Saya ulangi bahwa di sinilah pikiran manusia tersesatkan, ketika benar-benar merenungkan perilaku sang Hikmat Menjelma, yang dulu tidak mau, meskipun mampu, menyerahkan diri langsung kepada manusia, namun melalui Perawan Tersuci itu. Hikmat Menjelma tidak mau datang ke dunia pada usia yang dimiliki manusia sempurna, bebas merdeka dari orang lain, namun Dia datang sebagai bayi miskin mungil, yang tergantung kepada perawatan dan perhatian Ibunda Suci-Nya. Hikmat Tak Terhingga itu, yang dulu ingin sekali memuliakan Allah Bapa-Nya dan menyelamatkan umat manusia, sama sekali tidak mendapati jalan yang lebih sempurna dan lebih singkat untuk melaksanakannya, selain dengan tunduk dalam segala sesuatu kepada Perawan Tersuci, bukan hanya selama delapan, sepuluh atau lima belas tahun pertama masa hidup-Nya (seperti anak-anak lain), namun selama tiga puluh tahun; dan Dia telah memberikan kemuliaan lebih besar kepada Allah Bapa-Nya, selama seluruh masa diri-Nya tunduk dan bergantung kepada Santa Perawan Maria, daripada kalau Dia dulu menghabiskan tiga puluh tahun itu dengan membuat keajaiban-keajaiban, berkhotbah di seluruh dunia, mempertobatkan orang-orang, sekiranya dia dulu berbuat demikian.
Oh! Oh! Betapa besar kemuliaan yang kita buat kepada Allah dengan tunduk kepada Maria, seturut teladan Yesus!
Dengan teladan begitu kasatmata dan dikenal oleh semua orang di depan mata kita ini, cukup gilakah kita ini untuk percaya bahwa kita bisa mendapati jalan lebih sempurna dan lebih singkat untuk memuliakan Allah, daripada dengan tunduk kepada Maria, seturut teladan Putranya?
140. Hendaknya di sini kita mengingat yang sudah saya katakan sebelumnya sebagai bukti harus bergantungnya diri kita kepada Santa Perawan Maria. Ini akan kita lakukan dengan menceritakan teladan-teladan yang diberikan kepada kita oleh Bapa, Putra dan Roh Kudus dalam perihal diri kita harus bergantung kepada Perawan Tersuci. Bapa dulu tidak menyerahkan Putra-Nya dan sekarang pun tidak menyerahkan-Nya kalau bukan melalui Maria. Bapa hanya menjadikan kita sebagai anak-anak-Nya melalui Maria, dan hanya menyalurkan rahmat-rahmat-Nya melalui Maria. Allah Putra terbentuk bagi seluruh dunia secara umum hanya melalui Maria saja ...; Roh Kudus hanya membentuk Yesus Kristus melalui Maria saja, dan hanya membentuk para anggota tubuh Mistis-Nya melalui Maria saja, dan hanya membagi-bagikan karunia serta pertolongan-Nya melalui Maria saja. Dengan teladan begitu banyak nan mendesak dari pihak Allah Tritunggal Mahakudus, adakah kita bisa (tanpa menjadi sebegitu butanya) menyingkirkan Maria, dan tidak mengonsekrasi diri kepadanya, dan bergantung kepadanya untuk datang kepada Allah serta berkorban diri kepada-Nya?
141. Berikut beberapa karya tulis bahasa Latin para Bapa, yang sudah saya pilih untuk membuktikan yang baru saja saya katakan itu:
142. Melihat diri kita tidak layak beroleh rahmat-rahmat-Nya langsung dari tangan-Nya, ujar Santo Bernardus, Allah memberi rahmat-rahmat-Nya itu kepada Maria, agar melalui Maria, kita boleh mendapat segala sesuatu yang hendak Dia berikan kepada kita; dan didapati-Nya pula kemuliaan-Nya dalam menerima syukur melalui tangan Maria, begitu juga dengan rasa hormat serta kasih yang wajib kita berikan kepada-Nya atas pengasihan-Nya. Maka sungguh adil adanya bahwa kita meneladani perilaku Allah itu, agar, ujar Santo Bernardus yang sama, rahmat pun kembali kepada Penciptanya itu melalui saluran yang sama dia dahulu datang: Ut eodem alveo ad Largitorem gratia redeat quo fluxit. Inilah yang kita lakukan dengan devosi kita: kita mempersembahkan dan mengonsekrasi diri kita seutuh-utuhnya dan segala sesuatu yang kita punya kepada Perawan Tersuci, supaya Tuhan kita dengan perantaraan Maria menerima kemuliaan serta syukur yang wajib kita berikan kepada-Nya. Kita mengakui diri kita tidak layak dan tak mampu menghampiri Kemegahan ilahi-Nya itu dengan diri kita sendiri: itulah sebabnya kita menggunakan perantaraan Santa Perawan Maria.
