^
^
| Extra Ecclesiam nulla salus (EENS) | Sekte Vatikan II | Bukti dari Kitab Suci untuk Katolisisme | Padre Pio | Berita | Langkah-Langkah untuk Berkonversi | Kemurtadan Besar & Gereja Palsu | Isu Rohani | Kitab Suci & Santo-santa |
| Misa Baru Tidak Valid dan Tidak Boleh Dihadiri | Martin Luther & Protestantisme | Bunda Maria & Kitab Suci | Penampakan Fatima | Rosario Suci | Doa-Doa Katolik | Ritus Imamat Baru | Sakramen Pembaptisan | ![]() |
Sesi telah kadaluarsa
Silakan masuk log lagi. Laman login akan dibuka di jendela baru. Setelah berhasil login, Anda dapat menutupnya dan kembali ke laman ini.
Yohanes Paulus II: Amalkan Islam Adalah Ketaatan kepada Allah dan Membimbing ke Surga (April 1993)
Dalam “Pesan kepada Umat Islam pada Akhir Ramadan” tertanggal 3 April 1993, Yohanes Paulus II mengajarkan bidah, penghujatan dan indiferentisme agama.
Yohanes Paulus II, Pesan kepada Umat Islam pada Akhir Ramadan, 3 April 1991:
“Setiap tahun, Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama memiliki tradisi mengirimkan pesan ucapan selamat, atas nama umat Katolik di seluruh dunia, kepada umat Islam dalam rangka perayaan Hari Berbuka Puasa di akhir bulan Ramadan. Tahun ini ... saya telah memutuskan untuk menyampaikan ucapan selamat ini kepada anda secara pribadi.
Pertama-tama, saya ingin menyampaikan belasungkawa dan solidaritas saya kepada semua orang yang telah kehilangan orang-orang terkasih. Anda sekalian umat Muslim percaya, seperti kami pula, umat Kristen, meyakini dengan penuh harap bahwa mereka telah berpulang kepada penghakiman Allah yang rahim. Semoga masa berkabung ini diringankan dengan kesadaran bahwa kerahiman dan kasih Allah tak terhingga. Hanya Dia yang tahu ‘apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang melampaui pikiran manusia: semua yang telah disiapkan-Nya bagi orang-orang pilihan-Nya’ (1 Kor. 2:9) …
Anda semua yang telah menuntaskan bulan puasa yang berat sesuai dengan ketetapan-letetapan agama anda, memberi teladan yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat modern mengenai ketaatan kepada kehendak Allah, pentingnya doa, dan disiplin diri … Pada hari raya ini, saudara-saudariku yang beragama Islam, kami berdoa agar Allah melimpahkan damai sejahtera-Nya kepada anda sekalian dan kepada semua orang yang berpaling dan memohon kepada-Nya.”
Pertama, Yohanes Paulus II memberi semangat kepada orang Muslim supaya mengamalkan agama sesat Islam. Itu adalah perwujudan kemurtadan. Para Paus sejati dengan tegas mengajarkan bahwa Islam adalah agama iblis dan kekejian yang harus ditolak dan tidak diterima; sebab agama tersebut menghantar kepada pengutukan.
Kedua, Yohanes Paulus II berbicara tentang orang Muslim yang sudah mati. Dia menegaskan dengan penuh harap, bahwa mereka telah berpulang kepada penghakiman Allah yang rahim. Itu bertujuan memberi indikasi bahwa mereka selamat. Untuk menekankan poin itu, Yohanes Paulus II kemudian mengutip 1 Kor. 2:9 tentang bagaimana Allah mempersiapkan kebahagiaan kekal bagi umat pilihan-Nya. Pesannya ini jelas berart bahwa menurut pandangannya, orang Muslim yang mati sudah selamat dan merupakan “orang-orang pilihan” Allah. Itu bidah dan penghujatan. Itu penyangkalan terhadap dogma bahwa Kristus dan iman Katolik diperlukan untuk keselamatan.
Ketiga, dia berkata kepada umat Islam bahwa pelaksanaan puasa Ramadan mereka “sesuai dengan ketetapan-ketetapan agama anda” merupakan “teladan yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat modern mengenai ketaatan kepada kehendak Allah”. Itu juga bidah, karena artinya, orang taat kepada kehendak Allah ketika mereka melaksanakan agama sesat & satanik Islam. Pesan Yohanes Paulus II jelas merupakan dukungan bagi praktik Islam dan suatu ungkapan indiferentisme agama. Pesan semacam inilah yang disampaikan secara berkala oleh Anti-Paus Yohanes Paulus II ketika berbicara kepada para anggota agama-agama sesat.
Pesan menghujatnya ini dia akhiri dengan menunjukkan bahwa Allah melimpahkan damai sejahtera kepada umat Muslim dalam agama sesat mereka. Itu juga menghujat, sebab damai sejahtera hanya didapati dalam Yesus (Yohanes 16:31-33). Pesan ini saja membuktikan bahwa Yohanes Paulus II seorang bidah notorius & Anti-Paus, dan ada banyak lagi yang seperti ini.
Terima kasi suda berbagi doa ini.. 🙏🙏
Magdalena binti said 4 bulanBaca lebih lanjut...Terima kasih sudah terbagi doa litani yg I dah ini. ❤️🙏✝️🙏
Hildebrand Avun. Bith 8 bulanBaca lebih lanjut...St Aloysius Gonzaga doakanlah kami. Bantulah kami maju dalam mengutamakan kerendahan hati setiap hari. 🙏
Kita 1 tahunBaca lebih lanjut...Pengamatan menarik. Lebih relevan lagi karena banyak dari materi kami membahas bidah-bidah & kemurtadan Vatikan II, yang melibatkan orang-orang yang mengaku Katolik, padahal sebenarnya tidak, karena banyak dari mereka telah...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Berarti anda tidak paham ttg arti katholik, jadi anda belajar yg tekun lagi spy cerdas dlm komen
Orang kudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Anda bahkan tidak percaya bahwa Yesus mendirikan Gereja Katolik, dan anda menyebut diri Katolik. Sungguh sebuah aib. Yesus jelas-jelas mendirikan Gereja di atas Santo Petrus (Mat. 16:18-19), yakni Gereja Katolik,...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...Membaca artikel-artikel di Website ini, aku ingat satu ayat di Kitab Amsal. "Didikan yang keras adalah bagi orang yang meninggalkan jalan yang benar, dan siapa benci kepada teguran akan mati."...
St. Paul 1 tahunBaca lebih lanjut...Saya katolik, tetapi hanya perkataan Yesus yang saya hormati, yaitu tentang cinta kasih. Yesus tidak mendirikan gereja katolik. Anda paham arti cinta kasih? Cinta kasih tidak memandang. Tuhan meminta kita...
Kapten.80 1 tahunBaca lebih lanjut...Terimakasih atas artikelnya, saya semakin mengerti perjalanan kerajaan raja salomo
Novriadi 1 tahunBaca lebih lanjut...Justru karena kami punya kasih Kristiani sejati kepada sesama kamilah, materi-materi kami ini kami terbitkan. St. Paulus mengajarkan, bahwa kita harus menelanjangi perbuatan-perbuatan kegelapan (Ef. 5:11). Gereja Katolik, satu-satunya lembaga...
Biara Keluarga Terkudus 1 tahunBaca lebih lanjut...