^
^
| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
Sesi telah kadaluarsa
Silakan masuk log lagi. Laman login akan dibuka di jendela baru. Setelah berhasil login, Anda dapat menutupnya dan kembali ke laman ini.
Pemerintahan oleh Satu Orang di Perjanjian Lama Mendukung Keutamaan Kepausan di Perjanjian Baru
Di Perjanjian Lama, Allah berulang kali memilih suatu bentuk pemerintahan monarki untuk memerintah umat-Nya. Kepada para perwakilan-Nya (misal. Musa, Yosua), Allah memberi otoritas tertinggi atas para umat. Ini mereka laksanakan di bawah Allah selaku raja tertinggi. Maka dari itu, masuk akal ketika di Perjanjian Baru, Allah kemudian mendirikan Gereja-Nya dengan satu orang (St. Petrus, Paus pertama) yang melayani sebagai perwakilan utama Kristus dan memegang otoritas tertinggi atas para umat.
St. Robertus Belarminus, De Romano Pontifice, Buku 1, Bab 2: “Namun, mengesampingkan hal-hal ini, bentuk pemerintahan yang berkenan kepada Allah untuk Dia teguhkan dengan otoritas-Nya sendiri dapat disimpulkan pula (dan terutama dari sumber ini) dari Republik yang dahulu ditetapkan-Nya di kalangan bangsa Ibrani. Sebab, pemerintahan bangsa Ibrani, tidak seperti yang diklaim oleh Kalvin (namun tidak dibuktikannya), tidak bersifat aristokratis dan mirip dengan politia [pemerintahan oleh banyak orang, tua-tua dan bangsawan], namun jelas merupakan monarki. Para penguasa di antara bangsa Ibrani adalah para bapa bangsa pertama, seperti Abraham, Yakub, Yehuda dan lain-lainnya, kemudian para pemimpin (jenderal), seperti Musa dan Yosua; berikutnya hakim-hakim, seperti Samuel, Samson dan lain-lainnya; selanjutnya, para raja, seperti Saul, Daud dan Salomo; dan kembali lagi pada akhirnya, para pemimpin, seperti Zerubabel dan kaum Makabe.”
Terima kasi suda berbagi doa ini.. 🙏🙏
Magdalena binti said 3 bulanBaca lebih lanjut...Terima kasih sudah terbagi doa litani yg I dah ini. ❤️🙏✝️🙏
Hildebrand Avun. Bith 8 bulanBaca lebih lanjut...St Aloysius Gonzaga doakanlah kami. Bantulah kami maju dalam mengutamakan kerendahan hati setiap hari. 🙏
Kita 12 bulanBaca lebih lanjut...Pengamatan menarik. Lebih relevan lagi karena banyak dari materi kami membahas bidah-bidah & kemurtadan Vatikan II, yang melibatkan orang-orang yang mengaku Katolik, padahal sebenarnya tidak, karena banyak dari mereka telah...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Berarti anda tidak paham ttg arti katholik, jadi anda belajar yg tekun lagi spy cerdas dlm komen
Orang kudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Anda bahkan tidak percaya bahwa Yesus mendirikan Gereja Katolik, dan anda menyebut diri Katolik. Sungguh sebuah aib. Yesus jelas-jelas mendirikan Gereja di atas Santo Petrus (Mat. 16:18-19), yakni Gereja Katolik,...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Membaca artikel-artikel di Website ini, aku ingat satu ayat di Kitab Amsal. "Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati."...
St. Paul 1 tahunBaca lebih lanjut...Saya katolik, tetapi hanya perkataan Yesus yang saya hormati, yaitu tentang cinta kasih. Yesus tidak mendirikan gereja katolik. Anda paham arti cinta kasih? Cinta kasih tidak memandang. Tuhan meminta kita...
Kapten.80 1 tahunBaca lebih lanjut...Terimakasih atas artikelnya, saya semakin mengerti perjalanan kerajaan raja salomo
Novriadi 1 tahunBaca lebih lanjut...Justru karena kami punya kasih Kristiani sejati kepada sesama kamilah, materi-materi kami ini kami terbitkan. St. Paulus mengajarkan, bahwa kita harus menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Gereja Katolik, satu-satunya lembaga...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...