^
^
| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
Sesi telah kadaluarsa
Silakan masuk log lagi. Laman login akan dibuka di jendela baru. Setelah berhasil login, Anda dapat menutupnya dan kembali ke laman ini.
Keputusan Penting SSPX Mengonsekrasi Para Uskup Baru Mengekspos Absurditas Posisi Mereka
Pada 2 Februari 2026, Davide Pagliarani, pemimpin Serikat Santo Pius X Lefebvris, mengumumkan bahwa SSPX berencana mengangkat uskup-uskup baru untuk kelompok mereka di 1 Juli. Harap diingat, SSPX mengklaim diri mereka mengakui otoritas para Anti-Paus Konsili Vatikan II, termasuk Leo XIV. Mereka bahkan berani mencela kalangan sedevakantis yang dengan benar mengutarakan bahwa Leo XIV tidak memiliki otoritas. Menurut kanon 1382 Kitab Hukum Kanonik 1983 (yang dikeluarkan oleh Anti-Paus Yohanes Paulus II, dan yang juga diklaim diakui oleh SSPX):
Maka dari itu, SSPX tidak hanya tak memiliki izin mengonsekrasi uskup baru, namun juga pihak pengonsekrasi serta terkonsekrasinya akan secara otomatis diekskomunikasi oleh Sekte Vatikan II. Namun, SSPX biar bagaimanapun juga sudah mengumumkan niatannya untuk mengonsekrasi para uskup itu, karena mereka tidak suka dengan tanggapan Leo XIV baru-baru ini terhadap tuntutan-tuntutan mereka. Siaran pers resmi mereka berbunyi demikian:
Lantas, kalau “paus” mereka tidak memberi yang mereka inginkan, mereka akan begitu saja mengambil keputusan itu atau melaksanakannya. Ini sekali lagi membuktikan (yang sudah sering kami utarakan di waktu lalu) bahwa posisi-posisi SSPX itu tegar dalam skisma, tidak konsisten, tidak tulus dan absurd. Patut disayangkan bahwa SSPX itu adalah sebuah sekte. Mereka mengklaim diri mengakui hierarki “Gereja” Vatikan II, tetapi mereka toh terus-menerus bersikeras berada dalam keadaan independen dari “hierarki Katolik” mereka selama kira-kira 50 tahun. Mereka berbohong kepada publik dengan cara mengakui secara khidmat bahwa Leo XIV adalah Sri Paus, padahal mereka bertindak seolah-olah Leo XIV tidak punya otoritas dan memperlakukan Leo XIV layaknya dia itu tidak lebih dari maskot. Pada kenyataannya (ini sudah tentu): Leo XIV adalah seorang bidah notorius & Anti-Paus yang tak punya otoritas, tetapi SSPX tidak mau mengambil posisi sejati itu, karena mereka lantas akan kehilangan pendukung dan donatur mereka dalam jumlah besar. Para imam & pemimpin SSPX, serta para pendukung mereka yang keras kepala, adalah pemalsu yang mendustai Allah, termasuk ketika sedang mengikuti kanon Misa.
SSPX juga mengambil posisi yang konyol & tidak konsisten, bahwa kanonisasi bersifat mengikat di sepanjang sejarah Gereja, namun berhenti mengikat sesudah Vatikan II (meski formula khidmat yang digunakan sebelum Vatikan II juga digunakan oleh para Anti-Paus Vatikan II)! Kendati ketidakkonsistenan & absurditas posisi-posisi mereka di kala ini, SSPX terus mendapat banyak pendukung & menahbiskan banyak imam, dikarenakan mayoritas besar kaum “tradisionalis” tidak peduli dengan iman. Yang mereka pedulikan hanyalah penampilan luar, komunitas, status, dll. Mereka tidak peduli firman Allah. Kenyataan bahwa SSPX memiliki begitu banyak imam dan pengikut bukanlah buah baik, sebab mereka tidak memiliki iman dan tidak memperlihatkan ketaatan kepada firman Allah. Karena mereka menolak firman Allah & mengambil posisi-posisi sesat, jumlah besar yang mereka punya itu kenyataannya adalah suatu penipuan. Ada banyak sekte “Ortodoks” dan entitas non-Katolik lainnya yang menahbiskan banyak imam, memiliki banyak pengikut, dll. Tahbisan serta pengikut mereka bukan buah baik, sebab mereka menyangkal iman dan tidak taat kepada firman Allah.
