^
^
| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
Sesi telah kadaluarsa
Silakan masuk log lagi. Laman login akan dibuka di jendela baru. Setelah berhasil login, Anda dapat menutupnya dan kembali ke laman ini.
“Uskup berkata ‘homoseksualitas bukan dosa’ pada konferensi pro-LGBT”
“Seorang uskup Katolik asal Meksiko memberi tahu sebuah perkumpulan pro-LGBT bahwa homoseksualitas ‘bukan dosa’ dan menyatakan bahwa ‘tanpa komunitas LGBT, Gereja tidak komplet.’
Dari 30 Juli sampai 2 Agustus di Torreón, Meksiko utara, dilangsungkan Pertemuan Nasional Keempat Red Católica Arcoíris México, perkumpulan yang dihadiri hampir 100 orang perwakilan dari kelompok-kelompok pro-LGBT setempat. Misa pembukaannya diselenggarakan di katedral setempat, dan dipimpin oleh Uskup Luis Martín Barraza Beltrán Torreón dan Uskup Raúl Vera López, sebelumnya dari Saltillo, menyampaikan homili.
‘Gereja memiliki tanggung jawab berat,’ ujar Vera López pada homilinya. ‘Homoseksualitas bukan dosa. Homoseksualitas adalah perkara kodrat dan bukan kebejatan ataupun penyakit manusia.’ Ditekankannya pula bahwa umat Katolik yang beridentitas LGBT ‘berhak’ berpartisipasi penuh dalam kehidupan gerejani dan ‘melaksanakan kepemimpinan iman di antara kita,’ dan menutup dengan berkata: ‘Tanpa komunitas LGBT, Gereja tidak komplet.’
Bapak uskup juga mendesak komunitas-komunitas Katolik agar menerima orang-orang beridentitas LGBT tanpa terkecuali dan berargumen bahwa keikutsertaan mereka jangan dipandang semata-mata sebagai perwujudan niat baik, namun sebagai kewajiban moral. Bapak uskup juga berpendapat bahwa orientasi seksual adalah aspek inheren pribadi manusia dan menolak gagasan bahwa orientasi seksual hendaknya dipandang sebagai pilihan sukarela atau keadaan yang tercela secara moral.”
Terima kasi suda berbagi doa ini.. 🙏🙏
Magdalena binti said 5 bulanBaca lebih lanjut...Terima kasih sudah terbagi doa litani yg I dah ini. ❤️🙏✝️🙏
Hildebrand Avun. Bith 9 bulanBaca lebih lanjut...St Aloysius Gonzaga doakanlah kami. Bantulah kami maju dalam mengutamakan kerendahan hati setiap hari. 🙏
Kita 1 tahunBaca lebih lanjut...Pengamatan menarik. Lebih relevan lagi karena banyak dari materi kami membahas bidah-bidah & kemurtadan Vatikan II, yang melibatkan orang-orang yang mengaku Katolik, padahal sebenarnya tidak, karena banyak dari mereka telah...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Berarti anda tidak paham ttg arti katholik, jadi anda belajar yg tekun lagi spy cerdas dlm komen
Orang kudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Anda bahkan tidak percaya bahwa Yesus mendirikan Gereja Katolik, dan anda menyebut diri Katolik. Sungguh sebuah aib. Yesus jelas-jelas mendirikan Gereja di atas Santo Petrus (Mat. 16:18-19), yakni Gereja Katolik,...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Membaca artikel-artikel di Website ini, aku ingat satu ayat di Kitab Amsal. "Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati."...
St. Paul 1 tahunBaca lebih lanjut...Saya katolik, tetapi hanya perkataan Yesus yang saya hormati, yaitu tentang cinta kasih. Yesus tidak mendirikan gereja katolik. Anda paham arti cinta kasih? Cinta kasih tidak memandang. Tuhan meminta kita...
Kapten.80 1 tahunBaca lebih lanjut...Terimakasih atas artikelnya, saya semakin mengerti perjalanan kerajaan raja salomo
Novriadi 1 tahunBaca lebih lanjut...Justru karena kami punya kasih Kristiani sejati kepada sesama kamilah, materi-materi kami ini kami terbitkan. St. Paulus mengajarkan, bahwa kita harus menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Gereja Katolik, satu-satunya lembaga...
Biara Keluarga Terkudus 2 tahunBaca lebih lanjut...