143. Selain itu, praktik ini didasari kerendahan hati besar, kebajikan yang lebih dikasihi Allah daripada segala kebajikan lain. Jiwa yang mengangkat diri sendiri merendahkan Allah. Allah melawan orang angkuh, dan memberikan rahmat-Nya kepada orang rendah hati; kalau anda merendahkan diri, anda percaya diri anda tidak patut tampak di hadapan-Nya dan menghampiri-Nya, Ia merendah, Ia turun untuk datang menghampiri anda, untuk bergembira dalam diri anda, dan untuk mengangkat diri anda kendati hal apa pun juga. Namun sebaliknya, ketika orang bersikeras menghampiri Allah tanpa seorang perantara, Allah melarikan diri, dan kita pun tidak bisa menggapai-Nya. Oh! Betapa cinta Dia dengan kerendahan hati yang disyaratkan praktik devosi ini, sebab devosi ini mengajarkan kita supaya tidak pernah mendekati Tuhan kita dengan diri kita sendiri saja, meskipun Dia itu begitu lemah lembut dan rahim, namun agar kita selalu mengandalkan perantaraan Santa Perawan Maria, entah untuk hadir di hadapan Allah, entah untuk berbicara kepada-Nya, entah untuk menghampiri-Nya, entah untuk mempersembahkan sesuatu pun kepada Dia, ataupun untuk bersatu dan mengonsekrasi diri kepada-Nya.
(Klik untuk akses ke Bagian II, Bab II, Pasal III)
Catatan kaki:
Santo Louis (Ludovikus) Maria Grignion de Montfort, Traité de la vraie Dévotion à la sainte Vierge [Risalah Devosi Sejati kepada Santa Perawan Maria], Edisi XIX, Izin cetak versi Prancis dari Renatus Fransiskus (Uskup Lusiona/Luçon, Prancis) tanggal 18 Des. 1842, Imprimerie Oberthur, Rennes-Paris, 1906, hal. 112-116.
Terima kasih sudah terbagi doa litani yg I dah ini. ❤️🙏✝️🙏
Hildebrand Avun. Bith 3 bulanBaca lebih lanjut...St Aloysius Gonzaga doakanlah kami. Bantulah kami maju dalam mengutamakan kerendahan hati setiap hari. 🙏
Kita 8 bulanBaca lebih lanjut...Pengamatan menarik. Lebih relevan lagi karena banyak dari materi kami membahas bidah-bidah & kemurtadan Vatikan II, yang melibatkan orang-orang yang mengaku Katolik, padahal sebenarnya tidak, karena banyak dari mereka telah...
Biara Keluarga Terkudus 9 bulanBaca lebih lanjut...Berarti anda tidak paham ttg arti katholik, jadi anda belajar yg tekun lagi spy cerdas dlm komen
Orang kudus 10 bulanBaca lebih lanjut...Anda bahkan tidak percaya bahwa Yesus mendirikan Gereja Katolik, dan anda menyebut diri Katolik. Sungguh sebuah aib. Yesus jelas-jelas mendirikan Gereja di atas Santo Petrus (Mat. 16:18-19), yakni Gereja Katolik,...
Biara Keluarga Terkudus 10 bulanBaca lebih lanjut...Membaca artikel-artikel di Website ini, aku ingat satu ayat di Kitab Amsal. "Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati."...
St. Paul 10 bulanBaca lebih lanjut...Saya katolik, tetapi hanya perkataan Yesus yang saya hormati, yaitu tentang cinta kasih. Yesus tidak mendirikan gereja katolik. Anda paham arti cinta kasih? Cinta kasih tidak memandang. Tuhan meminta kita...
Kapten.80 10 bulanBaca lebih lanjut...Terimakasih atas artikelnya, saya semakin mengerti perjalanan kerajaan raja salomo
Novriadi 11 bulanBaca lebih lanjut...Justru karena kami punya kasih Kristiani sejati kepada sesama kamilah, materi-materi kami ini kami terbitkan. St. Paulus mengajarkan, bahwa kita harus menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Gereja Katolik, satu-satunya lembaga...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Halo – devosi kepada Santa Perawan Maria itu krusial untuk keselamatan dan pengudusan jiwa. Namun, dan juga yang terpenting, orang harus 1) punya iman Katolik sejati (yakni, iman Katolik tradisional),...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...