1 Samuel 15:22-23 - “Apakah Tuhan berkenan kepada kurban bakaran dan kurban sembelihan sama seperti kepada menaati suara Tuhan? Lihatlah, menaati lebih baik daripada kurban sembelihan, dan mendengarkan lebih baik daripada lemak domba jantan. Sebab pemberontakan setara dengan dosa bertenung, dan kegegabahan setara dengan kefasikan dan penyembahan berhala. Karena engkau telah menolak firman Tuhan, Ia juga telah menolak engkau sebagai raja.”
Seperti yang sudah kami sering dokumentasikan, SSPX juga mengajarkan bidah terang-terangan bahwa jiwa-jiwa dapat diselamatkan dalam agama-agama bukan Kristen. Posisi itu sama sekali berlawanan dengan banyak ketetapan definitive para Paus, serta ajaran Kitab Suci dan semua doctor Gereja. Ajaran SSPX itu bidah manifes, namun, para pendukung SSPX yang keras kepala tidak peduli karena mereka tidak memiliki iman. Yang mereka pedulikan hanyalah penampilan luar, dan karena itu mereka tidak mengenal ataupun berkenan kepada Allah. Perkembangan ini mungkin akan kami bahas lebih lanjut, namun materi-materi berikut membahas masalah-masalah yang ada dengan SSPX.
SSPX, CMRI & Fransiskus vs Ajaran Kepausan yang Otoritatif
Posisi-Posisi Serikat Santo Pius X (SSPX)
Untuk tahu lebih banyak soal yang sedang terjadi di Roma, harap simak video ini serta video-video lainnya:
Wahyu di Vatikan Sekarang
Terima kasih sudah terbagi doa litani yg I dah ini. ❤️🙏✝️🙏
Hildebrand Avun. Bith 3 bulanBaca lebih lanjut...St Aloysius Gonzaga doakanlah kami. Bantulah kami maju dalam mengutamakan kerendahan hati setiap hari. 🙏
Kita 7 bulanBaca lebih lanjut...Pengamatan menarik. Lebih relevan lagi karena banyak dari materi kami membahas bidah-bidah & kemurtadan Vatikan II, yang melibatkan orang-orang yang mengaku Katolik, padahal sebenarnya tidak, karena banyak dari mereka telah...
Biara Keluarga Terkudus 9 bulanBaca lebih lanjut...Berarti anda tidak paham ttg arti katholik, jadi anda belajar yg tekun lagi spy cerdas dlm komen
Orang kudus 10 bulanBaca lebih lanjut...Anda bahkan tidak percaya bahwa Yesus mendirikan Gereja Katolik, dan anda menyebut diri Katolik. Sungguh sebuah aib. Yesus jelas-jelas mendirikan Gereja di atas Santo Petrus (Mat. 16:18-19), yakni Gereja Katolik,...
Biara Keluarga Terkudus 10 bulanBaca lebih lanjut...Membaca artikel-artikel di Website ini, aku ingat satu ayat di Kitab Amsal. "Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati."...
St. Paul 10 bulanBaca lebih lanjut...Saya katolik, tetapi hanya perkataan Yesus yang saya hormati, yaitu tentang cinta kasih. Yesus tidak mendirikan gereja katolik. Anda paham arti cinta kasih? Cinta kasih tidak memandang. Tuhan meminta kita...
Kapten.80 10 bulanBaca lebih lanjut...Terimakasih atas artikelnya, saya semakin mengerti perjalanan kerajaan raja salomo
Novriadi 11 bulanBaca lebih lanjut...Justru karena kami punya kasih Kristiani sejati kepada sesama kamilah, materi-materi kami ini kami terbitkan. St. Paulus mengajarkan, bahwa kita harus menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Gereja Katolik, satu-satunya lembaga...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Halo – devosi kepada Santa Perawan Maria itu krusial untuk keselamatan dan pengudusan jiwa. Namun, dan juga yang terpenting, orang harus 1) punya iman Katolik sejati (yakni, iman Katolik tradisional),...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...