^
^
| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
Sesi telah kadaluarsa
Silakan masuk log lagi. Laman login akan dibuka di jendela baru. Setelah berhasil login, Anda dapat menutupnya dan kembali ke laman ini.
Yohanes Paulus II: Buddhisme & Hinduisme Merawat Umat Mereka dengan Hikmat dari Timur! (Okt. 1989)
Untuk menyadari betapa parah pernyataan Anti-Paus Yohanes Paulus II di bawah ini, ada sesuatu yang penting untuk diketahui tentang Hinduisme. Hinduisme adalah agama politeis dan terang-terangan musyrik, yang menyembah banyak “dewa”, seperti Wisnu, Siwa, Dewi, dll. Kita tahu dari Alkitab bahwa ilah-ilah palsu itu adalah roh-roh jahat (1 Kor. 10:20). Praktik Hindu bernama Prana Pratista adalah suatu upacara yang menurut umat Hindu, menghadirkan tenaga/energi dewa ke dalam arca-arca yang mereka puja. Artinya, umat Hindu terlibat dalam upacara yang menurut kepercayaan mereka, menyebabkan esensi keilahian masuk ke dalam arca. Umat Hindu lalu memuja arca-arca itu dengan yang disebut sebagai murti puja. Termasuk dalam praktik ini, adalah memperlakukan arca-arca itu seolah-olah sungguh merupakan dewa yang benar-benar hidup. Ada berbagai macam wujud pemujaan arca-arca ini di rumah orang Hindu dan dalam pemujaan di kuil. Praktik ini juga mencakup membangunkan arca itu di pagi hari, mempersembahkan makanan & pemberian kepadanya, bersujud kepadanya, dll.
“Kehadiran hidup para Dewa di dalam setiap arca suci berarti mereka dilayani dengan penuh pengabdian layaknya orang yang sesungguhnya di sepanjang hari. Upacara ini dimulai pada dini hari, ketika para Dewa dibangunkan dengan lembut (pada pukul 05.15), dan berlanjut hingga saat mereka beristirahat (pukul 21.00). Salah satu aspek penting dalam melayani para Dewa adalah penyajian berbagai hidangan di sepanjang harinya, yang disebut thal. Ini mencakup tiga hidangan utama – sarapan pukul 06.30, makan siang pukul 11.00, dan makan malam sekitar pukul 19.30 – serta sepiring buah-buahan segar dan kering bersama jus buah segar sekitar pukul 15.30.” (Murti Puja: Image Worship in Hinduism, https://londonmandir.baps.org/worship/murti-puja-image-worship-in-hinduism/)
Umat Hindu menyembah banyak dewa, meskipun dalam praktik sehari-hari, kebanyakan dari mereka berfokus pada sekitar lima atau sepuluh dewa. Singkat kata, Hinduisme adalah agama yang murni musyrik. Mengingat itu, berikut yang dikatakan oleh Anti-Paus Yohanes Paulus II tentang Hinduisme, serta agama-agama satanik dan pagan lainnya seperti Buddhisme.
Yohanes Paulus II, Kepada Para Perwakilan Berbagai Agama di Indonesia, Jakarta, 10 Okt. 1989: “Namun demikian, kunjungan saya tidak terbatas kepada umat Katolik Indonesia saja. Dalam perbatasannya yang terbentang luas, negara ini merangkul sejumlah umat, dengan kekayaan bahasa dan adatnya yang sangat besar. Budaya-budaya keagamaan tradisional dan pribumi masih ditemukan di banyak tempat. Tradisi-tradisi keagamaan kuno seperti Buddhisme dan Hinduisme merawat umat mereka dengan hikmat dari Timur yang sudah ada sejak dahulu kala. Konfusianisme juga telah memberi sumbangsihnya yang khas, sedangkan Islam kini telah menjadi jalan keagamaan bagi mayoritas warga Indonesia. Gereja Katolik telah hadir di sini selama berabad-abad dan dapat bersyukur kepada Allah atas dalamnya iman yang dianut oleh umat Katolik Indonesia dari generasi ke generasi. Komunitas-komunitas Kristiani lainnya juga telah mempunyai sejarah panjang di negeri ini. Warisan tradisi-tradisi agama yang mengagumkan ini secara luas diakui sebagai dimensi penting dalam kehidupan Indonesia sebagai suatu bangsa, dan menuntut rasa hormat mendalam dari semua warga negaranya.”
Yohanes Paulus II berkata bahwa Buddhisme dan Hinduisme “merawat” (dari kata nourish, yang digunakan di bahasa Inggrisnya) umat mereka dengan “hikmat dari Timur”! Merawat berarti memelihara, menjaga, atau mengurus. Hikmat adalah pengetahuan tentang yang benar, dan cara yang benar untuk menggunakan pengetahuan itu. Pernyataan Yohanes Paulus II bermakna Buddhisme dan Hinduisme adalah agama-agama baik, bijak dan benar yang memelihara kesehatan rohaniah. Padahal, kedua-duanya adalah agama-agama sesat & jahat yang membuat orang-orang terus diperbudak oleh pemujaan setan dan berhala. Disebutnya pula bahwa agama-agama itu “mengagumkan”. Yohanes Paulus II menyamakan pemujaan setan dan berhala dengan penyembahan Allah Maha Esa yang benar, satu-satunya yang merawat orang-orang secara rohaniah dan memberi mereka hidup. Yohanes Paulus II adalah Anti-Paus satanik. Para anggota Sekte Vatikan II yang menghormati dia sebagai santo sungguh teperdaya seutuh-utuhnya. Berikut cara seorang Paus sejati, Paus Leo XIII, menggambarkan praktik-praktik satanik umat Hindu.
Paus Leo XIII, Ad Extremas, 24 Juni 1893: “Benak Kami dilawat pertama-tama oleh kenangan akan Rasul Tomas Terberkati. Orang kudus ini dengan benar disebut sebagai perintis penginjilan negeri Hindia. Kemudian, Fransiskus Xaverius … Dengan ketabahan serta kasihnya yang luar biasa, dia berhasil membimbing ratusan ribu orang Hindia agar meninggalkan dongeng-dongeng dan juga takhayul najis kaum Brahmana, serta membawa mereka memeluk agama dan iman sejati. Mengikuti jejak para pahlawan suci itu, ada banyak imam … yang … meneruskan karya … Tomas dan … Fransiskus Xaverius. Namun demikian, di negeri amat luas itu, ada begitu banyak orang yang masih terasing dari kebenaran dan terpenjara dengan malang di dalam kegelapan takhayul.”
Terima kasi suda berbagi doa ini.. 🙏🙏
Magdalena binti said 4 bulanBaca lebih lanjut...Terima kasih sudah terbagi doa litani yg I dah ini. ❤️🙏✝️🙏
Hildebrand Avun. Bith 8 bulanBaca lebih lanjut...St Aloysius Gonzaga doakanlah kami. Bantulah kami maju dalam mengutamakan kerendahan hati setiap hari. 🙏
Kita 1 tahunBaca lebih lanjut...Pengamatan menarik. Lebih relevan lagi karena banyak dari materi kami membahas bidah-bidah & kemurtadan Vatikan II, yang melibatkan orang-orang yang mengaku Katolik, padahal sebenarnya tidak, karena banyak dari mereka telah...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Berarti anda tidak paham ttg arti katholik, jadi anda belajar yg tekun lagi spy cerdas dlm komen
Orang kudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Anda bahkan tidak percaya bahwa Yesus mendirikan Gereja Katolik, dan anda menyebut diri Katolik. Sungguh sebuah aib. Yesus jelas-jelas mendirikan Gereja di atas Santo Petrus (Mat. 16:18-19), yakni Gereja Katolik,...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Membaca artikel-artikel di Website ini, aku ingat satu ayat di Kitab Amsal. "Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati."...
St. Paul 1 tahunBaca lebih lanjut...Saya katolik, tetapi hanya perkataan Yesus yang saya hormati, yaitu tentang cinta kasih. Yesus tidak mendirikan gereja katolik. Anda paham arti cinta kasih? Cinta kasih tidak memandang. Tuhan meminta kita...
Kapten.80 1 tahunBaca lebih lanjut...Terimakasih atas artikelnya, saya semakin mengerti perjalanan kerajaan raja salomo
Novriadi 1 tahunBaca lebih lanjut...Justru karena kami punya kasih Kristiani sejati kepada sesama kamilah, materi-materi kami ini kami terbitkan. St. Paulus mengajarkan, bahwa kita harus menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Gereja Katolik, satu-satunya lembaga...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...